Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Drama
The Second Person On The Movie
2
Suka
5,050
Dibaca
Cerpen ini masih diperiksa oleh kurator

“Jadi bagaimana ini? Jawaban apa yang kau inginkan dariku?” Suara pria itu terdegar lebih dingin dari suhu udara di musim hujan bulan Desember.

“Apapun yang kau rasakan. Aku sudah mengatakan apa perasaanku jadi kurasa tak masalah untuk mendengar apa yang kau rasa juga.” Wanita itu menjawab dengan suara lemah.

“Aku tidak tertarik denganmu.” Ujarnya.

“Ok” balas wanita itu lagi, jika memang seperti itu dia tidak punya kata-kata lagi untuk diungkapkan.

Wanita membalikan tubuhnya dengan paket perasaan yang terasa berat di dadanya. Dia sudah mengatakannya dan sudah langsung mendapatkan jawabannya juga, hasilnya tidak sesuai dengan yang diinginkannya tapi menginginkan sesuatu berjalan sesuai keinginan adalah permintaan yang berat dan Tuhan tidak ingin mengabulkannya kali ini.

Bagaimana segala sesuatu harus berjalan? sudah seperti ini? wanita itu merasa bahwa dia hanya salah meletakan posisinya.

Dia hanya berpikir dia akan menjadi pemeran utama wanita dalam movie. Tak seorangpun yang menipunya, dia menipu dirinya sendiri, tentang menjadi pemeran utama itu.

Wanita yang cantik, dia sungguh berpikir dia seorang wanita yang cantik ketika melihat pantulan dirinya di cermin kamarnya tapi tidak jika dia bercermin bersampingan dengan wanita lain, dia adalah yang terburuk.

Wanita yang cerdas? memang bisa secerdas apa dia? ini bukan hanya tentang dia, ini tentang semua manusia, sekalipun menuliskan species mereka sendiri sebagai mahluk tercerdas, memangnya homo sapiens bisa secerdas apa? manusia masih belum bisa menemukan apa tujuan dari hidup mereka, beberapa bahkan tidak bisa mengenali diri mereka sendiri, wanita itu adalah satu diantaranya.

Ah.., dia percaya bahwa pria itu akan memiliki perasaan yang sama dengannya tapi semua itu hanya ada dalam pikirannya, kenyataannya berlawanan.

Dia mendownload banyak lagu romantis hari ini, sementara duduk di kursi kereta yang akan membawanya ke pria itu, dia memainkan lagunya dari handphone android miliknya sementara imajinasinya menggambarkan dirinya mendengarkan lagunya bersama pria itu diperjalanan pulangnya.

Dia mengambil tempatnya kembali, kursi paling belakang kereta, kembali menyetel lagu romantis itu tapi karena lagunya sudah tidak sesuai dengan kondisi hatinya, dia tentu saja menggantinya dengan yang kebih sesuai. Lagu patah hati yang etah bagaimana membuat rasa sakitnya menjadi sedikit fancy sekalipun tentap menyedihkan. Pemandangan dibalik jendela kereta membuat suasananya menjadi lebih kental.

Dia bergerak menjauh dari titik acuannya, pria itu adalah acuannya.

Wanita itu menarik nafas berusaha melonggarkan dadanya yang terasa sesak, lain kali dia harus mengingatkan dirinya bahwa dia hanyalah wanita pemeran kedua dalam movie.

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Tidak ada komentar
Rekomendasi dari Drama
Novel
Bronze
Hard for Me
Alifia Sastia
Flash
The Second Person On The Movie
Riska Irmayadi
Novel
Bronze
You Are Too LATE
Lisnawati
Novel
A Piece of Puzzle
Yovi Eviani Chandra
Novel
Bronze
62'S Ways
Lita Lestianti
Novel
Bronze
Memilih Senyap
Yuditeha
Novel
Omaku Sayang, Omaku Malang
Fii
Novel
Bronze
Gadis Pelarian
Rosidawati
Novel
Bronze
Titik tanpa koma
MiHizky
Cerpen
Bronze
GADIS SUDRA
Iman Siputra
Novel
Bronze
Dilema Istri Pengganti
Aydhaa Aydhaa
Novel
Gold
Burung Terbang di Kelam Malam
Bentang Pustaka
Novel
Bronze
Surya Tenggelam di Bulan Mei
Sunarti
Komik
Syzygy
Dinni Tresnadewi
Flash
Rumpang
Nadia Auliyah
Rekomendasi
Flash
The Second Person On The Movie
Riska Irmayadi
Flash
52 Hz
Riska Irmayadi
Flash
Mimpi Orang Mati
Riska Irmayadi
Novel
Bronze
Living Dead youth
Riska Irmayadi
Flash
Kopi dan Kata
Riska Irmayadi
Komik
Bronze
Nah...
Riska Irmayadi
Flash
SIPIR
Riska Irmayadi
Flash
APPLY PURPLE LIPSTIK ON MY LIP
Riska Irmayadi
Flash
PREPARE MY BAGGAGE
Riska Irmayadi
Flash
Pesan Bunga Matahari Sekarat
Riska Irmayadi