Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Drama
Rahim Suci
1
Suka
29,673
Dibaca

Aku sempat berpikir apa ibu semacam vampir? Apabila terkena matahari kulitnya akan melepuh kemudian seketika menjadi abu. Akan tetapi di malam hari ia juga tidak pernah keluar rumah. Atau mungkin reinkarnasi Bunda Maria. Suci tak terjamah. Lalu bagaimana denganku, seorang anak yang terlahir dari rahim sucinya. Aku memiliki ayah penuh kasih. Jangan pernah ragukan itu.

Empat belas tahun usiaku, maka lebih empat belas tahun pula, ibu mengurung diri di rumah. Wajahnya putih pucat seperti porselin Cina yang menghiasi lemari dapur kami. Hanya matahari yang menerobos dari celah jendela yang mampu menjamah kulitnya.

Perempuan berambut panjang dengan bandana yang sering menghiasi kepalanya itu tidak pernah marah senakal apapun aku di luar atau di rumah. Bahkan ia tidak pernah tertawa terbahak-bahak sebagaimana manusia pada normalnya. Jika wanita-wanita di luar sana sibuk bergosip tentang apa saja, ibu memilih berdiam diri di rumah. Ia membersihkan tempat tinggal kami setiap hari, setiap saat. Ia teramat pandai memasak, dari jarak dua kilometer saja saat ia membuka jendela dapur maka akan tercium aroma bumbu dari racikan tangannya yang ajaib itu. Ia juga mahir menjahit baju. Semua seragamku dari keterampilan tangannya. Ia sering duduk di samping jendela menatap taman bunga di pekarangan. Ayah membuatkan itu untuknya, menyirami setiap hari dan memberikan pupuk terbaik.

Ayah menceritakan apapun tentang dunia di luar sana. Ibu akan mendengarkan dengan saksama. Ia adalah pendengar sangat baik dan tidak pernah membantah.

Semuanya kemudian berubah. Hari itu seharusnya ayah mengambil rapor untukku, akan tetapi karena urusan pekerjaan, ia tidak bisa hadir. Ibu tentu saja tidak akan melakukan itu walau aku mengiba.

Matahari masih begitu garang membungkus kota, seorang laki-laki yang sungguh tidak asing bertandang ke rumah. Beliau adalah guru wali kelasku. Bapak Adya, guru paling ganteng dengan wajah bak purnama, kata teman-teman yang sedang mengalami masa pubertas.

“Kenapa ayahmu tidak datang?’ tanya Bapak Adya ramah setelah kupersilakan duduk.

“Maaf.” Hanya kata itu yang keluar dari bibirku sambil memilin ujung baju. Berselang menit kami dikejutkan kelenting gelas beradu dengan lantai. Pecah berderai. Ibu terpaku di ambang pintu menatap lekat Pak Adya. Seperti melihat hantu.

Pak Adya bangkit dengan wajah bergetar. "Emily?"

Genangan air mata seketika membasahi pipi pucat ibu. Ia berlari ke kamar. Kedebum pintu membuatku semakin tersentak.

"Emily, aku ingin bicara!"

"Pergi!!!"

Untuk pertama kali kudengar ibu menangis, untuk pertama kali pula ibu berteriak seperti itu.

Bapak Adya menatapku lamat-lamat, sekejap kemudian menuju meja tamu. dilihatnya kembali buku raporku.

---------------------------------------------------

Lima belas tahun lalu, sepasang kekasih yang sedang mabuk kasmaran merayakan Hari Kasih Sayang di sebuah hotel bintang dua. Malam itu adalah pembuktian cinta dengan cara purba. Laki-laki itu lalu pergi tanpa kabar berita. benih cinta terlarang bersemayam pada rahim sang perempuan. Ia kemudian menikah dengan laki-laki pilihan ayahnya lalu mengurung diri di sebuah pinggiran kota.

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Drama
Flash
Rahim Suci
Raida Hasan
Novel
Derita Istri Muda
Novia dewi
Flash
Cat Madness
Siddfen
Flash
Sepotong Senja di Ujung Jalan
Hendra
Flash
AIR ITU DATANG TANPA MENGETUK
Dyah
Cerpen
Diam yang Berbicara
muhaibra
Novel
Bronze
Meet you at 0,001% Chance
Antrasena
Novel
YANG BULAN SAKSIKAN
Raden Maesaroh
Flash
Bronze
It's May Day !
Nurbaya Pulhehe
Novel
Dreams List
Shabrina Hanum wajdy
Cerpen
Bronze
Temu Sahabat Kecil Lewat Layar Gengam
Lilis Alfina Suryaningsih
Cerpen
Kembang Desa Yang Hilang
Sankalpa Lestari
Cerpen
Segelas Kopi Buat Istri (sekuel Last Call dan Hantu Masa Lalu)
Risna Dabliyuti
Cerpen
Atap ke Dua
myht
Novel
MIKA PELAYAN SENSI
Euis Shakilaraya
Rekomendasi
Flash
Rahim Suci
Raida Hasan
Novel
File
Raida Hasan
Novel
Pribumi
Raida Hasan
Novel
Prahara di Langit Borneo
Raida Hasan
Novel
Bronze
Di Ujung Senja Kau Sebut Namaku
Raida Hasan