Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Komedi
Bom
10
Suka
14,220
Dibaca

"Ada pesan terakhir, Pak?" aku bertanya pada bapak malang yang ada di depanku. Apa mau dikata, bom yang terpasang di tubuhnya akan meledak dalam lima menit lagi. Hanya aku satu-satunya pasukan penjinak bom yang ada.

"Kamu inikan penjinak bom. Masa enggak bisa mematikan bom ini. Saya takut nih. Malah disuruh nyebutin pesan terakhir." Bapak itu berkata dengan bibir bergetar ketakutan.

"Saya memang penjinak bom, Pak. Tapi masih magang. Tadi enggak sengaja lewat gedung ini dan ada di sini. Kalau menunggu pasukan penjinak bom yang profesional datang tidak akan sempat. Saya akan bantu sebisanya."

"Kalau begitu telepon saja pasukan yang profesional. Seperti di film-film itu loh! Kamu kreatif sedikitlah tolong. Ini nyawa saya sudah di ujung tanduk."

"Memang bapak punya tanduk?"

"Sial! Empat menit lagi."

Bapak itu menoleh ke arahku dengan wajah kesal. Jika saja dia tidak ditipu seseorang yang berhasil menempelkan bom itu ke tubuhnya, mungkin kejadiannya tidak akan seperti ini. Kucoba untuk tetap tenang sebisa mungkin.

"Ayo tinggal pilih mau putusin kabel merah, biru atau kuning. Cepat!" Bapak bertubuh gempal dan botak ini mendesak seperti dia yang paling tahu.

Aku terus mengutak-atik bom yang ada di punggungnya. Sayangnya waktu pada bom ini tetap berjalan.

"Pak! Tidak ada waktu lagi. Jika bapak ada pesan katakan saja."

"Heh! Maksud kamu apa? Memangnya kalau saya bilang pesan terakhir saya, kamu mau apa? Mau meninggalkan saya sendiri di sini. Sedangkan kamu melarikan diri? Tidak keren."

"Ya daripada korban dua nyawa, mending korban satu nyawa saja Pak. Bapak jangan bayangkan seperti di film-film. Ini dunia nyata Pak."

Wajah bapak itu semakin pucat. Namun raut wajahnya seperti berubah. Dari raut wajah marah berubah menjadi raut wajah pasrah. Sementara waktu hanya tinggal hitungan 3 menit lagi.

"Katakan pada istriku, tolong maafkan semua kesalahanku. Begitu juga pada anak-anakku. Sampaikan pada mereka aku sebenarnya sangat mencintai dan menyayangi mereka."

"Kenapa pesan Bapak malah itu? Memangnya apa kesalahannya Bapak? Apa Bapak punya salah yang besar? Jika memang ada. Akui saja Pak. Biar arwah Bapak tenang nantinya. Waktu bapak dua menit lagi. Cepat Pak. Saya mau lari ini."

Aku memasang ancang-ancang ingin berlari. Melihat aku yang ingin pergi segera dan sudah membalikkan badan. Bapak itu berkata,"katakan pada Istriku. Selama ini aku sebenarnya berselingkuh. Dengan sekretaris pribadiku. Maafkan aku. Tolong sampaikan permintaan maafku."

Aku menyengir, menahan tawa. Bapak itu tampak heran.

"Heh! Kenapa kamu malah menyengir?"

"Silakan sampaikan sendiri pada istri Bapak. Itu dia ada di belakang Bapak. Saya hanya di bayar untuk ini semua. Supaya Bapak mau mengaku."

"Suami kurang ajaaaar!" terdengar teriakan seorang wanita. Bom itu sudah meledak. Ledakannya bisa jadi tambah parah. Aku memilih menyingkir.

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (4)
Rekomendasi dari Komedi
Flash
Bom
Rahma Nanda Sri Wahyuni
Flash
Bronze
Nikmati Saja Hidup, Jangan Dilawan
Ari S. Effendy
Flash
Naggah Banggor Ayamor
Bronzeapple
Flash
Bronze
Cetik
Bksai
Flash
PETELOT (PENSIL / INDO)
Call Me W
Flash
Lewat Kuburan
Leni Juliany
Flash
Kucing tetangga
Mahmud
Komik
Bronze
Si Buyung
Bilal Rizqy
Komik
Silly Home
Cradosaur
Komik
Cumimi - Dunia Sotong
Adhy Musaad
Flash
Alasan Berteman
Karlia Za
Flash
Intel Partikelir
Muhammad Sapril
Flash
Cinta yang NIHIL
Ula
Cerpen
Bronze
AUL: Cahaya di Ujung Jalan
Arifin
Cerpen
Bronze
Yeti dan Terik yang Abadi
Darian Reve
Rekomendasi
Flash
Bom
Rahma Nanda Sri Wahyuni
Flash
Kalian Seharusnya Suka Dengan Cerita Ini
Rahma Nanda Sri Wahyuni
Flash
Kelinci Percobaan
Rahma Nanda Sri Wahyuni
Flash
13
Rahma Nanda Sri Wahyuni
Novel
Bronze
Rasanya Seperti Mimpi
Rahma Nanda Sri Wahyuni
Novel
Bronze
Kembar dari Hongkong
Rahma Nanda Sri Wahyuni
Flash
Alat Pendeteksi Jodoh
Rahma Nanda Sri Wahyuni
Flash
Tutup Botol
Rahma Nanda Sri Wahyuni
Skrip Film
Apa Kalian Takut Mati?
Rahma Nanda Sri Wahyuni