Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Drama
That dims waved and mend
0
Suka
31,882
Dibaca

Silvia hanya merasakan kampa yang tidak karuan setelah memberi penghormatan terakhir bagi mendiang yang selama ini ia cintai dahulunya dan duduk berseberang dengan dibatasi bingkai kaca transparan.

Itu semua atas kelalaian dan ketidakpatuhan orang yang masih memohon maaf darinya dan dipantau oleh petugas tahanan.

Mantan suaminya meminjam hutang untuk mencukupi gaya bisnis yang diidamkan sehingga harus adanya barter "balas budi" atas perjanjian dia dan sang rentenir.

Sebagai gantinya, nyawa anak mereka terenggut demi kemakmuran hidup mantan suaminya dan pengakuan duniawi.

Melihat bekas luka anaknya yang penuh dengan memar hingga mendengarkan rekaman suara dari pelaku penganiayaan yang sempat menghujat anaknya karena memiliki kedua orang tua yang tidak becus, Silvia tidak mampu menahan rasa sakit yang sudah ia pendam sejak lama.

Mantan suaminya memilih mundur dari pekerjaan karena lingkungan yang tidak kondusif dan deadline yang mematikan. Berjanji menjadi freelancer yang baik, Silvia senantiasa mendukungnya.

Mantan suaminya memilih ajakan bisnis trading yang asal usulnya tidak jelas, mengikuti pemikiran high class yang tidak mampu dijangkau, telah dianut oleh teman-temannya dan terperosok dalam kubangan hutang.

Foto yang ia dapatkan memberi penjelasan mengenai fakta dan lambat laun mantan suaminya menunjukkan gerak-gerik yang tidak biasa, meremehkan pekerjaan ibunda dari Silvia dan tidak bersimpati atas usahanya menjadi pekerja pula.

Kepatuhan, kesopanan dan adab yang seharusnya ditunjukkan, diabaikan oleh mantan suaminya dan Silvia memilih mengakhiri perjalanan cinta pernikahan mereka secara sepihak.

Perjanjian pranikah yang ia buat dengan mantan suaminya telah ia patuhi dengan baik namun berbanding terbalik dengan mantan suaminya.

Harus ada kompensasi yang ia dapatkan selain materiil yaitu pemulihan nama baik keluarganya dan keadilan bagi mendiang anak mereka.

Silvia mengatakan bahwa mantan suaminya melebihi indikasi berbahaya sebagai manusia yang tidak bertanggung jawab karena berbohong, tidak peduli dengan kondisi anak mereka sebelum anak mereka diregang nyawanya dan bahkan setelah anak mereka telah meninggal, masih mencari-cari kesalahan Silvia dan menyudutkannya. Ironi.

Acuh tak acuh dan berbicara kasar merendahkan anak mereka, ditunjukkannya sebagai bentuk tidak berwibawa sebagai seorang ayah.

"Apa bentuk tanggung jawabmu, setelah anak kita tidak ada? Kamu masih ingin menyalahkanku atas ini?" tutur Silvia di hadapan mantannya sembari menunjukkan foto dan perjanjian pranikah yang mereka buat.

Silvia mengatakan lebih baik mantan suaminya sadar bagaimana seharusnya menggunakan akal pikirannya dan mendoakan agar arwah anak mereka ditempatkan disisi terbaik Tuhan yang Maha Kuasa.

Sebenarnya Silvia tidak menyesal menikah dengan mantan suaminya tapi dia menyesal atas apa yang dilakukan oleh mantan suaminya karena memilih jalan pintas yang buruk, menyerah dalam segala hal, dan tidak mau mengakui jika lalai dan jahat.

"Mohon maaf dan terima kasih sudah mengunjungiku, aku tidak akan lari. Aku akan mengakui kalau akulah ayah yang buruk." pinta Sandi sembari memberikan gesture memohon ke arah Silvia.

"Jika kamu tidak mampu, biar aku saja. Mereka harus berlutut di hadapan anak kita dan mengakuinya kepadaku dan tentunya pada keluargaku. Aku tidak takut karena rasa takutku sudah lama pudar. Aku lelah mengakui bahwa aku baik-baik saja. Aku akan bertahan sampai akhir." Silvia melangkah pergi dan siap dendam kepada pelaku yang masih berkeliaran bebas.

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (1)
Rekomendasi dari Drama
Novel
Bronze
Secret Self
Tiffany Gouw
Novel
How Does it Feels
Dandi Husni Thamrin
Flash
That dims waved and mend
Nastasia
Flash
PULANG
Gadhinia Devi Widiyanti
Novel
Rumah Adik Kakak
Andre Sore
Flash
Cat Madness
Siddfen
Flash
Wedding
Ika nurpitasari
Flash
Bronze
Satu-satunya Teman
Noveria
Novel
Gold
Teman Keren
Mizan Publishing
Flash
Bronze
Catatan Jumat Pagi
Fatimah Ar-Rahma
Novel
My 2D Prince
Sinta Yudisia
Flash
Memories
Rahara Meraki
Flash
Maafkan Duka
Zerenity Zen
Novel
Jujurnya Kayu
Ahmad Sabiq Hamizan
Flash
Bronze
Kapan Nikah : Flash Fiction Spesial Lebaran
Silvarani
Rekomendasi
Flash
That dims waved and mend
Nastasia