Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Misteri
Aku Setelah Kamu Pergi
12
Suka
15,174
Dibaca

Aku mengingat sore itu. Kami duduk berdua, dengan segelas chocolate hangat di hadapan Ingga, dan secangkir teh tidak bergula di tanganku. Dari lantai 8 gedung ini, nampak indah pemandangan kota.

Ingga seperti ingin menyampaikan sesuatu. Perlahan dia mengatur nafas.

"Aku memohon maaf darimu, Mas. Ini memang kesalahanku. Semua terjadi begitu saja"

Aku yang masih kebingungan, diam dan menunggu.

Perlahan Ingga melanjutkan kalimatnya.

"Janin ini, anak Pak Gala, Mas..."

Sekujur tubuhku lemas mendengar ucapan Ingga. Aliran darahku serasa berhenti. Kepalaku panas. Denyut saraf di kepalaku seperti bergerak menuju mata. Kupejamkan mataku, kutarik nafas perlahan.

Aku tidak dapat berkata apapun. Ingga pergi meninggalkanku.

Mungkin inilah jalan hidupku...

Masih selalu kuingat sore itu. Peristiwa yang menghambat perjalananku. Malam ini aku harus mendatangi Ingga. Wanita yang sangat kucintai, dulu.

Aku sudah tiba di hadapan Ingga. Aku hanya perlu menyampaikan kata yang belum sempat terucap saat itu. Kata yang ingin kusampaikan sesaat setelah dia pergi meninggalkanku.

"Kamu pikir aku akan jatuh setelah kamu pergi? Kamu pikir aku akan tertatih setelah kamu pergi?"

Ingga hanya duduk diam, termenung di hadapanku. Aku berbicara keras di mukanya.

"Kamu pikir hatiku akan perih setelah kamu pergi!? Kamu pikir otakku akan merintih setelah kamu pergi!? Haha"

Ingga tidak menghiraukan perkataanku. Seperti tidak menganggap kehadiranku.

Sikap itu semakin membuat amarahku memuncak.

"Kamu pikir aku akan hancur setelah kamu pergi!?"

Ingga menoleh perlahan ke arah luar ruangan, seperti mengingat sesuatu.

Aku melanjutkan kalimatku.

"Aku sangat cepat bangkit. Hanya beberapa menit setelah kamu pergi. Aku melangkah tegap. Lalu berlari kencang. Bahkan kini aku mampu terbang. Meninggalkan ragaku di belakang."

Ingga masih diam, tatapannya tetap kosong. Kemudian air mata Ingga mengalir pelan.

Ingga memang tidak mampu melihatku.

Aku tersungkur dalam penyesalan.

"Kenapa aku melompat ke parkiran sore itu..."

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (2)
Rekomendasi dari Misteri
Flash
Aku Setelah Kamu Pergi
Seto Yuma
Cerpen
Bronze
WARISAN
Jejak Penulis
Cerpen
Guess The Next
raras
Cerpen
Bronze
Secret Garden
Hasan Ali
Flash
Arya Vati
Silvia
Cerpen
Bronze
Peringatan Burung Gagak
Nabilla Shafira
Cerpen
Bronze
Batu Batu Lapar Rabindranath Tagore ; penerjemah : ahmad muhaimin
Ahmad Muhaimin
Cerpen
Bronze
Segalanya tentang Cahaya
Ron Nee Soo
Cerpen
Bronze
Ingin Mati saat Rekreasi
Arba Sono
Flash
PESTA TERAKHIR
Veninda Oktaviana
Cerpen
Bronze
Tuah Si Denok
Omius
Novel
Bronze
Emma
Niko Pasha
Cerpen
Bronze
Seseorang Yang Tinggal di Pemakaman Gereja; M.R.James; penerjemah : Ahmad Muhaimin
Ahmad Muhaimin
Novel
Bronze
My Fair Rebelle
DMRamdhan
Cerpen
Bronze
Dunia Leonor
Keefe R.D
Rekomendasi
Flash
Aku Setelah Kamu Pergi
Seto Yuma
Skrip Film
EXRIVER
Seto Yuma
Skrip Film
MUSKIL (Script)
Seto Yuma
Novel
MUSKIL
Seto Yuma
Flash
ELUSIF Chapter 0,2
Seto Yuma
Novel
RANDURIANA
Seto Yuma
Flash
Binar
Seto Yuma
Flash
Lintas
Seto Yuma
Novel
Sejak 1965
Seto Yuma
Flash
Dinding Biru
Seto Yuma
Flash
Kicau
Seto Yuma