Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Romantis
MARTIAL MUSIC ARTS
6
Suka
25,531
Dibaca

Kabut yang menyelimuti gedung-gedung di seberang semenanjung Kowloon, menjadi gambar latar sendu sore itu. Udara hangat-sejuk berhembus lirih, mengiringi Kanda Hastama memasuki area utama, ruang konser terbuka yang telah kelilingi penonton dengan gemuruh tepuk tangan selama sekitar 1 menit. Kanda berhenti tepat di titik tengah, memejamkan mata selama beberapa detik. Tepuk tangan reda sepenuhnya, nyaris serempak, saat Kanda Hastama mulai menaikkan biolanya ke arah bahu. Seketika dalam satu hentakan napas kuat, gesekan senar biola dan busurnya memecah senyap.

Kina menahan napas.

Musik penutup konser biola Kanda Hastama yang berkolaborasi dengan martial arts kali ini, seperti angin bertiup kencang. Menghentak. Detail. Notasi berkelindan dalam tempo cepat. Getaran emosi dalam membara, kemudian mengalir lambat. Lirih. Seperti udara pagi melewati sebongkah matahari. Menemani helai daun musim gugur yang jatuh.

Dari arah kiri seseorang berjalan perlahan memasuki area spot light.

Kina merasa sesak sepenuhnya.

Pria itu, Liam.

Pria yang ia jumpai pada acara after party usai konser tunggal Kanda di Wanchai tadi malam. Kina telah menduga Liam berasal dari salah satu kelompok bela diri mengingat acara itu hanya untuk tamu undangan. Namun tak menyangka Liam salah satu penampil utama. Kina sendiri hadir sebagai pemenang kompetisi menulis konsep konser Maxi Hunt sore itu.

Konsep yang selalu ia impikan namun lalu ia ragukan.

“Martial arts memeluk elemen sehari-hari, dan meninterpretasikannya dalam gerak.”

Kina teringat ucapan Liam semalam, saat Liam mengetahui Kina sempat ragu dengan keberhasilan konser sore itu. Terutama setelah penggemar musik Kanda disuguhi permainan spektakuler Kanda pada konser biola tunggal malam sebelumnya.

“Kanda menginterpretasikan petrikor ke dalam notasi, maka dalam martial arts makna petrikor dieksplorasi dalam gerak.”

Kanda tampil melampaui tataran teknik. Eksplorasinya mendalam dan selalu tepat dalam menumpahkan emosi sekaligus menahannya. Liam menunggangi setiap birama dengan gerak yang pasti. Baik notasi maupun jeda, semua melebur dalam kompleksitas gerak, seperti yang ia jelaskan pada Kina malam sebelumnya.

“Circular Motion – fleksibel, upaya kecil memberi dampak besar, harmoni dengan lawan, dengan dua elemen penting, yaitu kecepatan dan pengaturan waktu.”

Musik dan gerak keduanya melebur pada dimensi lain. Liam bergerak dalam keheningan magis berenergi bersama alam, menginterpretasikan kejatuhan, penerimaan, kebangkitan, dan kebebasan.

Kina menemukan dirinya membeku pada setiap gerakan itu.

Pada bagian akhir, mata Kanda terpejam. Tangannya terhenti di udara. Napasnya terhembus perlahan hingga dengung terakhir senar. Liam menutup gerakan selirih udara terakhir tanpa sendat. 

Seluruh penonton, awan berarak, dan riak air seakan membeku beberapa saat. Kanda menurunkan tangan setelah senyap seutuhnya mengambil alih. Liam membuka mata.

Untuk terakhir kali seisi tempat itu pecah tepuk tangan membahana.

           

“Jangan pernah lagi ragu dengan impianmu.”

Kina membalikkan tubuh. Tercekat. Liam menatap lekat.

“Kamu tahu aku menulis konsep ini!?” Kina terhenyak.

Liam menangguk pasti, “Dari percakapan kita semalam. Bukan hanya suara dan kata-katamu yang aku dengar. Aku melihat matamu. Kesadaran tidak hanya hadir pada suara atau musik, namun juga gerakan, bukan?”

Liam tersenyum hangat. Jenis kehangatan yang berbeda dari udara pagi atau angin pelabuhan. Bukan juga seperti minuman yang mereka sesap malam sebelumnya saat hujan. Namun rasa hangat lain seperti yang kini menyusup di hati Kina.

Bergerak seperti puisi. 

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (3)
Rekomendasi dari Romantis
Flash
MARTIAL MUSIC ARTS
andina
Cerpen
Bronze
Sleeping Under the Rain
Tantan
Novel
Under Eighteen
Riri
Novel
Shades of Cool
Ayuwening Tyaswuri
Novel
Gardenia Familia
Elsinna
Flash
Bronze
Apakah ada Ruang Untuk Cinta yang Sama
Ron Nee Soo
Novel
Bronze
Kopi Pahit dan Janji Manis
Erfi Ulul Azmi
Flash
Anggap Aku Rumahmu
Reveniella
Novel
Bronze
SOMEONE
SOS (Share Our Story)
Novel
Bronze
Diary Bertali Luka.
Herniyanah
Cerpen
Bronze
Terjadi Lagi #bagian3
Laily Zainuri
Novel
Philophobia
fathi insani kamilia
Komik
!Recame!
naradera
Novel
Makasih Sudah Bertahan
Diva Amane
Cerpen
Art-A Latte
Dear An
Rekomendasi
Flash
MARTIAL MUSIC ARTS
andina
Novel
Bronze
R A
andina