Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Drama
MENOLAK RASA
5
Suka
34,310
Dibaca

“Aku sudah bilang, JANGAN PERNAH MENJELEK-JELEKKAN BUNDAKU!!” Aku berteriak hingga batas maksimal pita suara. Bahkan seluruh tubuh seketika memanas, tangan yang mengepal pun ikut bergetar.

“Perempuan itu telah merebutmu dari Mamah, dia pantas mendapatkannya!” balas Mamah setengah berteriak. Tidak ada penyesalan atas kalimatnya barusan, yang tampak hanya ekspresi pembelaan.

“Pantas!? Heh….” Kepala menggeleng dan mimik meremehkan keluar tanpa diperintah. Aku cukup geli dengan kata-kata perempuan yang melahirkanku itu. “Lihat dirimu, Ibu macam apa yang tidak pernah mencari anaknya?”

“Dira kamu harus tahu alasan Mamah.” Volumenya hampir tidak terdengar sama sekali. Itu lebih mirip, lirihan.

“Aku tidak peduli, dia Bundaku dan kamu bukan siapa-siapa bagiku!”

Aku berlalu dengan amarah yang masih menyulut. Perempuan tua itu memang Ibu kandungku, tapi tujuh tahun lebih ia diam tanpa pernah mencari. Ia selalu mengatakan Bunda telah mencuriku dan tidak memperbolehkannya menemuiku. Itu sangat klasik bukan? Dunia bagian mana yang mampu melarang seorang ibu bertemu anaknya? Ini sungguh tidak masuk akal. Dasar perempuan gila!

Semenjak tidak bisa bertemu Bunda lagi, hari-hariku semakin terasa pahit. Aku sengaja memilih tinggal dengan Bibi, agar Mamah sadar bahwa tidak akan pernah ada cinta untuknya dariku. Mungkin semesta berharap dendam ini segera usai, namun tidak bagiku.

“Astaga! Di mana ponselku?” Langkah terhenti sejenak. Kedua tangan mulai meraba saku celana, tapi tidak menemukan apa-apa. “Pasti tertinggal di dapur,”  yakinku dan bergegas memutar haluan.

Dendam sudah terasa mantap, mata sinis sudah terpasang dengan sigap, dengan dagu yang sedikit terangkat, badan pun ikut menegap. Tiba-tiba langkahku berganti lemah, buku-buku tangan berkeringat, seluruh tubuh terasa dingin dan menggigil. Sial perempuan itu malah menangis sambil memukuli dadanya. Ahhh… mengapa rasanya sangat ngilu dan sakit? Tanganku seakan ingin bergerak memeluknya. Rasa iba dan kebencian saling bergejolak untuk memenangkan pertandingan. Perasaan menjengkelkan seperti apa ini? Lihat dia menangis tanpa suara! Isak tercegat di tenggorokan, sudah bisa dipastikan, hatinya terluka sangat dalam dan keterlaluan.

“TIDAK! Aku tidak peduli dengan perempuan gila itu,” umpatku dalam hati. Akar pahit memenangkan garis finishnya.  Aku berlari menolak rasa cinta yang ternyata mulai tumbuh dalam jiwa.

-TAMAT-

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (3)
Rekomendasi dari Drama
Flash
Bronze
Sampai Jumpa Lagi
Rahmawati
Flash
MENOLAK RASA
Senna Simbolon
Novel
Nona Aneh dan Tuan Menyebalkan
el tsuki
Novel
Gold
Snow White Merebut Kembali Kerajaan Kaspar
Bentang Pustaka
Novel
Avonturir
Nuel Lubis
Skrip Film
나비 (Na-Bi)
alyaandita
Novel
Untukmu, kakak.
Saya seani
Skrip Film
Cinta Kasih
Novia Br Sipakkar
Cerpen
Nemo
Maruki
Cerpen
Bronze
Kuda-kuda Imlek
Nuel Lubis
Novel
Sunflower
Siji Getih
Skrip Film
Paus dan Kucing
Tantan
Cerpen
Bronze
Sigod dan Rahasia Kebunnya, Ketika Tanaman Berbicara
go han
Novel
Alpha vs Alpha
mikaji Al daufan
Novel
Bronze
Catatan Satya Manggala
Halimah RU
Rekomendasi
Flash
MENOLAK RASA
Senna Simbolon
Flash
DI BALIK KEBUTUHAN
Senna Simbolon
Skrip Film
LANDAK TANPA PERSAHABATAN
Senna Simbolon
Novel
Batak Pride
Senna Simbolon
Novel
Putih Yang Menyamar Hitam
Senna Simbolon
Novel
Sepi dan Emosi
Senna Simbolon