Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Drama
1 2 3 ... 10
3
Suka
14,121
Dibaca

"Lo ngerasa nggak?"

"Ngerasa apa?" tanyaku.

"Ngerasa kalau hubungan kita kayaknya masih di sini sini aja." Kamu berjalan di sampingku sambil menendang kerikil-kerikil yang menghalangi jalanmu.

"Nggak papa. Pelan-pelan aja. Aku tau kamu belum mencintaiku. Jadi, nggak usah terlalu maksain diri buat melakukan itu."

Aku menghela napas, merasa gelisah. Namun, tetap tersenyum. Senyum yang kupaksakan ini ternyata terlihat olehnya.

"Nggak usah senyum kalau emang nggak pengen. Lo harus belajar jujur sama diri lo sendiri. Membohongi diri sendiri nggak bakal ngebuat lo jadi bangga, yang iya malah makin tersiksa. Kalo lo nggak bisa mencintai diri lo sendiri, gimana lo mau mencintai orang lain? Mencintai gue, misalnya."

"Kamu bisa bijak juga, ya, ternyata."

Kamu memasukkan kedua tanganmu ke dalam saku celana, "Itu kata orang-orang. Gue cuman ngopas aja."

Kamu memang sangat pandai membuatku terbang lalu jatuh kembali, ya? Aku sering merasakannya hingga aku sekarang sudah mulai terbiasa. Mulai terbiasa dengan sikap dinginmu, diammu, serta marahmu. Pokoknya segala hal yang berhubungan dengan kamu, aku sudah terbiasa.

Bohong kalau aku bilang, kamu menyenangkan. Kamu itu sama sekali tidak menyenangkan, tapi aku tetap menyukaimu. Aku tetap mencintaimu, Ga. Aneh, ya? Orang bilang, kamu aneh, tapi menurutku kamu itu istimewa. Istimewa yang tidak bisa diminta ataupun dimiliki oleh orang selain kamu. Istimewamu itulah yang membuatku semakin jatuh cinta. Kamu satu-satunya istimewa yang ada.

Aku terkadang bingung saat menghadapimu. Terutama menghadapi rasa bersalahmu karena sampai sekarang masih belum mencintaiku. Hei, itu bukan kesalahanmu. Sudah kubilang, pelan-pelan saja, tidak perlu terburu-buru. Kalau kamu terburu-buru, yang ada kamu malah kelelahan dan akhirnya kesal sendiri.

Dan, benar, kan? Kamu kelelahan. Kamu lelah hingga akhirnya mengundurkan diri dari pekerjaan yang bahkan belum pernah kamu mulai. Kamu belum mencintaiku, tapi kamu sudah pergi. Kamu belum sempat menjadi milikku, tapi kamu sudah pamit undur diri.

"Kenapa kamu membuat ceritaku berhenti di tengah jalan? Ceritaku belum selesai! Kamu harus menyelesaikannya!"

"Ceritamu sudah selesai, Na. Aku sudah menyelesaikannya sepuluh detik yang lalu."

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Drama
Novel
Bronze
Renjana pada Bahagia
Shaalila
Novel
Bronze
Secangkir Kopi Untuk Kretek
Prasetia Hulu
Novel
Jalan Untuk Pulang
Mitha Juniar
Flash
Bronze
Conversation 2
mahes.varaa
Flash
1 2 3 ... 10
iam_light.blue
Flash
Masih Pantaskah Kau Kupertahankan
Yutanis
Cerpen
Bronze
KENANGAN
Iman Siputra
Cerpen
Bronze
KUBURAN DAN SEBUAH TAS BRANDED
Sevi R fardani
Skrip Film
[Bukan] Cinderella
Desi Restiana A
Skrip Film
ADYAKALA
Nuriska Beby P
Novel
Dream Changes Me
Auli Inara
Novel
PENULIS YANG MERANCANG KEMATIAN TOKOH UTAMANYA
Dee Hwang
Novel
Boys Don't Cry
Brahma Hemera
Novel
Di pagi hari cerita kita dimulai
Devalaska
Novel
Growth: Story of the Inner Child
Azkiatunnisa Rahma Fajriyati
Rekomendasi
Flash
1 2 3 ... 10
iam_light.blue
Flash
Simpang
iam_light.blue
Flash
Broken
iam_light.blue
Flash
I'm Fine
iam_light.blue
Flash
Pelabuhan Terakhir
iam_light.blue
Novel
A Part Of Earth
iam_light.blue
Flash
Forget
iam_light.blue
Flash
(Bukan) Pulang
iam_light.blue