Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Romantis
Sandal dan Senja
7
Suka
29,624
Dibaca

Langit senja begitu menawan bersama deburan ombak. Sepasang kekasih duduk beralaskan pasir.

"Daf, aku mau ngomong sama kamu!" kata Inova sambil menikmati keindahan ciptaan-Nya. 

"Aku juga mau ngomong sama kamu." 

"Ya udah kamu ngomong duluan, Daf!" 

Daffin menyerongkan pandangannya. "Putus."

Satu kata terucap tegas dan serius keluar dari mulut Daffin. Inova menjambak rambutnya sendiri yang bergerai panjang. 

"Kamu kenapa?" tanya Daffin tanpa rasa berdosa. 

"Dasar kau laki-laki!" Inova melototkan mata. 

"Kamu gak kesurupan kan?" 

"Biarin aku kesurupan." Inova berjalan kilat meninggalkan Daffin.

Daffin mengejar Inova, hingga gadis itu menghentikan langkahnya. 

"Buat apa kau mengejar aku?" tanya Inova dengan nada tinggi.

"Kamu kenapa sih?" kata Daffin tanpa merasa berdosa. 

"Kita putus, buat apa kamu ngejar aku?" Inova membalikkan tubuh 180 derajat. Hingga dua insan saling menatap. 

Dengan sigap Daffin berkata, "Aku nyesel ngajak kamu nge-date hari ini."

"Seharusnya yang nyesel aku," tegas Inova. 

"Ya, aku nyesel. Kenapa kita harus putus?"

"Dasar pikun!" 

"Kamu cewek kurang ajar ya sekarang?" 

"Apa salahku?" Inova bersedekap sambil menatap langit. 

"Aku masih muda dan ingatanku masih jernih. Kenapa kau mengatakan aku pikun?" cecar Daffin. 

"Ya, kamu sadar gak sih dengan omonganmu tadi?" 

"Emang apa? Sampai kau segitunya sama aku."

"Ingat ya, Daffin! Kamu yang mengajakku putus duluan," maki Inova. 

Daffin membuka memori otaknya. Ia tertawa berbahak-bahak. 

"Dasar! Laki gak jelas." Omel Inova. 

"Matamu normal kan! Lihat kakiku!" pinta Daffin. 

Ketika mata Inova mengarahkan pandangannya ke kaki laki-laki itu. Daffin berkata, "Aku memang berkata putus. Tapi, gak mutusin kamu. Yang putus itu serampat sandalku."

Inova terdiam. Emosi yang menguasai mulai reda, tetapi belum sepenuhnya terobati. 

"Kalau kamu gak percaya, ayo kita ke tempat tadi!" ajak Daffin. 

Inova mengangguk. Ia berjalan menuju tempat semula. Sebuah sandal cukup menjadi bukti. Inova malu pada dirinya sendiri. 

***

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (2)
Rekomendasi dari Romantis
Flash
Sandal dan Senja
Janeeta Mz
Novel
Sajak Cinta Terakhir
Widhi ibrahim
Novel
Crazy Rich
Nuel Lubis
Flash
Bronze
Antara Christy dan Christine
Nuel Lubis
Flash
Mantan (Malam Pertama)
amunanjar
Novel
Bronze
Bittersweet
Unira Rianti Ruwinta
Novel
MUSEA
ushiomoonie
Novel
Makasih Sudah Bertahan
Diva Amane
Novel
Bronze
Merajut Kisah Arka
Utami Syahdiah
Novel
Buket tanpa Rampai
Dayang Amelia Putri
Novel
Universe's Fate
aditya souza tardelli
Cerpen
GEMINI
Fanny F. Cussoy
Novel
Bronze
Fat, Hope, Love
Lily Zhang
Novel
Overprotektif
Princessdkk
Novel
Jalan Tanpa Tepi
Nurul Fajriani
Rekomendasi
Flash
Sandal dan Senja
Janeeta Mz
Novel
Bronze
Pohon Imajinasi
Janeeta Mz
Cerpen
Sang Penembus Dua Sisi
Janeeta Mz
Novel
Elang dan Cempaka
Janeeta Mz