Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Drama
Rahim Suci
1
Suka
30,105
Dibaca

Aku sempat berpikir apa ibu semacam vampir? Apabila terkena matahari kulitnya akan melepuh kemudian seketika menjadi abu. Akan tetapi di malam hari ia juga tidak pernah keluar rumah. Atau mungkin reinkarnasi Bunda Maria. Suci tak terjamah. Lalu bagaimana denganku, seorang anak yang terlahir dari rahim sucinya. Aku memiliki ayah penuh kasih. Jangan pernah ragukan itu.

Empat belas tahun usiaku, maka lebih empat belas tahun pula, ibu mengurung diri di rumah. Wajahnya putih pucat seperti porselin Cina yang menghiasi lemari dapur kami. Hanya matahari yang menerobos dari celah jendela yang mampu menjamah kulitnya.

Perempuan berambut panjang dengan bandana yang sering menghiasi kepalanya itu tidak pernah marah senakal apapun aku di luar atau di rumah. Bahkan ia tidak pernah tertawa terbahak-bahak sebagaimana manusia pada normalnya. Jika wanita-wanita di luar sana sibuk bergosip tentang apa saja, ibu memilih berdiam diri di rumah. Ia membersihkan tempat tinggal kami setiap hari, setiap saat. Ia teramat pandai memasak, dari jarak dua kilometer saja saat ia membuka jendela dapur maka akan tercium aroma bumbu dari racikan tangannya yang ajaib itu. Ia juga mahir menjahit baju. Semua seragamku dari keterampilan tangannya. Ia sering duduk di samping jendela menatap taman bunga di pekarangan. Ayah membuatkan itu untuknya, menyirami setiap hari dan memberikan pupuk terbaik.

Ayah menceritakan apapun tentang dunia di luar sana. Ibu akan mendengarkan dengan saksama. Ia adalah pendengar sangat baik dan tidak pernah membantah.

Semuanya kemudian berubah. Hari itu seharusnya ayah mengambil rapor untukku, akan tetapi karena urusan pekerjaan, ia tidak bisa hadir. Ibu tentu saja tidak akan melakukan itu walau aku mengiba.

Matahari masih begitu garang membungkus kota, seorang laki-laki yang sungguh tidak asing bertandang ke rumah. Beliau adalah guru wali kelasku. Bapak Adya, guru paling ganteng dengan wajah bak purnama, kata teman-teman yang sedang mengalami masa pubertas.

“Kenapa ayahmu tidak datang?’ tanya Bapak Adya ramah setelah kupersilakan duduk.

“Maaf.” Hanya kata itu yang keluar dari bibirku sambil memilin ujung baju. Berselang menit kami dikejutkan kelenting gelas beradu dengan lantai. Pecah berderai. Ibu terpaku di ambang pintu menatap lekat Pak Adya. Seperti melihat hantu.

Pak Adya bangkit dengan wajah bergetar. "Emily?"

Genangan air mata seketika membasahi pipi pucat ibu. Ia berlari ke kamar. Kedebum pintu membuatku semakin tersentak.

"Emily, aku ingin bicara!"

"Pergi!!!"

Untuk pertama kali kudengar ibu menangis, untuk pertama kali pula ibu berteriak seperti itu.

Bapak Adya menatapku lamat-lamat, sekejap kemudian menuju meja tamu. dilihatnya kembali buku raporku.

---------------------------------------------------

Lima belas tahun lalu, sepasang kekasih yang sedang mabuk kasmaran merayakan Hari Kasih Sayang di sebuah hotel bintang dua. Malam itu adalah pembuktian cinta dengan cara purba. Laki-laki itu lalu pergi tanpa kabar berita. benih cinta terlarang bersemayam pada rahim sang perempuan. Ia kemudian menikah dengan laki-laki pilihan ayahnya lalu mengurung diri di sebuah pinggiran kota.

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Drama
Novel
My Precious Daughter
Pinklaf
Novel
Rumah Tangga Percobaan
Bobby Mahmud
Flash
Rahim Suci
Raida Hasan
Novel
Bronze
End Of Age ~Novel~
Herman Sim
Skrip Film
Love (To be) On Top
Nida C
Flash
Arjuna Banowati
Riska (Ruva Rusa)
Flash
Malam Pertama Riana
Mario Matutu
Cerpen
Bronze
Pak Candra
Dewi Fortuna
Novel
Bronze
Tell Me Your Secret
Risda Ully Safitri
Novel
Rantau 1992
Saras Agustina
Novel
Bronze
Kang Azzam: Sang Kiai dan Metamorfosa
Imajinasiku
Novel
Bronze
Celana Biru yang Sobek
Dewi Fortuna
Komik
Berharap Indah
AmaySa
Novel
Mungkin Hanya Ayah
Ahmad Uwais Al-Khalafi
Novel
Bronze
Rain Puddles
Rakell
Rekomendasi
Flash
Rahim Suci
Raida Hasan
Novel
Prahara di Langit Borneo
Raida Hasan
Novel
Pribumi
Raida Hasan
Novel
Bronze
Di Ujung Senja Kau Sebut Namaku
Raida Hasan
Novel
File
Raida Hasan