Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Romantis
Ngeteh
6
Suka
25,917
Dibaca

"Aku sudah memesan meja nomor 49, kamu duluan saja ke cafe itu, aku masih ada rapat sebentar, sayang,"

"Meja nomor 49? Seperti tanggal dan bulan jadian kita? Sweet banget sih kamu, sayang,"

Yahh terserahlah kamu mengartikannya apa, bagiku, nomor itu hanya kebetulan saja.

"Tunggu aku 10 menit lagi ya, tempat rapatku deket kok dari cafe itu,"

"OK, sayang, mau aku pesankan sesuatu?"

"Boleh,"

"Biar kutebak, kamu pasti mau pesan teh manis hangat kan?"

"Kamu memang yang terbaik sayang, tahu apa yang aku suka,"

"Iya dong,"

Hanya aku yang paling mengerti dirimu, semua yang kamu suka maupun yang kamu benci.

Pelayan datang menyajikan pesanan Alisya. Sepuluh menit berlalu tapi Lui belum datang.

Sepuluh menit berlalu rapat baru saja selesai. Lui segera pergi menuju cafe. Dalam perjalanan Lui menelepon pelayan cafe itu.

"Apa pesananku sudah siap?"

"Sudah siap, Pak,"

Lui menyiapkan surprize untuk Alisya. Di hari anniversary mereka.

Lui dan Alisya pun bertemu di cafe itu. Mereka langsung berpelukan tanpa pedulikan pengunjung yang lain.

"Apa pesananmu sudah datang?"

"Sudah, ini teh manis hangat kesukaanmu, masih hangat loh, tapi Lui, pelayan juga memberiku teh hangat yang tidak manis, apakah itu pesananmu? "

"Iya, itu adalah teh hangat untukmu, kamu tidak suka manis kan, jadi aku pesankan yang tidak manis, kita belum pernah ngeteh bareng-bareng kan?"

"Iya juga sih, baiklah, mari kita minum teh ini sebelum dingin,"

Mereka berdua meminum teh itu bersama-sama.

"Apa kamu sungguh mencintaiku, Alisya?"

"Sangat sangat mencintaimu, melebihi diriku sendiri,"

"Aku juga sangat mencintaimu, Alisya."

"Teh ini adalah bukti cinta sejati kita, hubungan kita akan kekal selamanya,"

"Kamu benar Alisya. Tidak ada yang bisa memisahkan kita,"

Pyar...

Semua pengunjung cafe panik. Ada yang menelepon ambulan, memanggil satpam, dan ada yang berusaha menggotong dua orang yang pingsan karena keracunan.

Suara ambulan datang, tepat ketika dua orang itu mengembuskan napas terakhir.

Setelah kejadian itu, di meja nomor 49 itu ditemukan dua carik kertas bertuliskan kata-kata cinta penuh haru dan juga kantong plastik berisi racun.

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (4)
Rekomendasi dari Romantis
Novel
Bila
Safira Wardoyo
Flash
Ngeteh
Wirdatun Nafi'ah
Flash
Bronze
Antara Christy dan Christine
Nuel Lubis
Novel
PACAR SEKELAS
Frasyahira
Novel
Bronze
LOVE AFFAIR
KUMARA
Skrip Film
Dia Datang,., [Script]
Dinda Puspitasari
Novel
Bronze
Karena Dia Aku Hidup
Adelia Putri Sukda, S.Sos.
Novel
The Meaning Of You
Febby Juniatara
Flash
Sangkar Emas
SavieL
Flash
Our Love Inside You
Farah
Novel
Kisah Cinta Anak Sma
Usnul
Novel
Bronze
ASA : Ketika Doa Berbeda Arah
Sebelum Fajar
Novel
Gold
My Ice Girl
Bentang Pustaka
Novel
Gold
The Memories of Algebra
Bentang Pustaka
Flash
Mimpi Teduh
Hans Wysiwyg
Rekomendasi
Flash
Ngeteh
Wirdatun Nafi'ah
Skrip Film
Bismahanta
Wirdatun Nafi'ah
Novel
Bronze
Bunga Darah di Malam Anyir
Wirdatun Nafi'ah
Flash
Engkaulah Takdirku
Wirdatun Nafi'ah
Skrip Film
Manuscript Hunters
Wirdatun Nafi'ah
Flash
Wisanggeni
Wirdatun Nafi'ah
Flash
Terancam
Wirdatun Nafi'ah