Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Drama
L'esprit de L'escalier
12
Suka
28,362
Dibaca

Gerimis turun malam ini dan dia berdiri di pinggir atap gedung. Sangat pinggir. Sewaktu-waktu dia bisa melompat. Aku harus bertindak cepat. Juga tepat.

Dia seorang eksekutif muda, 28 tahun, cantik dan berada di atas trajectory karir yang sangat bagus. Lalu apa yang membuatnya ingin menghabisi diri?

Aku menghampirinya. Tidak terlalu dekat, tapi sejajar dengannya sehingga seperti dirinya aku bisa melihat ke bawah gedung dan melihat ancaman yang gravitasi tawarkan.

"Kamu akan membiarkan aku?" katanya datar, kosong, nyaris tanpa kehidupan.

Aku hanya mengangkat bahu. "Aku tidak tahu apa yang harus aku katakan."

"Bagaimana dengan omong kosong kamu tentang akhirat?"

Aku menatapnya. Dia melirik kepadaku dan balas menatap. Matanya begitu kosong dan gelap.

"Kamu punya bukti akhirat itu omong kosong?" kataku.

Dia menyeringai, "Kamu punya bukti akhirat itu ada?"

Aku merunduk. "Setidaknya dengan menganggapnya ada itu lebih aman."

Dia mendesah dan berpaling dariku. "Selama ini aku jalani hidup dengan memilih cara-cara aman, lalu lihat aku sekarang. Menimbang-nimbang apa aku mesti melompat atau tidak."

Aku tarik nafas panjang. “Ya, kita mahluk fana, Miss. Kita akan mati. Itu pasti. Tidak ada yang aman dari mati.”

“Setidaknya aku memilih saat dan caraku sendiri.”

“Dan Anda berpikir akhirat omong kosong,” gumamku lirih.

Dia memicingkan matanya, menatapku heran. “Apa maksudmu? Apa hubungannya?”

Aku mengangkat bahu, “Bagaimana Anda bisa berpikir akhirat itu omong kosong sementara Anda sendiri tidak mau menjalani hidup sepenuhnya?”

Dia terpana melihatku.

“Untuk berkesimpulan dengan baik dan benar, kita mesti melihat skema utuhnya, kan? Bagaimana bisa berkesimpulan omong kosong kalau hidup Anda sendiri enggan Anda jalani sampai akhir? Kesimpulan Anda Prematur! Jalani hidup Anda sepenuhnya terlebih dahulu! Cross every bridge! Leave no path untaken! Ambil segala kesempatan yang ditawarkan hidup! Tiap tangis dan tawa! Every joy and sorrow! Seiring itu kita bisa lihat apa yang benar, apa yang salah, apa yang bisa kita simpulkan tentang akhirat! Apa itu omong kosong atau benar-benar ada!”

Dia mendesah dan berpaling. “Kamu tidak akan mengerti.”

“Tepat! Aku memang tidak mengerti! Bagaimana seorang perempuan muda, cantik, kaya raya, mau mengakhiri hidupnya? Apa yang kurang? Cinta? Demi Allah, kalau kamu mau, aku bisa mencintaimu sepenuh hati!”

Dia terpana menatapku, namun kemudian tersenyum. “Dan kenapa bukan itu yang kamu katakan seminggu yang lalu?”

Aku terdiam.

Dia menggelengkan kepala sebentar, lalu melompat.

Aku sempat terkesiap dan hendak meraihnya, tapi urung. Urung karena dia benar; aku sudah terlambat. Dia sudah mendarat seminggu yang lalu….

Aku menengadah, membiarkan gerimis menimpa wajahku, menyamarkan tangisku….

L'esprit de l'escalier, itulah yang sedang aku alami. Istilah Prancis untuk Staircase Wit; pikiran yang mencari jawaban atau respon yang tepat terhadap suatu yang sudah berlalu, yang sudah terlambat. Sebuah proses belajar sebenarnya. Bukan hal yang buruk. Tapi kalau sampai dibayar nyawa…, itu terlalu mahal… sangat mahal….

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (12)
Rekomendasi dari Drama
Novel
Bronze
HIDUP TAK SEBERCANDA ITU
Adji Sukman
Novel
Bronze
Jejak Perempuan yang Pergi pada Suatu Masa
Alfian N. Budiarto
Novel
CINTAKU BERSEMI SAAT VIRUS CORONA MELANDA
Irma Fransisca Rumondor
Novel
Surat Cinta Untuk Ayah
Aries Supriady
Novel
Maafkan, Nayla Bu
Sriwahhh
Novel
UNDERRATED CLASS
Mirna Devi
Novel
CETAK BIRU MASA LALU
Ai Bi
Novel
Sampai Kapan ?
Lea Immanuel
Skrip Film
Janji Allah
Herman Sim
Flash
L'esprit de L'escalier
DMRamdhan
Flash
Janji
Nisa
Cerpen
Bronze
Wanita Nakal
Sulistiyo Suparno
Novel
Gold
Big Magic
Bentang Pustaka
Novel
Bronze
in my delusion
Nadia Nurulaini
Novel
Mawar berduri
Rija Annisa
Rekomendasi
Flash
L'esprit de L'escalier
DMRamdhan
Skrip Film
Ruang Rahasia Ibu
DMRamdhan
Novel
Rumah Sang Bidadari
DMRamdhan
Cerpen
Sang Pembisik
DMRamdhan
Novel
Bronze
Adolescent Crash
DMRamdhan
Novel
Bronze
FATEBENDER
DMRamdhan
Flash
Bronze
A Brief History of a Cadaver
DMRamdhan
Novel
Bronze
Kecuali Monyet
DMRamdhan
Cerpen
Bronze
History of A City
DMRamdhan
Novel
Bronze
Layang-Layang Putus Tak Pernah Salah
DMRamdhan
Flash
Bakat
DMRamdhan
Flash
Bronze
Sepadan
DMRamdhan
Novel
To Protect
DMRamdhan
Cerpen
Bronze
Korslet (Kisah Seputar Kopi dan Resleting)
DMRamdhan
Novel
Bronze
Ayat yang Tak Terucap
DMRamdhan