Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Romantis
TAKDIR CINTA
2
Suka
16,674
Dibaca

TAKDIR CINTA

Kini, aku tahu mengapa gadis itu bersikeras menolak pertemuan. Meskipun selama ini aku sudah mengajak, dan menyakinkan dirinya mengenai niat baikku. 

“Senja!” panggilku, saat berada tepat dibelakangnya. 

Gadis berkerudung krem itu menoleh dengan kepala menunduk – hingga wajah itu hanya memperlihatkan sepasang alis melengkung dan bulu mata lentiknya. Sekilas tampak manis dan anggun. Namun ia seperti enggan untuk melihat wajahku. Entah. Malu atau takut. Melihat tingkahnya seperti itu membuatku tersenyum.

“Dasar gadis unik.” Aku bergumam sendiri disela menunggu gadis di hadapanku mengangkat wajahnya. 

Kemudian sepasang bola mata bening itu membelalak. Membuat senyumku memudar serupa debu di jalanan yang baru saja tertiup oleh angin, lenyap.

Aku tahu saat ini dirinya terkejut, dan meminta penjelasan langsung dariku.

“Namaku Jingga.” Aku memperkenalkan diri – sebagai teman dunia maya yang selama ini dekat dengan dirinya.

Sepasang bola mata indah miliknya kembali membulat sempurna, seolah dirinya tengah menghardik seorang pencuri yang tengah tertangkap basah. Sementara, pelupuk matanya mulai dipenuhi kaca-kaca bening yang siap meluncur. Benar saja air mata itu luruh membanjiri pipi bersihnya. Hanya saja ia masih bergeming. 

Sebagai seorang pria aku hanya bisa menunggu waktu yang tepat untuk bersuara demi menghindari kesalahpahaman. Karena, cara berkomunikasi aku dengan dia berbeda.

Berulang kali punggung tangan itu mengusap air mata yang sebenarnya percuma, karena ujan takkan reda hanya seseorang menginginkannya. Begitu pula dengan air mata miliknya.

Mengapa kamu begitu bersedih dengan kehadiranku?

Kedua tangan yang tampak lembut itu kini berganti – bergerak-gerak teratur seperti tengah merangkai sebuah kalimat. Aku mengamati dengan saksama, sambil mencoba mengingat gerakan tangan Zaliandra – adik perempuanku yang mengalami gangguan pendengaran – ketika tengah belajar bersama gurunya di ruang tamu. 

“Kamu tidak perlu meminta maaf,” ucapku, setelah gerakan tangan itu terhenti. “I love you to, ibu guru Zaliandra.” Sepasang bola mata itu kembali membelalak, terkejut.

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (1)
Rekomendasi dari Romantis
Flash
TAKDIR CINTA
Hara Thea
Novel
Friend with Benefits
it's her.
Novel
Bronze
MASIH ADA CINTA DI HATIKU
Embart nugroho
Novel
Bronze
Simpan(g) Rasa
Ris Aruni
Novel
Secangkir Matcha
imagivine
Flash
Bronze
SEPASANG MUG YANG MERINDUKAN BIBIR
Nimas Rassa Shienta Azzahra
Novel
Sartono & Martini (Kisah Cinta Zaman Baheula)
SeanaLunaria
Novel
Bronze
Amora Menolak Cinta
Rainy Amanda
Novel
Menyibak Payoda
Rintihan Angan
Skrip Film
Bangku Berhadapan pada Sebuah Gerbong Kereta
Latif Pungkasniar
Novel
From China, With Love
Cristal Chung
Novel
Bucin
Ello Aris
Cerpen
Restate
Adinda Amalia
Cerpen
Jika Cinta Masih Ada
Nurul Hidayah
Cerpen
Game Pembuka Rahasia
Dear An
Rekomendasi
Flash
TAKDIR CINTA
Hara Thea