Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Drama
Deburan Ombak Asmara
3
Suka
28,467
Dibaca

Hari itu kala semburat senja menyapa diiringi bisikan angin dari arah barat, ku berdiri di tepian pantai dengan pandangan kosong yang jauh menyapu permukaan lautan. Keindahan senja menenangkan pikiran serta tubuh lelahku setelah satu minggu penuh bergulat dengan kesibukan dunia. Kicauan burung terdengar sangat merdu layaknya iringan musik yang memecah kerumunan beban di dalam kepala. Sejuk, indah, damai dan sangat tentram. Sungguh aku sangat enggan beranjak dari tempat ini.

Seperti namanya, ASMARA. Pantai ini memberikan rasa nyaman dan membuat siapapun mampu merasakan gejolak asmara kala melihat wajahnya. Perjalanan yang cukup jauh tidak membuatku gentar demi dapat bersua dengan indah parasnya.

Penginapanku tidak begitu jauh dari pantai, telah kuputuskan untuk kembali setelah hari menjadi gelap. Masih ingin berlama-lama menikmati hari tanpa adanya suara bos disana sini.

Pelan, riak pantai membuatku menarik ujung kedua bibir merasa begitu bahagia dengan keindahan anugerah alam. Tidak ingin memikirkan hal lain, hanya fokus dengan diriku sendiri dan Asmara.

Sebuah ayunan yang sengaja dibuat untuk para pengunjung menarik perhatianku dari kejauhan. Perlahan kudekati dan kujadikan tempat duduk santaiku sembari memandangi hamparan pasir yang kecoklatan.

“Menghindari masalah bukanlah sebuah solusi, itu bahkan akan menyebabkan masalah baru. Berdiri, hadapilah masalahmu. Kamu pasti bisa, Vin.”

Kalimat Arka tadi sore masih melekat di kepalaku. Sahabatku itu memang selalu memberikan kalimat indah yang mampu memotivasi dan menyemangatiku untuk kembali melanjutkan kehidupan.

Beberapa masalah kantor yang bertubi menerpa membuatku sangat penat dan hampir menyerah. Energy positif dari lingkungan sangat kubutuhkan saat ini, itulah alasannya kenapa aku memilih Asmara untuk menjadi teman berbagi keluh kesah.

Tidak perlu bercerita kesana kemari, cukup dengarkan alam bernyanyi dan nikmati malam sunyi untuk melihat dan mengoreksi diri sendiri. Perjalananku memang selalu sepi karena aku tidak pernah pergi bersama dengan siapa pun, cukup dengan diri sendiri.

Bagiku, melakukan perjalanan sendirian adalah salah satu cara terapi untuk mentalku yang sedikit cidera karena sebenarnya diriku adalah introvert dan tidak begitu menyukai keramaian dan kesibukan seperti di kantor.

Kuhirup dalam-dalam udara senja yang menyegarkan kerongkongan.

Beberapa pengunjung mulai menyalakan api unggun di depan tenda mereka, mulai bernyanyian dan membakar ikan yang mereka beli pada nelayan. Pemandangan yang cukup indah, aku dapat merasakan keseruannya hanya saja aku tidak tertarik untuk bergabung dengan mereka walau beberapa pemuda melambaikan tangan mengajakku bergabung.

Aku adalah anak laki-laki yang menyukai pantai dan bintang, ada hal lain yang kusuka yaitu diam. Ya, memang begitu adanya karena aku tidak begitu mahir untuk bersapa dengan orang lain.

Awan cerah, bintang bertabur meriah, ombak menepi dengan indah, inilah salah satu momen terbaik dalam hidupku. Tersirat sedikit kalimat untuk Asmara dariku yang hanya orang biasa.

Asmara, ombakmu menenangkanku

Rupamu menyenangkanku

Belaian anginmu membuatku tersadarkan akan besarnya anugerah Tuhan pada hambanya

Aku harap, semua orang dapat menikmati keindahan alam ini di kemudian hari. Anak dan cucuku, semoga kita masih bisa bersama menikmati senja. Semoga dan semoga, aku hanya ingin hidup bahagia.

Ku pandangi sekeliling yang sudah semakin gelap dan sunyi, kuputuskan untuk kembali ke penginapan dan menyiapkan tenaga untuk kembali menggapai mimpi besok hari.

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Drama
Novel
Aku dan Doaku kepada Allah
ririri
Novel
Dekat
BlackTruffleGvrl
Novel
Bronze
PAPA
Hanna Khoiruzzahro
Novel
Aku Adalah Kamu
Sonya Mega Flourensia
Novel
Fiksi Daripada Empat Windu, Atau Empat Windu Daripada Fiksi?
Petrus Setiawan
Flash
Deburan Ombak Asmara
SITI NUR AISYAH
Cerpen
Sonata Bahari
Kaysan Kareem
Novel
Bronze
My 25 Days Corona Diary
Eunike Mariyani
Novel
Dakwah Durjana
Masrojah
Novel
Bronze
Pintu Tauhid 2
Imajinasiku
Flash
Berpisah atau Bersama tapi Menyakitkan
Ika nurpitasari
Flash
Kemenangan Dika
nirjana
Flash
Bronze
Cincin di laci sebelah
Okhie vellino erianto
Cerpen
Bocah Pecandu Lem
Muhammad Ilfan Zulfani
Cerpen
Sup Ikan Gurame
Cheri Nanas
Rekomendasi
Flash
Deburan Ombak Asmara
SITI NUR AISYAH
Flash
Tidak Mungkin
SITI NUR AISYAH
Flash
Aku Mencintaiku
SITI NUR AISYAH
Flash
Pulang
SITI NUR AISYAH
Novel
Bronze
JOMBLO HALU
SITI NUR AISYAH
Novel
Another Toxic Story
SITI NUR AISYAH