Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Drama
Broken
13
Suka
35,809
Dibaca

Aku memandang ke arah bintang-bintang yang tengah berbincang satu sama lain. Malam ini, semua bintang sedang saling bertukar pikiran rupanya, berbeda dengan kita. Di sini kita hanya saling diam hingga pada akhirnya hanyut dalam perasaan masing-masing.

"Kenapa mengajakku bertemu?" tanyaku tanpa menoleh ke arahmu.

"Aku hanya ingin memanfaatkan waktu yang ada." Lagi-lagi kamu mengatakan kalimat itu, membuatku semakin bertanya-tanya apa maksudmu.

"Memanfaatkan bagaimana? Kita hanya saling diam, Ga." Aku meninggikan nada bicaraku sambil mengubah posisi dudukku.

"Dengan duduk berdua seperti ini saja, aku sudah senang." Kamu tersenyum.

Aku menghela napas, berdiri, lalu berjalan ke arah kerumunan orang. Namun, belum saja kakiku melangkah, kamu mulai berbicara. "Kamu tau, kan? Aku menyukaimu."

Aku membalikkan tubuhku. Seperti yang kubayangkan, kamu masih duduk dengan tenang di atas rumput-rumput kering itu.

"Aku mengajakmu bertemu karena aku menyukaimu," katamu lagi. Aku membencimu saat kamu bilang kamu menyukaiku karena aku tidak akan pernah bisa menjawabnya.

"Aku pergi dulu, Ga." 

Aku berjalan perlahan hingga masuk ke dalam keramaian yang sama sekali tidak kusukai. Sedangkan kamu kini berada di dalam dimensimu yang sudah biasa kamu tempati. Dimensi yang sepi dan sunyi dimana hanya ada kamu dan dirimu sendiri di sana. 

Kamu berdiri, membalikkan tubuhmu, lalu berteriak kepadaku, "Aku juga akan pergi. Sama sepertimu."

Aku tidak berani menghadapimu. Maka dari itu, aku akan pergi dan akan terus pergi. Maaf karena aku harus pergi, Ga.

Keesokan harinya kamu menghilang. Kamu ternyata memang sudah pergi, tapi aku tidak mengira kalau kamu akan pergi sejauh itu hingga aku benar-benar tidak bisa melihatmu lagi. 

Aku tau ini salahku. Salahku karena membiarkanmu berharap kepadaku. Salahku karena membiarkanmu pergi waktu itu. Tapi, Ga, kalau aku menyuruhmu untuk tetap di sana pun, aku tetap tidak bisa memberimu apa-apa, terutama cinta. Aku pernah berpura-pura memberimu cinta itu, tapi yang kulakukan hanyalah memperburuk keadaanmu. Kebohongan itu malah memberimu rasa sakit yang lebih dalam lagi.

Benar kata temanmu, kamu berharap kepada orang yang salah, Ga. Kamu tidak memiliki harapan hidup lalu kamu menemukan harapan itu di dalam diriku. Sayangnya, aku tidak bisa membiarkan harapan itu tetap hidup, Ga. Aku telah menghancurkanmu. Lebih buruknya lagi, aku telah membunuhmu beserta harapan-harapanmu itu.

Jadi, kalau Tuhan menanyakan keberadaanku, katakan bahwa aku sekarang ada di rumahmu, turut berduka lalu ikut menyusulmu. Tidak ada manusia yang pantas memiliki harapan setelah menghancurkan harapan orang lain, Ga. Aku juga tidak berharap akan bertemu denganmu di sana. Aku hanya berharap kamu bisa bahagia, itupun kalau aku boleh berharap.

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (1)
Rekomendasi dari Drama
Flash
Broken
iam_light.blue
Novel
Reverie
Qonitatur Rasyidah
Novel
Bronze
Nyanyian Badai
Han Gagas
Novel
Bronze
The Badboy
Fidya Damayanti
Novel
Gold
Teman Baru Winda
Mizan Publishing
Novel
Bronze
Baihaqi98 (Perjalanan dan Tujuan)
Anggita Syarah Salsabila
Skrip Film
Marry Rich Society: Sebuah Panduan Menikah Kaya di Abad 21
Marcel Rustandie
Flash
Bacot!
Atsuka D
Novel
Bronze
DURHAKA (KUTUK dan SENGSARA)
KUMARA
Novel
PINJAM DULU SERATUS
Euis Shakilaraya
Skrip Film
Ruang Rahasia Ibu
DMRamdhan
Novel
Ipul
Bob Q Bellamy
Skrip Film
How Are You, Really?
Tamalea Husein Irawan
Flash
Siapa pun Kamu, Tolong Kembalikan ini Padaku!
Sifah Nur
Flash
NODA KACA RETAK
Tourtaleslights
Rekomendasi
Flash
Broken
iam_light.blue
Novel
A Part Of Earth
iam_light.blue
Flash
Pelabuhan Terakhir
iam_light.blue
Flash
(Bukan) Pulang
iam_light.blue
Flash
1 2 3 ... 10
iam_light.blue
Flash
I'm Fine
iam_light.blue
Flash
Forget
iam_light.blue
Flash
Simpang
iam_light.blue