Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Horor
Tengah Hari
3
Suka
15,602
Dibaca

Bayangan raksasa pepohonan memantul sempurna pada beningnya air danau yang tenang, kayu-kayu itu seakan memeluk tempat itu. Sesekali kicauan burung dan gemeresik dahan pohon yang digoda sang angin memecah sunyi. Beberapa capung bersayap emas pantulan cahaya matahari terbang rendah lenyap begitu saja dari atas danau. Lumut mengintari tepian danau bak permadani hijau membentang.

“Lihat tempat ini!” ucap Kevin sembari mengarahkan kameranya pada ke arah danau. 

Bimo dan Rendi mengikuti bidikan Kevin, raut wajah mereka benar-benar telah jatuh hati pada tempat ini. kelelahan akibat berjalan menaiki tanjakan dan menembus lebatnya hutan terbayar sudah. Ketiga pria itu adalah tim artikel horor dari salah satu majalah, untuk sampai ke danau ini, bukanlah hal yang mudah, bahkan sebelum mereka kemari, para tetua adat terlebih dahulu melakukan upacara adat.

“Cepatlah bergegas!” Pinta Bimo. “Ingat kata Bapak penjaga tadi, kita tidak boleh sampai tengah hari berada di danau ini.”

“Alah!” Kevin menepis ucapan itu. “Itu hanya mitos bung, dongeng zaman dahulu. Lagi pula hantu itu jam kerjanya malam bukannya siang. Ada-ada saja.”

Bimo dan Rendi beradu tatap lalu mengangkat bahu, keduanya masih ingat pesan dari sang penjaga danau, segera pulang ketika nyaris tengah hari, konon katanya pada pukul 12.00 siang para bidadari atau para perempuan jadi-jadian akan turun dan mandi di sana, mereka cantik layaknya manusia namun berbeda alam. Jangan sampai mereka melihat sebab mereka laki-laki dan mudah untuk jatuh pada pesona mereka dan jika itu terjadi nyawa adalah taruhan.

Matahari makin tinggi kalaupun teriknya tidak begitu terasa karena teduhnya pepohonan, Bimo dan Rendi menyimpan semua peralatan mereka dan bergegas pergi, tapi Kevin malah membasuh wajahnya dengan air danau. Bimo memberikan peringatan tapi pria itu tak peduli.

“Alah bodoh! Kalian saja memang penakut. Sana pulang saja duluan, aku akan menyusul.”

Bimo dan Rendi benar-benar tidak peduli lagi, sepanjang bekerja dengan Kevin memang selalu begitu, dia egois. Mereka pergi, tepat pukul 11. 40.

Pukul 12.00 tepat, hutan mendadak sunyi. Kevin jadi merinding sendiri. Dia meraih ransel bersiap untuk pergi. Telinganya menangkap cekikikan tawa dari arah lain danau. Ia menoleh, jantungnya berdegup kencang, desiran keringat dingin membanjiri tubuhnya. 

Di seberang danau kecil itu, beberapa perempuan cantik jelita muncul dari berbalik pepohonan. Wajah mereka ayu dengan rambut panjang terurai hingga ke mata kaki. Seumur hidup Kevin tidak pernah menyaksikan pemandangan serupa ini. Ia meraih kamera berusaha mengabaikan kejadian ini, tapi sebelum dia menekan tombol, seorang dari para wanita melambaikan tangannya, memanggil pria itu.

Tidak ada jalan lain untuk ke seberang, kecuali berjalan melewati danau. Air tenang dan bening menampakkan dasar yang tidak terlalu dalam, dengan cepat Kevin berjalan. Selangkah demi selangkah, kaki telanjang menginjak dasar danau, air berubah keruh, dasar danau tak lagi terlihat. Semakin jauh dia melangkah semakin berkuasa air melahap tubuhnya. Sebelum tempat para bidadari tercapai, Kevin lebih dahulu kehabisan udara, dia tak bisa bernapas dan merasakan sebuah tarikan kuat di kakinya , cakar-cakar tajam merobek kulitnya, air di kelilingnya berubah merah, dia hilang tenggelam ke dasar danau.

Jasad pria malang itu baru ditemukan satu minggu kemudian setelah diadakan upacara adat. Aturan dibuat untuk ditaati bukan sebaliknya.

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Horor
Flash
Tengah Hari
Springkel9
Novel
Gold
Fantasteen Closer
Mizan Publishing
Novel
Gold
Fantasteen Shadow
Mizan Publishing
Novel
Awakening - Sixth Sense
Kevin Aryanto Wijaya
Cerpen
Jalur Pulang
Ezra Jo
Flash
The Puppet Master
Rama Sudeta A
Cerpen
Bronze
Bayangan di jendela
Rini juniarti
Novel
Bronze
KHODAM
Herman Siem
Novel
Gold
Fantasteen Ghost Dormitory in Sidney
Mizan Publishing
Cerpen
Bronze
StartUp Unit 404
Nurfaizah
Flash
Kakak
najla shafaa
Skrip Film
Gondo Mayit
Herman Siem
Cerpen
Jam Setengah Empat
Penulis N
Novel
NENG!
Via Mardiana
Novel
Divisi Astral
Naufal Abdillah
Rekomendasi
Flash
Tengah Hari
Springkel9
Novel
Fake World
Springkel9
Novel
The Maid of Ghost
Springkel9
Novel
Oh God He's My Ex
Springkel9