Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Drama
Halo? Kapan Kau Sebut Namaku Lagi?
3
Suka
33,912
Dibaca

Seorang pria menyerahkan diri ke kantor polisi, dengan alasan mengada-ada, katanya ia bersalah atas kematian istrinya, yang diketahui meninggal disebabkan serangan lemah jantung.

“Maaf, saya tak bisa menahan orang yang tak bersalah.” Aku sebagai inspektur polisi menengahi pengakuan dosa yang tak masuk akal, apalagi si calon terdakwa punya catatan bersih. Artinya ia bersih dari catatan kriminal di kepolisian.

“Saya betul bersalah, Pak. Saya tidak menolong istri saya yang sekarat, malah saya tutup teleponnya. Sepatutnya saya curiga dia menelepon tengah malam. Membiarkan seseorang mati juga termasuk kejahatan, Pak.”

“Tunggu dulu. Memangnya Anda bertengkar dengan istri Anda? Mengapa teleponnya Anda tutup begitu saja?”

“Itu, sebabnya, karena, karena...HALO? HALO?” Si calon terdakwa menjerit histeris bak orang kerasukan.

 

Dua hari sebelumnya...

 

Hansen, si suami yang menyerahkan diri di kantor polisi, bertengkar karena suatu alasan yang rumit. Pertengkaran dengan istrinya itu cekcok terhebat sepanjang pernikahan mereka. Seperti biasa, mereka berdebat di dalam kamar karaoke yang kedap suara.

“Halo. Kamu jangan emosi seperti itu dong, Halo. Masalahnya tidak separah itu, kok.” Si istri menyembur dengan nada tinggi. Halo adalah nama kesayangan si istri untuk suaminya.

“Halo. Halo. Kapan kau mau menyebut namaku, Han? Sejak kita menikah, kau ganti namaku dengan Halo. Bukan itu saja, kau tak pernah mau mendengarkan ucapanku. Teleponku pun sering kau tutup! Sungguh aku muak padamu!”

Alhasil, Hanna si istri memilih pulang ke rumah orangtuanya, yang kosong karena kedua orangtuanya dirawat di rumah sakit. Hansen suaminya tak dapat tidur, merenung di kamar kerjanya, lalu mendamprat pesawat telepon merah yang tak bersalah. Waktu menunjukkan pukul 12 malam kurang dua menit.

“Halo, halo. Memangnya aku pesawat telepon apa? Kamu berhalo-halo saja dengan benda mati itu. Jangan panggil aku Halo lagi, ya. Awas kamu!”

Tepat pukul 12 malam, telepon merah berdering kencang. Hansen mengangkatnya dengan enggan. “Ya, ada apa ya?” Ia menukas acuh tak acuh.

“Halo? Halo? Ha...” Suara di ujung telepon berasal dari Hanna, istrinya.

Dengan kemarahan memuncak, Hansen menutup telepon dan mencabut sambungan kabel. Malam itu, ia tertidur lelap tanpa tahu istrinya pingsan di kamar, sendirian, karena serangan jantung lemah yang diidapnya. Ia pun tak tahu, istrinya hendak memanggilnya Hansen. Hanya “Ha...” yang didengar Hansen, karena ia terlanjur menutup telepon penting dari istrinya.

Seandainya ia tahu, pasti ia takkan keberatan dipanggil Halo oleh istrinya. Setidaknya malam itu, ia takkan keberatan.

Sejak kepolisian menolak menahannya, Hansen menghabiskan waktu di depan pesawat telepon merah. Diulangnya kata-kata yang sama, “Halo? Kapan kau sebut namaku lagi? Halo?"

 

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Drama
Novel
Bronze
Metamorphosis
Jumel
Skrip Film
How Are You, Really?
Tamalea Husein Irawan
Flash
Halo? Kapan Kau Sebut Namaku Lagi?
Silvia
Flash
Bronze
Haji tanpa Gelar
Sulistiyo Suparno
Skrip Film
Tatkala Ingkar
Lucia Triwulan Yuniestri
Skrip Film
MALAM SEBELUM PANGGILAN
Tourtaleslights
Flash
Telepon
Jasma Ryadi
Cerpen
Jatuh
Aneidda
Novel
Bronze
May
Mutiara Cahyani
Novel
School Of Genius
Elmira Jia
Novel
Skripsi
Andri Purnama
Novel
Gold
Nelissa's Mate
Mizan Publishing
Novel
Nina, antara Yudhistira atau Erlangga
ine dwi syamsudin
Novel
Bronze
Gadis Bernama Hening
Affry Johan
Skrip Film
Berkawan Sebentar
Faris Amar
Rekomendasi
Flash
Halo? Kapan Kau Sebut Namaku Lagi?
Silvia
Skrip Film
Surga Yang Bersembunyi (Script Film)
Silvia
Skrip Film
Kelak, Di Hari Kemarin (Script Film)
Silvia
Skrip Film
A Writer and A Liar (Script Film)
Silvia
Flash
You Must (Not) Love Me
Silvia
Novel
Bronze
Candera Mata
Silvia
Flash
Burung-Burung Baiduri
Silvia
Flash
Lubang Angker
Silvia
Flash
Iyem Lumayan Seksi
Silvia
Flash
Lindur: The Shadow
Silvia
Novel
Lindur Ungu
Silvia
Flash
Nyanyian Anophilia
Silvia
Flash
Vonis Mati Kumbara
Silvia
Flash
Arya Vati
Silvia