Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Misteri
Sis, She Died In Vain
1
Suka
16,291
Dibaca

Mungkin dia memang terlalu naif.

Areta tidak pernah membiarkan waktunya luang. Selalu ada hal yang berusaha ia lakukan, apapun selain tidur siang. Riwayat hidupnya penuh dengan hal-hal membanggakan. Tetapi, bukan ia yang mendapatkan pekerjaan-pekerjaan impian. Adalah kupu-kupu yang senantiasa pergi dan pulang mendapat kabar menggembirakan.

Saat itu, gadis dengan manik dan surai hitam tersebut beranggapan bahwa ia hanya tidak beruntung. Akan ada pekerjaan yang jauh lebih baik menantinya. Imajinasi-imajinasi liar hingga pada tiga tahun ini, batas kesabarannya telah berada di ujung jari. Ia lelah berlari.

“Kau tahu? Katanya wawancara itu hanyalah sebuah formalitas. Yang mendapatkan posisi itu malah anak pejabat setempat. Dunia memang tidak adil kan?”

Asanya luruh. Begitu pun mimpi. Yang membumbung tinggi hanyalah keinginan untuk pergi. Jauh, agar tiada lagi ia dengar bisik-bisik bagai penyakit. 

Lalu, begitu saja dirasa takdir oleh gadis cantik ini. Diambilnya tali, sembari memantapkan hati. Rasa mencekik di lehernya kian menjerat. Napasnya tertahan, untuk kemudian berhenti sama sekali. Hitungan menit yang begitu singkat lagi ketika ia menyadari bahwa ia tidak benar-benar ingin mati. Ia hanya ingin masalahnya pergi.

“Seseorang tolong selamatkan aku!” bisiknya dalam sepi.

Kemudian ponsel pintarnya berdering. Pernyataan diterima dari suatu tempat yang sempat memberi jawaban tidak. Kandidat yang lolos mengundurkan diri. Sementara seorang lelaki sedang dalam perjalanan membawa bunga dan hal-hal lain yang wanita sukai. Siap mencintai. 

Andai ia bersabar sebentar lagi dan terus berlari. Garis finish-nya sudah menanti.

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Misteri
Flash
Sis, She Died In Vain
Kata tanpa suara
Flash
WONDERLAND
Ri(n)Jani
Flash
Gone Boy
Jatmiko Wicaksono
Cerpen
Bronze
Rumah Impian
Ahmad Muhaimin
Cerpen
Bronze
Berlari dari Kematian
YK-Andriyana-RBD
Cerpen
Bronze
The Holders Of The Beggining
Miss Anonimity
Cerpen
Indonesia Indonesia
Rere Valencia
Novel
Gold
Dark Memories
Noura Publishing
Skrip Film
STASIUN 13
Embart nugroho
Cerpen
Bronze
Kematian dalam Ingatan
Aruna Mufida
Flash
Tidak Ada Salahnya Untuk Berteori
Aurelia Joelyn Angdri
Flash
Kematian Sebuah Bangsa
Akara Drawya
Cerpen
Bronze
Pelaku
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Misteri Hilangnya Penjaga Perpustakaan
Donny Setiawan
Cerpen
Bronze
Runtuhnya Ilmu Kualat
brobin
Rekomendasi
Flash
Sis, She Died In Vain
Kata tanpa suara
Novel
Semesta Putus Asa
Kata tanpa suara