Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Sejarah
Asal Usul Wingko Babat
10
Suka
12,127
Dibaca

Mama dan Papa Tania baru pulang dari Semarang. Mereka membawa oleh-oleh sekotak besar kue ketan kelapa. Tania senang sekali dibuatnya. Ia memakan wingko tersebut dengan lahap, dua kue sekaligus dalam sekali hap!                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    

 

Dengan pipi masih menggembung dan mulut masih mengunyah, Tania bertanya pada neneknya mengapa nama kue itu demikian. Sang nenek tersenyum lalu menceritakan kisah unik yang tak akan Tania lupakan seumur hidupnya.

 

Alkisah saat sang putri Kerajaan Semarang sedang bosan dengan makanan istana, sehingga ia minta dibelikan makanan jalanan. Dibawakanlah chicken wing Ko Yoan oleh para dayang. Sang putri sangat menyukai cemilan yang tak biasa tersebut. Sejak saat itu Ko Yohan diboyong ke istana untuk menyiapkan hidangan keluarga raja, terutama untuk menghidangkan menu kegemaran sang putri yang sering disebut-sebut dengan singkatan WingKo.

 

Lain hari saat sang putri sedang berjalan-jalan di taman sambil menikmati WingKo, ia melihat pengurus taman sedang membabat habis bunga liar nan indah di dekat tanaman bunga kesayangannya. Sang putri tak suka dengan kelancangan pegawai tersebut, amarahnya memuncak. Untunglah tangannya masih menggenggam WingKo tercinta sehingga murkanya segera surut.

 

Kata nenek, sejak saat itu makanan kesukaan sang putri dinamakan WingKo Babat. Kapanpun sang putri merasa kesal, ia selalu mengingat teman terbaiknya yang selalu setia menemani, hingga cerita mengenai penganan tersebut akhirnya tersiar sampai ke luar istana. Lambat laun kue itu dapat dinikmati kembali oleh para rakyat jelata dan terus dijual sebagai makanan khas Semarang sampai sekarang.

 

Mama Tania yang sedari tadi menguping pembicaraan mereka akhirnya ikut berkomentar, "Bu, bukannya wingko babad itu berasal dari nama kota kelahiran penjual wingko yang hijrah ke Semarang ?"

 

"Itu sih Wingko Babad, ini kan cerita tentang Wingko Babat, jadi cerita yang Ibu ceritakan tadi udah benar," jawab nenek santai.

 

Mama Tania cuma bisa tersenyum geli mendengar jawaban tersebut. Ada-ada aja, pikirnya.

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Sejarah
Flash
Asal Usul Wingko Babat
d Curly Author
Novel
Bronze
HARAPAN YANG SIRNA (Sepenggal Kisah Di Balik Mei '98)
Johanis Flegon Ph Henukh
Cerpen
Lentera Terakhir di Benteng Ujung Galuh
Penulis N
Novel
Takdir yang Tak Pernah Kusepakati
Shinta Puspita Sari
Novel
Bronze
Dasakriya; Dhalang Kraman dari Lembah Hulawardane
Juli Prasetya
Novel
Doa Di Langit Finlandia
Nila Kresna
Flash
Jangan Menungguku
Laila NF
Novel
KISAH SI PEMUDA CEROBOH YANG BERUNTUNG
Bung Rey Reborn
Novel
PAPAN CARNEADES
krkawuryan
Novel
Di Ujung Pelukan Malam: Kata-Kata Indah dan Sajak Kehidupan
Dede Nurrahman
Flash
Sang Penjaga Waktu
Muhammad Ahnaf Putranto
Novel
HILANG
rizky al-faruqi
Skrip Film
Dari Aksi ke Aksi
Azhari M. Latief
Novel
Gold
Buya Hamka
Falcon Publishing
Novel
Suntik Hidup
Ana Latifa
Rekomendasi
Flash
Asal Usul Wingko Babat
d Curly Author
Novel
Bronze
Writing is My First Love
d Curly Author
Novel
Bronze
Writing is My First Love
d Curly Author
Flash
Balada Terong
d Curly Author
Flash
You Ain't Perfect But I Still Want You
d Curly Author
Flash
I like You Very Much, But I"m Afraid...
d Curly Author