Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Misteri
Aku Setelah Kamu Pergi
12
Suka
17,327
Dibaca

Aku mengingat sore itu. Kami duduk berdua, dengan segelas chocolate hangat di hadapan Ingga, dan secangkir teh tidak bergula di tanganku. Dari lantai 8 gedung ini, nampak indah pemandangan kota.

Ingga seperti ingin menyampaikan sesuatu. Perlahan dia mengatur nafas.

"Aku memohon maaf darimu, Mas. Ini memang kesalahanku. Semua terjadi begitu saja"

Aku yang masih kebingungan, diam dan menunggu.

Perlahan Ingga melanjutkan kalimatnya.

"Janin ini, anak Pak Gala, Mas..."

Sekujur tubuhku lemas mendengar ucapan Ingga. Aliran darahku serasa berhenti. Kepalaku panas. Denyut saraf di kepalaku seperti bergerak menuju mata. Kupejamkan mataku, kutarik nafas perlahan.

Aku tidak dapat berkata apapun. Ingga pergi meninggalkanku.

Mungkin inilah jalan hidupku...

Masih selalu kuingat sore itu. Peristiwa yang menghambat perjalananku. Malam ini aku harus mendatangi Ingga. Wanita yang sangat kucintai, dulu.

Aku sudah tiba di hadapan Ingga. Aku hanya perlu menyampaikan kata yang belum sempat terucap saat itu. Kata yang ingin kusampaikan sesaat setelah dia pergi meninggalkanku.

"Kamu pikir aku akan jatuh setelah kamu pergi? Kamu pikir aku akan tertatih setelah kamu pergi?"

Ingga hanya duduk diam, termenung di hadapanku. Aku berbicara keras di mukanya.

"Kamu pikir hatiku akan perih setelah kamu pergi!? Kamu pikir otakku akan merintih setelah kamu pergi!? Haha"

Ingga tidak menghiraukan perkataanku. Seperti tidak menganggap kehadiranku.

Sikap itu semakin membuat amarahku memuncak.

"Kamu pikir aku akan hancur setelah kamu pergi!?"

Ingga menoleh perlahan ke arah luar ruangan, seperti mengingat sesuatu.

Aku melanjutkan kalimatku.

"Aku sangat cepat bangkit. Hanya beberapa menit setelah kamu pergi. Aku melangkah tegap. Lalu berlari kencang. Bahkan kini aku mampu terbang. Meninggalkan ragaku di belakang."

Ingga masih diam, tatapannya tetap kosong. Kemudian air mata Ingga mengalir pelan.

Ingga memang tidak mampu melihatku.

Aku tersungkur dalam penyesalan.

"Kenapa aku melompat ke parkiran sore itu..."

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (2)
Rekomendasi dari Misteri
Flash
Aku Setelah Kamu Pergi
Seto Yuma
Flash
Sis, She Died In Vain
Kata tanpa suara
Cerpen
Somad, Hujan, dan Kasih Ibu yang Tak Sampai
amunanjar
Flash
KELINCI ULANG TAHUN
Arthur William R
Novel
Kisah Protokol X
Penulis N
Cerpen
Cermin Pukul Dua
Rexa Strudel
Flash
Dompet Kulit
Suci Asdhan
Cerpen
Autopsi Perpisahan
Marion D'rossi
Skrip Film
Sang Konsultan
Muhammad Zein Hanafi
Cerpen
Lily
9inestories
Novel
Menara Pemakaman
Jie Jian
Cerpen
Bronze
Titik Balik Cinta dan Takdir
Humairoh
Cerpen
Bronze
Siaran Terakhir
Christian Shonda Benyamin
Flash
Ramalan Kematian
winda nurdiana
Skrip Film
Secercah Cahaya Luna
Fitri F. Layla
Rekomendasi
Flash
Aku Setelah Kamu Pergi
Seto Yuma
Novel
RANDURIANA
Seto Yuma
Flash
Kicau
Seto Yuma
Skrip Film
MUSKIL (Script)
Seto Yuma
Skrip Film
EXRIVER
Seto Yuma
Flash
Lintas
Seto Yuma
Flash
Dinding Biru
Seto Yuma
Flash
ELUSIF Chapter 0,2
Seto Yuma
Novel
Sejak 1965
Seto Yuma
Novel
MUSKIL
Seto Yuma
Flash
Binar
Seto Yuma