Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Horor
Permainan
0
Suka
16,349
Dibaca

Aku terbangun dari tidurku. Malam hari menjadi waktu di mana aku menjalankan rencanaku. Hari ini nama seorang pria tertulis di catatanku. Ini menandakan bahwa aku harus mendatangi rumahnya. Semoga ini menjadi terakhir kali aku mendatangi rumah itu. Namun sayang sekali ini sudah malam hari. Semua penghuni rumah sudah tertidur.

Aku tetap masuk ke dalam rumah itu secara diam – diam. Tanpa membuat penghuni rumah itu terganggu dengan kedatanganku. Aku tertarik dengan salah satu kamar di rumah itu. Hawanya masih sangat bersih bila dibandingkan hawa manusia biasa. Aku pun masuk ke dalam kamar tersebut.

Kutemukan seorang anak sedang tertidur pulas. Aku tidak ingin mengganggu tidurnya, jadi kuputuskan untuk masuk ke alam mimpi anak itu.

“Hai nak, bagaimana harimu?” tanyaku padanya.

Ia hanya memandangku dengan tatapan bingung, “Kakak siapa?”

“Ah, kakak tidak punya nama. Ohya, apa kamu suka permainan?”

Anak itu menganggukkan kepalanya tanda mengiyakan.

“Baiklah, kakak punya permainan yang sangat seru. Apa kamu mau bermain denganku?”

Anak itu kembali menganggukkan kepalanya.

“Baiklah, permainannya adalah seperti ini. Kamu harus menghalangi ayahmu pergi menjalankan tugasnya. Ayahmu tidak boleh menjalankan tugasnya. Bila kamu gagal, maka kamu akan kehilangan ayahmu. Permainan dimulai besok.”

Aku pergi meninggalkan anak itu yang tampak kebingungan.

Aku telah berada diluar mimpi anak itu. Kulihat dia masih tertidur pulas. Kamu masih polos sekali, nak.

Keesokan harinya, anak itu menghalang – halangi ayahnya yang hendak pergi bekerja. Sang ayah hanya tertawa melihat tingkah laku anak itu, begitu juga ibunya. Aku hanya menyaksikan mereka dari jauh. Tampak sang ibu berinisiatif menenangkan anak itu agar membiarkan ayahnya pergi bekerja. Anak itu berhasil luluh dengan bujukan ibunya. Sang ayah pun berangkat pergi menjalankan tugasnya, tak lupa mengucapkan salam.

“Maaf nak, kamu kalah dalam permainan ini. Terima saja salam terakhir dari ayahmu itu.”

Sebentar lagi, nama pria itu akan terhapus dari catatanku.  

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Horor
Flash
Permainan
Dark Specialist
Flash
Eksistensi
Dark Specialist
Flash
Pesta di Malam Itu
eunike_xiuling
Novel
Bronze
Shaman Palakka
Raxl Sri
Cerpen
Bronze
Bonsai Tangisan
Nuel Lubis
Flash
Hutan Berkabut Putih
Martha Z. ElKutuby
Novel
Gold
Fantasteen Hana dan Piano La
Mizan Publishing
Novel
Pesantren Desa Darungan
fenoadinaya
Cerpen
Bronze
Ayah, Ke Mana Orang-Orang Setelah Mati?
Jasma Ryadi
Novel
Dongeng Tengah Malam
Maghfira Izani
Novel
Kisah ku dengan para hantu
Katia
Cerpen
Bronze
Boneka Bobo
Christian Shonda Benyamin
Novel
Gold
The Haunting of Hill House
Mizan Publishing
Flash
Tiga Ketukan Sunyi
Jasma Ryadi
Novel
JERAT
Nyonya Maneh
Rekomendasi
Flash
Permainan
Dark Specialist
Flash
Eksistensi
Dark Specialist
Flash
Hari Ibu
Dark Specialist
Flash
Giliran
Dark Specialist
Novel
Dagaz
Dark Specialist
Novel
Bronze
Herrscher: deus experimentum
Dark Specialist
Flash
Panen
Dark Specialist
Flash
Jatuh
Dark Specialist
Novel
Herrscher
Dark Specialist
Flash
Waktu
Dark Specialist
Novel
Herrscher: universum conspiratio
Dark Specialist
Flash
Kaya
Dark Specialist
Flash
Hadiah
Dark Specialist
Flash
Terrorist
Dark Specialist
Flash
Liburan
Dark Specialist