Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Drama
SANIA
9
Suka
36,026
Dibaca

SANIA

Suasana taman kota Raya memang selalu indah. Pepohonan yang rimbun, bangku taman yang aeshatic. Pesona alam yang menyejukkan pandangan. Membuat setiap orang betah berlama-lama disana.

Di sebuah bangku taman seorang gadis terduduk manis dengan kuas masker hijau yang ia acungkan tinggi ke arah wajah lelaki berjaket hitam. Laki-laki itu berusaha menghindar sambil terus tertawa. Dua orangyang sedang kasmaran.

Sementara di sudut yang lain, entah mengapa Dimas memandang dengan perih. Hatinya seakan tak rela jika laki-laki berjaket hitam itu tertawa demikian lepasnya dengan gadis dihadapannya itu.

“ Sini dulu, aku pakein masker biar muka kamu gak terlalu gosong yang..” ucap sang gadis riang.

“Duh san, jangan disini juga, maluu aku” timpal si lelaki.

“Dikit doang, beneran abis itu dijamin glowing deh”

Sebaris guratan hijau masker menempel pada sebagian wajah si lelaki, dan gadis itu terus mengoles nya hingga rata sambil terus tertawa.

“Tapi Janji ya abis ini pulang?” Laki-laki itu bertanya sambil memejamkan mata. Merelakan seluruh wajahnya menjadi kanvas gadisnya hari ini.

Iya, iya.. aku janji abis ini pulang” sang gadis terus mengoles.

Laki-laki itu mengembuskan nafas, ada sebuah beban berat yang menggantung di pikirannya.

Tok.. Tok.. Tok...

Dimas terkejut.

Suasana sore hari sudut taman kota raya sekejab menghilang. Berganti dengan suasana kamar yang temaram dengan tumpukan baju diberbagai sudut, mainan anak dimana-mana, dan sebuah laptop yang benderang dihadapannya.

“Kamu masih belum lupa Sania bang?”

Dimas terperangah. Laptop dihadapannya menampilkan dirinya sendiri dengan sesosok gadis berambut pendek yang duduk disebuah bangku taman, seketika mulutnya kelu.

Dug!

Pintu ditutup kembali dengan keras.

Dimas mengacak rambut ikal nya kencang, menutup laptopnya dan berlari mengejar sang istri.

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (4)
Rekomendasi dari Drama
Komik
1912-1932
Ervina Novita Andriyani
Flash
SANIA
Siti Sarah Madani
Novel
Gold
When Patty when to College
Noura Publishing
Novel
We Need Shelter
winda aprillia
Novel
EMPAT MUSIM TANPA DIRINYA
mahes.varaa
Komik
Bronze
Since The Day
Ndelooknow Studio
Flash
Bronze
Marmoset karya Clarice Lispector penerjemah ahmad muhaimin
Ahmad Muhaimin
Novel
DANGERVILE
Pikacuu
Flash
Seorang Operator Telepon di Negara Dunia Ketiga
Hendra Purnama
Novel
Kukira, Sendiri itu Asyik
Rina F Ryanie
Flash
Bronze
MAKAN MALAM YANG CANGGUNG
N Shalihin Damiri
Novel
Memories
Nany Parker
Komik
RECLIMB
Katsuri
Novel
Ber-gelar?
Yuanita Faridatun Ni'mah
Novel
Penderma : Kebajikan Tanpa Pengharapan
Nurul Amanah
Rekomendasi
Flash
SANIA
Siti Sarah Madani
Novel
Aku dan Syawal
Siti Sarah Madani
Skrip Film
BUS MALAM, COVID-19 DAN KAMU (Script)
Siti Sarah Madani
Skrip Film
DARING (Script)
Siti Sarah Madani
Flash
SIMALAKAMA
Siti Sarah Madani
Flash
MENJADI MANUSIA
Siti Sarah Madani