Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Drama
Rocko
4
Suka
32,295
Dibaca

Secangkir coklat panas serta laptop di atas meja kayu kecil menemaniku menikmati rintik hujan yang menerpa jendela. Kaca pemisah kamar dengan balkon mulai mengembun ketika hujan semakin deras. Dan Rocko, si gendut berbulu putih justru asik bersandar seraya mendengkur manja di atas kakiku.

“Jangan lah, Ran. Kucingnya kotor lho. Nanti kalau pup sembarangan gimana dong? Kamu mau yang bersihin?”tanya Bunda tepat di bulan November setahun lalu. Tanganku menggendong Rocko yang terkulai di lengan dengan sebaris luka panjang di salah satu kakinya. Kutemukan ia meringkuk di bawah perosotan taman kompleks sebelah.

“Iya nggak apa-apa. Nanti Rania yang bersihin.”

 Aku sedikit terkejut ketika dering ponsel menyadarkanku dari lamunan. Sebuah nama yang tak asing muncul dari layarnya.

“Ada apa, Kin?” tanyaku pada Kinara, rekan kerja di kantor yang nyaris super posesif padaku. Mungkin karena dia terlalu lama menjomblo dan kebetulan aku bisa menjadi sasaran empuk tingkah manjanya yang kadang super menggelikan.

“Dirumah aja sama Rocko.” jawabku sambil membelai bulu Rocko yang lembut. Dengkurannya merambat ke telapak tanganku mengisyaratkan Rocko menyukainya.

 “Nggak deh, Kin. Kalo kuhabiskan masa cutiku buat pergi-pergi, yang ada pas balik ngantor badanku capek, tauk. Enak di rumah bareng Rocko. Minum cokelat, nonton film, ngeliatin hujan. Nanti sore bisa makan indomie dua porsi pake topping sosis plus telur dadar.” Suara Kinara terdengar mengomel saat kutolak ajakan plesirannya ke nusa penida. Kututup telepon setelah lima belas menit saling lempar gurauan. Kupandangi langit kelabu di luar yang mencurahkan air sejadi-jadinya. Menikmati liburan memang seharusnya seperti ini. Duduk santai di rumah. Tidak melakukan apa-apa. Diluar sana sudah cukup bising hingga rasanya tidak ingin kembali lagi. Sudah cukup lama hidupku berkutat dengan banyak dokumen, banyak meeting dan tentu saja banyak presentasi. 

‘Meoong’. Suara Rocko yang mengeong cukup keras membuatku semakin ingin mengacak-acak bulunya. Kuelus kepalanya dengan kedua telapak tanganku dan nampaknya ia sangat menikmati itu. Sebuah bekas luka panjang di kakinya sudah mengabur meski langkah Rocko tak pernah sesempurna kucing normal lainnya. 

“Kamu sudah bekerja keras, Rocko. Yang pernah kamu alami tidak akan terjadi pada mereka kok.” ujarku seraya menggendongnya menuju ke sebuah kotak kardus besar dengan kain-kain selimut yang kutata rapi didasarnya. Tampak tiga kucing kecil bergelung tidur tumpang tindih dengan damai. 

“Hehe, Rockoku berhasil menjadi ibu.” ucapku pada Rocko yang mengeong seraya kembali pada anaknya.

Ya, bahagia memang sesederhana itu.  

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Drama
Flash
Rocko
Fitri F. Layla
Flash
Bronze
Cincin di Kala Hampa
verlit ivana
Flash
Bronze
Kembali
Ron Nee Soo
Novel
Bronze
Lukisan Jiwa Raga
DAMAIZANNE
Novel
Heart Reset
nisafaza
Novel
TANGISAN MALAIKAT MIKAIL
Mahestha Rastha Andaara
Novel
No more darknes
Fasya aditya
Novel
Memeluk Gelombang
Edelmira (Elmira Rahma)
Novel
Imperfect Family
Rosiana Quraisin
Novel
Kedai Bakmi Keluarga
Chrystina Yohana Limas
Novel
Bronze
Sepasang Satria Piningit
Anggrek Handayani
Novel
OASIS
Isa Asmaul Khusna
Skrip Film
TAJAM KE BAWAH, TUMPUL KE ATAS
Rafi Adam Pangestu
Flash
Mengapa Aku Sering Tak Di Sini
Aneidda
Flash
Bronze
Ekspektasi
Ron Nee Soo
Rekomendasi
Flash
Rocko
Fitri F. Layla
Skrip Film
Secercah Cahaya Luna
Fitri F. Layla
Flash
Aku Mencintaimu Selamanya
Fitri F. Layla
Novel
Magnolia
Fitri F. Layla
Novel
Komorebi
Fitri F. Layla
Flash
Penggemar
Fitri F. Layla
Novel
Bronze
Paruh Dalu
Fitri F. Layla
Flash
Sedalam Cintamu Padaku
Fitri F. Layla
Cerpen
Bronze
Kontraktor
Fitri F. Layla
Flash
Sang Penyemir Sepatu
Fitri F. Layla
Flash
Ojek Payung
Fitri F. Layla
Skrip Film
Bulan Depan
Fitri F. Layla
Flash
Ibu Ingin Mati
Fitri F. Layla
Flash
Pasien
Fitri F. Layla