Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Drama
Cermin Waktu
9
Suka
31,553
Dibaca

Reiko membanting pintu apartemennya setelah masuk. Tidak keras, sebenarnya, tapi tidak bisa juga dikatakan pelan; cukup untuk melepas sedikit emosi yang menggelembung di dadanya.

Ia bersandar ke pintu sebentar sebelum tubuhnya melorot dan kemudian terduduk di lantai. Ia tatap apartemen kecilnya, yang tidak berubah semenjak ia tinggalkan tadi pagi, hanya sekarang tampak gelap. Malam telah tampak dari jendela yang hanya berjarak tiga meter di hadapannya, menawarkan kesadaran penuh kalau ia telah menambah satu hari dalam hari-hari hidupnya. Tapi Reiko merasa gamang.

Lemah ia bangkit. Melepas alas kaki dan melangkah menuju dapur. Di tengah jalan, langkahnya terhenti ketika ia menangkap bayangan cermin di samping kirinya. Ia melihat bayangan dirinya. Gelap, tapi kemudian menerang oleh terang jendela yang diikuti gemuruh mesin kereta api yang melaju menuju Tokyo--atau memasuki Fukushima? Entahlah, Reiko tidak peduli. Ia masih menatap bayangannya di cermin. Ia dekati cermin itu setelah kereta api lewat. Ia tatap dalam-dalam bayangan dirinya. 

"Apa yang mau kamu lakukan dengan hidupmu, Nona?" katanya lirih.

Tentu saja bayangannya hanya mengikuti gerak bibirnya. Tidak akan menjawab. 

"Jawab!" pekik Reiko meski kemudian ia merasa malu terhadap dirinya sendiri dan merasa bodoh.

Ia merunduk sesaat dan menarik nafas panjang sebelum menengadah dan menatap kembali bayangannya.

"Kamu akan seperti apa tiga puluh tahun yang akan datang, Nona?" ucapnya lirih. "Apa yang sedang kamu lakukan tiga puluh tahun yang akan datang?"

Ia tatap matanya sendiri yang mulai berkaca-kaca. Lalu ia melihat sekitar matanya mengeriput, keningnya pun mengeriput, pipinya yang menggelayut dan rambutnya yang memutih. Ia tatap Reiko yang telah renta.

"Kamu kebingungan, Nona?" Bayangannya menjawab.

Reiko mendengus, "Siapa yang tidak?"

Reiko tua tersenyum. Reiko muda menekuk sedih dan menangis. 

"Apa yang akan kamu lakukan dalam posisiku?"

Reiko tua menggelengkan kepala. Pelan. "Aku hanya bisa bilang, ikuti kata hatimu."

Reiko kembali mendengus. "Selama ini aku ikuti kata hatiku dan lihat di mana aku sekarang!"

Reiko tua tampak meneteskan air mata, "Bedakan antara Kata Hati dan Hasrat, Sayang. Hasrat hanya membawa kegelisahan, perasaan kosong. Kata hatimu akan membimbingmu."

"Bagaimana aku bisa membedakannya?" pekik Reiko frustasi.

"Jujur, Sayang. Mulailah jujur dengan dirimu sendiri. Katakan yang benar walaupun pahit, rendahkan hatimu sebagai debu yang masih punya peran di alam semesta. Beranilah, Sayang..."

Bayangan Reiko memudar.

"Jangan pergi dulu!" pekik Reiko seraya meraih cermin. Cermin yang tak lagi menggantung di dinding, melainkan bertengger di lemari rendah yang terbuat dari kayu. Dan tangan yang meraih cermin itupun tak lagi muda.

Reiko tengah duduk bersimpuh di hadapan cermin. Ia tarik tangannya dan merasa malu pada dirinya sendiri, namun ia lanjutkan berkata, "Memang kita banyak melakukan kesalahan. Kita akui itu! Tapi kita tidak bisa menyesal. Tidak bisa! Hanya bisa belajar. Jangan pernah mau mengubah alur hidupmu! Kamu dengar, Nona?"

"Nenek?"

Pintu bergeser dan memperlihatkan wajah manis seorang gadis tiga belas tahun.

"Nenek bicara sama siapa?"

"Sama cermin," jawab Reiko tersenyum. Lalu ia mengulurkan tangan. "Keiko, tolong bantu Nenek berdiri."

Gadis itu menghampiri uluran tangan neneknya dan membantunya berdiri.

"Ayahmu sudah pulang?"

"Belum. Tapi Ibu sudah. Di dapur, sedang masak."

"Ayo, kita bantu."

 

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (6)
Rekomendasi dari Drama
Skrip Film
Pernikahan Dini
hanita
Flash
Cermin Waktu
DMRamdhan
Flash
Wish
Keyda Sara R
Skrip Film
JEJAK HATI
Sonny Budi
Flash
Tangis Pecahan Vas Bunga
Aniqul Umam
Flash
Masakan Ibu
NO-NAME
Flash
Semut dan Gerombolannya
Binaarr
Flash
Bronze
Lelaki Tua dan Kematian
Ahmad Muhaimin
Cerpen
Life After Break Up
ruang.amy.gdala
Novel
Bronze
Aku mau bahagia
Kareniavorg
Novel
Lembar Kesekian Untuk Anda Baca
Dinda Rendrasetya
Novel
Gold
Mellow Yellow Drama
Bentang Pustaka
Skrip Film
Kolam Ikan
Aulia Adli Putra Ersa
Skrip Film
Sepatu Aira
Indah Zuhairani Siregar
Skrip Film
RUANG DAN WAKTU
Purnama
Rekomendasi
Flash
Cermin Waktu
DMRamdhan
Flash
Bronze
Sepadan
DMRamdhan
Flash
L'esprit de L'escalier
DMRamdhan
Flash
Bronze
Hantu Cilik
DMRamdhan
Novel
Bronze
Kecuali Monyet
DMRamdhan
Novel
Bronze
Flight of Birds
DMRamdhan
Skrip Film
Ruang Rahasia Ibu
DMRamdhan
Novel
Rumah Sang Bidadari
DMRamdhan
Flash
Bronze
Indah yang Sejati
DMRamdhan
Novel
Janna dan Pria Bersayap Api
DMRamdhan
Cerpen
Bronze
History of A City
DMRamdhan
Flash
Bronze
A Brief History of a Cadaver
DMRamdhan
Cerpen
Bronze
Korslet (Kisah Seputar Kopi dan Resleting)
DMRamdhan
Flash
Bronze
Glitch
DMRamdhan
Novel
Bronze
Adolescent Crash
DMRamdhan