Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Romantis
Dua Gantungan Kunci
1
Suka
17,213
Dibaca

Wanita itulah menjemputku di bandara Adi Sucipto. Menuntunku ke penginapan dengan menumpang bus Trans Jogya.

Bersamanya, aku menikmati beberapa bungkus sekul dan es jeruk di sebuah angkringan, depan benteng Vredeburg. Membeli beberapa kantong plastik Bakpia Pathuk dan beberapa lembar kaos Dagadu. 

"Jadi kamu masih menyusun skripsi?", tanyaku ketika aku mulai sedikit serius perihal kedatangannya ke kota beragam suku ini.

"Aku sumpek, skripsiku tidak kelar-kelar," jawabnya.

Candi Borobudur kami tinggalkan menjelang sore. Motor matic pinjaman yang dibawanya membuat kami lebih leluasa keliling Jogya. Meski peta kota dalam genggaman ponsel android, tanya sana-sini tetap dilaksanakan. Dan karena kami masih berstatus "orang baru" maka Pojok Beteng Kulon malah turun di Pojok Beteng Wetan. Kami tertawa renyah.

Di depan Pakualaman, motor diparkirkan. Mengisi perut kami dengan beragam makanan khas.

Motor kulajukan kembali menuju penginapan. Setelah itu, pengemudi pun kembali berganti. Ia mengendarai motor sendirian ke rumah tantenya. 

Aku tak pernah menyangka bahwa penginapanku akan berlanjut di tempatnya menginap minggu itu. Menjadi anak kos di rumah Pamannya sambil bekerja di sebuah toko lemari dan ranjang milik tantenya setelah mendapat rekomendasi darinya—sehari—sebelum ia kembali ke Sumatera.

***

“Ini mungkin aneh dan lucu."

“Mungkin," tanggapku.

Dua orang yang berkenalan di dunia maya bertemu di alam nyata. Wanita dan pekerjaan yang dipilihkan keluargaku di pulau tempatku berasal kutampik dengan penyemangat yang selalu diberikannya padaku. 

***

Aku memberinya sebuah gantungan kunci yang memang sudah kupersiapkan. Sebuah logo bergambar rumah adat sebuah daerah di Sulawesi terpampang di gantungan itu. Dia pun sengaja menyiapkan gantungan kunci bergambar sebuah tempat wisata di daerah Sumatera. Kami tersenyum.

Aku meninggalkan bandara Adi Sucipto setelah pesawat yang ditumpanginya menghilang dari pandangan. Tinggallah aku merajut asa di kota pelajar ini. Memendam langut hingga beberapa bulan kemudian. 

Ibu dan ayah akhirnya datang memberi restu, pun orang tuanya. Wajah cerah mereka menghiasi hari indah kami di pelaminan. Dua gantungan kunci pun kini menyatu.***

       

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (1)
Rekomendasi dari Romantis
Flash
Dua Gantungan Kunci
Emur Paembonan S
Cerpen
Bronze
Putri Burung untuk Pangeran Kecil
Jie Jian
Flash
Merayakan Tahun Baru
Rafael Yanuar
Novel
Cinta Tanpa Syarat
Eka
Flash
Bronze
Daftar Belanja Akhir Pekan
Afri Meldam
Flash
Merpati Kecil Itu Tetap Terbang
Sulistiyo Suparno
Novel
Bronze
SELECTIVE LOVE
Oliphiana Cubbytaa
Cerpen
Pelabuhan Terakhir Amaryllis
Dear An
Cerpen
Cemas dan Badai
Merta Merdiana Lestari
Flash
Jika kita berubah
lidia afrianti
Cerpen
Bronze
Winter Breathe
Brilijae(⁠。⁠•̀⁠ᴗ⁠-⁠)⁠✧
Cerpen
DISTORSI
Marion D'rossi
Cerpen
Bronze
di dalam bus itu
ulfatul Khairah
Flash
Zania
Ula
Flash
Bronze
Potret Terakhir Azalea
Linda Er
Rekomendasi
Flash
Dua Gantungan Kunci
Emur Paembonan S
Flash
Pangkalan Bakso depan Sebuah Rumah Sakit
Emur Paembonan S
Novel
PERTARUNGAN RINDU
Emur Paembonan S