Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Romantis
Percuma Ganteng
5
Suka
23,600
Dibaca

Kenapa Senna sangat terburu-buru? Sangat sulit menyamakan langkahku dengannya. Aku melihat pria itu memasuki sebuah toko bunga. Mayna Garden Florist. Manis sekali.

Sebelum mengendap-endap ke dalam, sejenak kulirik jajaran buket bunga yang menggantung di depan dinding muka toko. Aromanya menyergap indera penciuman seperti sedang memberi terapi dan mengobati kelelahan kuliah seharian. Beberapa vas besar berisi puluhan tangkai mawar tampak begitu menawan hati. Pot gantung berisi tanaman hias di muka toko juga menambah nilai keasrian di sini.

Yang warna ungu apa namanya? Apakah itu bunga anggrek? Entahlah! Yang jelas cantik sekali seperti dress berwarna mauve yang kupakai hari ini.

Oke, ini bukan waktu untuk mengagumi kecantikan bunga. Aku meletakkan jari telunjuk di depan bibir, memberi isyarat pada wanita penjaga yang hendak menyapa. Dia berdiri di depan meja kasir. Tangan wanita itu sedang memegang buket bunga mawar putih pesanan customer di hadapannya.

Senna sudah bergerak masuk ke dalam. Tangannya menyentuh kelopak bunga berwarna kuning. Punggungnya yang lebar tertutup tas ransel hitam. Huh! Aku jadi susah untuk mengagumi punggung kokohnya.

Setelah mengedarkan pandangan, mataku tertumbuk pada bunga berwarna merah dalam pot air. Kalau ini sih, aku tau. Ini pasti bunga mawar merah ... satu tanda cinta ... yang berarti bahwa, kucinta padamu .... Uwow! Kenapa harus nyanyi dalam hati gini, sih?

Senna ke mana? Tadi masih di sana? Aku mendekat ke arah bunga kuning berkelopak kecil, menyentuh kelopak yang tadi disentuh pujaan hatiku.

Aku mendekati Florist yang sedang sibuk merangkai bunga. Dia memotong tangkai mawar putih dan memasukkan beberapa ke dalam buket.

"Aku merasa pemilik toko hampir berhasil memindahkan taman bunga di Bandung ke sini," ucapku penuh canda berusaha mencari obrolan dengan wanita seumuranku ini. 

"Kebetulan pemiliknya adalah suami saya, Nona." Wanita itu berucap malu-malu. 

"Airin? Sedang apa?" 

Kulihat Senna sudah berdiri di belakangku. Dia mengenakan seragam berlogo toko bunga yang sama seperti wanita cantik itu. Rahangnya terlihat mengeras.

"Ah, iya! Mba, ini yang punya toko. Kenalkan nama saya Mayra." Ucapan wanita dengan rambut bergelombang itu langsung mengaktifkan meilin-meilin di otakku. Jadi Mayna Garden Florist artinya Mayra dan Senna Garden Florist? Uh, romantis yang ingin kubantah!

Jadi Senna sudah menikah? Kenapa dia berani memberi perhatian padaku? Atau aku yang terlalu percaya diri? Tidak! Aku yakin, dia memang menatapku penuh cinta saat makan siang kemarin.

Sinar matahari pukul dua masuk melalui jendela-jendela kaca yang mendominasi toko ini. Tentu saja menambah amarah dan kekecewaan dalam diriku. Senna dan gurat kecemasan dalam wajahnya membuatku tak ingin berkata-kata pada Mayra yang tak bersalah.

Segera pergi dari tempat ini adalah langkah yang tepat. Aku tak mau dituding sebagai pelakor meskipun sang pria yang menyodorkan diri. Senna bahkan tak berkutik di depan istrinya.

Percuma ganteng kalau sudah punya istri. Aroma bunga ini bahkan terus menempel sampai aku tiba di apartemen. Menyebalkan!

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (4)
Rekomendasi dari Romantis
Komik
(Before) Angel Vs Demon
Bintang Rahadhian
Flash
Percuma Ganteng
Ulfah N
Novel
Kekasih Pinjaman
Marion D'rossi
Novel
KARELUNA
Jenitha
Skrip Film
Tabir cinta
Neni Sri agustin
Novel
Bronze
Farel
Vania
Novel
BLOODY HEART
Faulia
Novel
Ungkap Saja
Ecil
Cerpen
Aurora diantara Dua Dunia
vannessa angel sanjaya
Flash
Ridho Ibu
Khoirul Anam
Flash
Bronze
Well Done Beef
Silvarani
Novel
Demon's Complicated Love
mikaji Al daufan
Cerpen
Jack and Nala
Farah Maulida
Novel
dddd
dededede
Cerpen
Bronze
Bintang
habsyi ²
Rekomendasi
Flash
Percuma Ganteng
Ulfah N