Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Misteri
ANOMALI
1
Suka
16,409
Dibaca

“Saya tidak mau tahu. Bilang pada saudara Wati untuk segera membayar hutang-hutangnya! Dasar tikus!” Suara dibalik telepon itu berdenging keras, telak menghantam telingaku.

“Saya tidak ada hubungannya dengan itu semua, Sialan!”

Sambil mengumpat kututup telepon itu. Bising bel dibelakangku juga sungguh menjengkelkan. Sebelum pergi kusempatkan menoleh, mengangguk meminta maaf karena berhenti mendadak di bahu jalan.

Genap seminggu Wati menghilang. Ini sangat bertolakbelakang dengan sikap Wati sebelumnya. Perempuan itu kawanku semasa kuliah dulu dan baru saja bertemu kembali setelah mengikuti reuni tahunan yang diadakan para alumni. Sangat kebetulan, karena hanya aku dan Wati yang selalu absen dari acara reuni, namun malam itu kusempatkan untuk ikut karena memang tidak ada kesibukan yang kukerjakan. Dan secara kebetulan, Wati pun juga menyempatkan ikut.

Dalam aula sekolah, seluruhnya hanyut dalam percakapan. Termasuk aku, saking terkejutnya melihat Wati datang, secara khusus aku berdiri dan berjalan kearahnya.

“Hei Wati. Lama tak jumpa. Bagaimana dengan Jakarta?” Perempuan berambut sebahu itu menoleh, tersenyum.

“Mengecewakan, Alex. Tidak semenarik Jogjamu.” Wati menjawab manis.

Percakapan berjalan hangat, karena memang dulu kami bertetangga dan Ibuku sangat menyukainya. Semenjak itu kami sangat dekat, sampai hari ini. Hari genap seminggu Wati menghilang.

Sore ini juga, setelah mendapatkan telepon yang sekian kali itu kuputuskan untuk langsung menuju rumah orang tua Wati. Tak jauh dari rumah Ibuku. Seluruhnya harus diluruskan.

Rumah itu tetap sama. Terlihat damai.

“Keterlaluan om, tante. Mereka menerorku selama satu minggu lebih, tak pernah berhenti. Siang, malam, bahkan ketika pagi-pagi aku bekerja mereka sibuk sekali menelponku. Hanya satu kalimat pendek ‘Beritahu Wati untuk membayar hutangnya!’ dan ribuan pesan singkat berisi ancaman mengerikan. Aku benar-benar tak tahu siapa dan apa urusan mereka denganku. Yang jelas, Wati menggunakan nomor dan data diriku di berbagai rentenir. Kudengar dari banyak debtcollector juga Wati bermain narkoba, jual diri dan menipu banyak bank swasta. Mata rantai busuk dari semua kekacauan ini. Saya tak mau tahu om, tante. Suruh Wati mengurus semua ini. Karena ia benar-benar menghilang seminggu ini.”

“Terimakasih. Saya pamit.”

***

“Assalamualaikum, nak.”

Ibu.

“Walaikumsalam, Bu. Alex sedang kerja. Ada apa?”

“Ayah Wati meninggal. Semua tetangga menjelek-jelekanmu. Dan Ibunya wati seperti benci mampus pada ibumu ini. Semua tetangga juga sama. Aku tak tahu ada apa, nak. Apa yang kau katakan tempo hari waktu berkunjung kerumah mereka?”

Alex tercekat. Ia tak berkedip sedetik pun.

“Apa Wati ikut pulang, Bu?”

“Yah. Dia ikut pulang, wajahnya pun seperti benci sekali dengan rumah kita.”

“Perempuan sialan!”

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (2)
Rekomendasi dari Misteri
Flash
Detective Arman : Wanita Yang Jatuh Dari Lantai 19
Bramanditya
Cerpen
Bronze
Proyek Memori: Subjek 27
Ron Nee Soo
Flash
ANOMALI
Deny Pamungkas
Cerpen
Indonesia Indonesia
Rere Valencia
Flash
Bronze
Judulnya Nanti, Ya!
Rere Valencia
Novel
Justin & Misteri Puding Merah (bagian 1)
Arzen Rui
Cerpen
Bronze
Bayangan di Meja Sebelah
Muhamad Irfan
Cerpen
Bronze
UTI PUTRI & BANJIR YANG MENENGGELAMKAN IBUKOTA
Sri Wintala Achmad
Novel
Delusi
Asih Tri Setianingrum
Flash
Kalian Seharusnya Suka Dengan Cerita Ini
Rahma Nanda Sri Wahyuni
Novel
Rewind, Until 100%
Aisya A. A.
Cerpen
Segel
Ananda Balqis
Flash
Sera Alyana
Haris Hidayat
Flash
Orang - Orang Hilang
Akara Drawya
Novel
Lakon-Lakon Persona
Zya Zura
Rekomendasi
Flash
ANOMALI
Deny Pamungkas
Flash
Disemayamkannya Pelacur Gila Itu
Deny Pamungkas
Novel
Menggantung Sumarah di Langit Merah
Deny Pamungkas
Novel
Misal Saja Dendam Itu Tak Berani Pulang, Kekasih
Deny Pamungkas
Flash
Pelacur Itu Bernama Maryam
Deny Pamungkas