Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Religi
Kisah Sepasang Sepatu
2
Suka
14,622
Dibaca

Aku terdiam di ujung ruangan. Sebuah perdebatan sengit tengah terjadi antara seorang anak dan ayahnya. 

"Aku tidak ingin mengikuti jejak papa. Aku tidak ingin menjadi dokter!" teriak anak muda itu.

"Hei! Papa yang membesarkanmu, papa ingin Kamu jadi orang!" teriak sang ayah dengan nada tak kalah tinggi.

"Tapi aku enggak suka Pa jadi dokter!" 

"Tapi kalau Kamu menjadi dokter, masa depanmu cerah. Koneksi papa banyak, circlemu orang-orang kaya dan berpendidikan. Tidak seperti teman-temanmu yang hobi naik gunung itu. Buang-buang waktu, tidak memikirkanmasa depan!" ceramah sang ayah.

"Enggak ada yang salah dengan naik gunung Pa. Enggak ada hubungannya dengan keinginan Papa menjadikanku seorang dokter!" bela si anak.

"Pokoknya papa ingin Kamu jadi dokter dan berhenti naik gunung! Titik!" kata sang ayah sambil berjalan ke arahku.

Dipungutnya diriku dengan kasar lalu beranjak keluar ruangan.

"Pa, mau dibawa kemana sepatu gunungku?!" teriak si anak sambil berlari mengejar ayahnya. Namun sang ayah tak menghiraukannya dan menutup pintu dengan kasar. Brakk!.

Dilemparkannya aku ke sebuah tong sampah di halaman rumah. Aku berbaur dengan onggokan sampah yang berbau busuk. Anyir.

Beruntung tak lama kemudian seseorang datang memungutku. Aku tak kenal wajahnya. Lusuh dan tua. Dimasukkannya aku ke gerobak tua.

"Nak, Bapak dapat rejeki. Bapak dapat sepatu bagus ini!" seru bapak tua itu begitu sampai di rumahnya. Berlari seorang anak laki-laki dengan tergopoh-gopoh mendatangi lelaki tua itu. 

Diriku sedang dilihat dengan takjub olehnya. "Wah, bagus banget ini Pak!". serunya girang.

"Bapak dapat dari mana? Pasti mahal ini. Bagus banget!" ucapnya dengan mata mengerjap-ngerjap takjub.

"Bapak menemukannya waktu mengais sampah di perumahan para orang kaya." jelas lelaki tua itu.

"Coba pakailah." lanjut bapak tua itu tak kalah gembira.

"Kebesaran Pak, hahaha...tapi enggak apa-apa, aku suka, kebetulan sepatuku juga sudah sobek. Nanti biar kucarikan kain untuk menyumpalnya di bagian depan, biar pas sama kakiku." jawab anak laki-laki itu dengan mata berbinar-binar.

Aku terenyuh. Ternyata tidak semua orang memiliki pilihan dalam hidupnya. Hadapi saja, syukuri. Hidup akan lebih indah karenanya.

 

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Religi
Flash
Kisah Sepasang Sepatu
Melani Kartika Sari
Novel
Kirari
IBU KYOKO
Novel
Bronze
Godaan Sang Mantan
Biru Tosca
Novel
TARUNG
Kurnia Gusti Sawiji
Novel
My Family Secret
Mohamad Novianto
Cerpen
Bronze
Judi
Sulistiyo Suparno
Novel
Rengganis
Dari Dee
Novel
Gold
Mimpi Sejuta Rupiah
Mizan Publishing
Flash
Bronze
Rubah Muda dan Ibunya
Ahmad Muhaimin
Novel
Gold
KHADIJAH:PEREMPUAN TELADAN SEPANJANG MASA (REPUBLISH)
Mizan Publishing
Novel
Nurul Hikmah
Simar E Marzuki
Novel
Why It Is
Fataya
Flash
Bronze
Kisah-Kisah Di Tanah Suci
Anjrah Lelono Broto
Novel
Tulah Badar
Ana Latifa
Novel
Bronze
Manusia Yang Telah Ditakdirkan
Relung Fajar Sukmawati
Rekomendasi
Flash
Kisah Sepasang Sepatu
Melani Kartika Sari
Flash
Berisik
Melani Kartika Sari
Flash
SEMU
Melani Kartika Sari