Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Aksi
BUKU TUA
3
Suka
11,801
Dibaca

Akhh.. Ekhh..

Tersengal nafas muda itu. Menderu-deru seperti mobil tua. Ratusan suara bersahutan. Mengejar tiada ampun.

Berlarilah..

Tak perlu berhenti. Terus berlari. Biarkan kaki terasa tebal. Biarkan tangan berayung seperti tertiup angin topan. Tak perlu menoleh ke belakang. Tataplah arahmu yang jauh di depan. Tak perlu peduli bebatuan menghantam kaki.

Berlarilah..

Teroboslah semak belukar. Langkahi ngarai yang terjal. Selamilah sungai yang dalam. Tetapi ratusan suara masih saja mengejar. Semakin berlari. Semakin dekat suara-suara itu.

“Cepat! Jangan berhenti walau sekejap!” Begitulah suara itu bergema. Memerintah untuk cepat berlari. Menerjang apa saja yang menghalang.

 “Malam ini juga dia harus mati.” Di sambut kalimat yang lebih beringas.

Tetapi apa yang membuatnya berlari? Ia kembali mengingat-ingat. Ah.. tuduhan itu; pengkhianat, perusak tradisi, pencuri. Bukankah semua tuduhan itu omong kosong? Masih segar ingatannya. Masih membayang angannya. Bukankah ia sedang asyik membaca di perpustakaan? Lalu gelap menelungkup ruangan?

Belum sempurna memahami keadaan. Sebatang anak panah menerobos malam. Hampir saja jidatnya terkena tembakan jitu. Lalu dimulailah pelarian ini.

Ia kembali mengingat-ingat setiap tuduhan itu. Tetapi tak satu pun peristiwa datang mengabarkan makna. Memberitahu tentang motif tuduhan. Kepalanya terasa berat berpikir. Kakinya terasa kebas berlari. Matanya terasa pekat memilah-pilah jalan yang di tempuh.

Ketika kakinya benar-benar lelah. Ia terbanting ke depan. Sebatang anak panah mengenai pahanya. Sementara ratusan suara makin beringas. Teriakannya meluruhkan semangat yang masih berkobar.

“Itu dia si pengkhianat.”

“Jangan biarkan lepas!”

Ratusan manusia kini benar-benar mendekat. Ia benar-benar terperangkap. Tak ada lagi celah berlari. Ia mengumpat dirinya yang kelelahan. Ketika pengejar hendak menebaskan pedangnya. Mencoba menghindar. Kaki menginjak lobang. Lalu terjatuh tanpa sadar.

Akhh.....

Teriaknya kaget menyadari lobang itu terasa dalam. Semakin lama semakin dalam. Tanpa hujung. Gelap. Tanpa suara. Tanpa udara. Lalu kesadarannya pun hilang.

Hingga tubuhnya seperti menghantam benda keras. Terperanjat lalu matanya terbuka. Ia kaget melihat di sekelilingnya ternyata banyak manusia. Mengira mereka para pengejar. Hendak berlari. Tetapi satu suara menghetikannya.

“Hendak kemana, Zam?”

“Kamu, Tilameti?” Katanya setelah mengetahui suara itu. Tetapi di mana ia sekarang? Ia melihat sekeliling. Benar. Ia tahu ruangan ini. Kesadarannya belum pulih.

“Lihatlah bajumu. Semua basah. Kamu bermimpi apa?”

“Bermimpi?”

“Iya. Kamu bermimpi.”

Kini ia mengingat kembali pengejarannya. Sekejap ingatannya kembali. Tentang gedung tua. Tentang suara yang tiba-tiba datang mengejar. Semua tak terkira hingga ia terjatuh dalam lobang.

“Buku tua?” Tanya perempuan itu kepadanya.

“Iya, buku tua.”

“Mimpimu aneh, Zam!” Kata Tilameti memandangi langit sore.

Benar! Ia bermimpi mimpi yang aneh. Mimpi mencuri buku tua di gedung tua yang sudah lapuk!

***

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Aksi
Novel
Mockingbird
Madina_hld
Flash
Bronze
Setelah Lindu
Afri Meldam
Flash
BUKU TUA
Ahmad Karim
Flash
Serba Pertama Kali
Veron Fang
Flash
Sleding Neraka
Sugiadi Azhar
Novel
Bronze
BACK TO 18 AGAIN
Safinatun naja
Novel
Bronze
Freedom Fighter
TheEod
Flash
Mystery Box
Dwi Kurnialis
Novel
Gold
HYPNOSIS FOR CAREER
Mizan Publishing
Flash
Bronze
Glitch
DMRamdhan
Flash
Goat
Rena Miya
Flash
Keluarga di Toko Bunga Phoenix
Fahri Nurul A'la
Skrip Film
Jakarta Baik-Baik Saja
Dimas Wahyu Setyawan
Flash
Pemilu Tak Kasat Mata
Dinda Kusuma Ati
Skrip Film
Twin Flame
Renita Sylvia
Rekomendasi
Flash
BUKU TUA
Ahmad Karim
Novel
SI BURUNG PENYENDIRI
Ahmad Karim
Cerpen
Seribu Asa Kunanti
Ahmad Karim