Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Aksi
PILIHAN!
6
Suka
14,162
Dibaca

Ledakan pertama terdengar di dekat stadion bola. Ledakannya memekakkan telinga. Diikuti oleh aroma gas air mata yang ditembakkan. Hidungku mencium aroma yang sangat menyengat. Panas sinar mentari di pukul 16.00 WIB masih terasa membakar di kulit.

Aku seorang Polwan. Aku ditugaskan menjaga pertandingan sepak bola. Siapa sangka pertandingan ini menjadi rusuh. Dentuman senjata peringatan terus terdengar. Aroma gas air mata dan petasan berpadu bercampur-baur jadi satu tercium sampai luar stadion tempatku bertugas.

Tiga teman polisi priaku sudah lari ke dalam, meninggalkanku seorang diri dalam kebingungan. Sore ini aku mengenakan pakaian dinas lapangan lengkap berikut rompi dan helm. Ada sebuah pentungan terikat erat di pinggangku berikut sebuah pistol laras pendek. Pistol dan pentungan itu sejenak kulirik ketika kedua mataku menangkap sebuah kejadian sedang berlangsung.

Seorang penonton sepak bola berbaju hijau kabur dikejar oleh puluhan orang suporter lainnya berbaju merah. Dia lari tunggang-langgang ingin menyelamatkan diri, mereka mengejar dan melemparinya membabi-buta. Mereka siap melukai laki-laki itu.

Laki-laki berbaju hijau lari ke arahku. “ Tolong, Ibu!” Pekiknya.

“Tolonglah saya!” serunya lagi sambil bersimpuh di kakiku.

Puluhan laki-laki yang mengejarnya semakin mendekat. Mataku menangkap beberapa di antara mereka membawa batu serta kayu. Mereka ingin menghantamkan senjatanya ke arah laki-laki malang yang bersimpuh di bawah kakiku.

“Jangan!” teriakku kepada mereka.

“Jangan sakiti dia!” teriakku lagi.

Tetapi mereka tidak mau mendengar. Mereka sudah kalap. Marah. Berhadapan dengan seorang wanita berseragam polisi lengkap pun tidak memulihkan kesadaran mereka.

Mereka terus berlari mendekat.

Salah seorang di antara mereka mengayunkan kayu, hendak memecahkan kepala laki-laki di bawahku. Aku tidak punya pilihan.

Kaki kananku terangkat lalu mengayun menggunakan kekuatan pinggang dan menendang telak kepala sang pemegang kayu, hingga terjerembab. Puluhan orang kesetanan lainnya datang mendekat.

“Hentikan!” teriakku lagi.

Lag-lagi mereka tidak mau mendengar.

Aroma kemarahan mereka tercium lebih memuakkan di hidungku dibandingkan bau keringat mereka.

Dengan rona wajah semerah darah, lima orang maju hendak menghajar laki-laki itu. Dua lagi ingin menghantamku dengan batu bata di tangan. Aku melihat jelas aksi dua orang yang ingin menyerangku. Salah seorang dari mereka mengayunkan tangannya mencoba menghantamkan batu bata ke kepalaku. Aku merunduk. Memastikan ayunan tangannya menghantam angin, kemudian bangkit menghujamkan tendangan kaki kiri menusuk langsung rahangnya. Laki-laki penyerang pertama tumbang seketika.

Penyerang kedua yang kaget melihat temannya roboh. Seketika kutarik tangannya dan kupelintir sampai roboh ke tanah. Jatuhnya dua orang tadi membuatku dapat melihat lima orang bergerak bersama mencoba mengeroyok secara pengecut laki-laki berbaju hijau yang tidak berdaya.

Kuambil pistol di pinggang, kemudian kubuka pengamannya dan menembakan satu peluru ke udara.

Doooorrr.

Nyaringnya suara tembakan menggetarkan gendang telinga mereka. Mereka semua tercekat. Kaget. Ciut nyalinya setelah telinga mereka mendenging. Mereka semua yang terkejut, bersamaan menatapku.

Dengan tatapan tajam kulihat mereka satu demi satu kemudian kukatakan selantang mungkin, “ hentikan kebodohan kalian!”

 

 

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Aksi
Flash
PILIHAN!
Vica Lietha
Novel
Simfoni Temaram Takdir
Tita Dewahasta
Novel
Bronze
MERANTAU
hendri putra
Flash
Adzan Maghrib
Mahmud
Flash
Wisanggeni
Wirdatun Nafi'ah
Novel
Bronze
Di Balik Layar
Leona Fariz Pratama
Novel
Bronze
belati dan verisai
SAKSI PENA
Novel
King Level S
ikbal richard
Novel
AKSARA DI ATAS JALAN
Yusuf Maulana
Novel
MISI RAHASIA PENJUAL ES CINCAU
Bung Rey Reborn
Novel
Langkah Awal Menuju Dunia
Andhika Tulus Pratama
Skrip Film
Negeri yang Tak Pernah Selesai
Dede Nurrahman
Flash
Sudah ku bilang, jangan main-main denganku...!
Evie
Flash
Youth
Yaz
Novel
Gold
Catwoman
Mizan Publishing
Rekomendasi
Flash
PILIHAN!
Vica Lietha
Flash
Lycoris Radiata
Vica Lietha
Novel
Bronze
Black Indigo
Vica Lietha
Flash
NINI!
Vica Lietha
Flash
GOTCHA!
Vica Lietha
Flash
DUEL
Vica Lietha
Flash
DEEP INTERVIEW
Vica Lietha
Flash
PULANG
Vica Lietha
Flash
Namamu, Namaku
Vica Lietha
Novel
Selamat datang, 62!
Vica Lietha