Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Romantis
Ngeteh
6
Suka
18,122
Dibaca

"Aku sudah memesan meja nomor 49, kamu duluan saja ke cafe itu, aku masih ada rapat sebentar, sayang,"

"Meja nomor 49? Seperti tanggal dan bulan jadian kita? Sweet banget sih kamu, sayang,"

Yahh terserahlah kamu mengartikannya apa, bagiku, nomor itu hanya kebetulan saja.

"Tunggu aku 10 menit lagi ya, tempat rapatku deket kok dari cafe itu,"

"OK, sayang, mau aku pesankan sesuatu?"

"Boleh,"

"Biar kutebak, kamu pasti mau pesan teh manis hangat kan?"

"Kamu memang yang terbaik sayang, tahu apa yang aku suka,"

"Iya dong,"

Hanya aku yang paling mengerti dirimu, semua yang kamu suka maupun yang kamu benci.

Pelayan datang menyajikan pesanan Alisya. Sepuluh menit berlalu tapi Lui belum datang.

Sepuluh menit berlalu rapat baru saja selesai. Lui segera pergi menuju cafe. Dalam perjalanan Lui menelepon pelayan cafe itu.

"Apa pesananku sudah siap?"

"Sudah siap, Pak,"

Lui menyiapkan surprize untuk Alisya. Di hari anniversary mereka.

Lui dan Alisya pun bertemu di cafe itu. Mereka langsung berpelukan tanpa pedulikan pengunjung yang lain.

"Apa pesananmu sudah datang?"

"Sudah, ini teh manis hangat kesukaanmu, masih hangat loh, tapi Lui, pelayan juga memberiku teh hangat yang tidak manis, apakah itu pesananmu? "

"Iya, itu adalah teh hangat untukmu, kamu tidak suka manis kan, jadi aku pesankan yang tidak manis, kita belum pernah ngeteh bareng-bareng kan?"

"Iya juga sih, baiklah, mari kita minum teh ini sebelum dingin,"

Mereka berdua meminum teh itu bersama-sama.

"Apa kamu sungguh mencintaiku, Alisya?"

"Sangat sangat mencintaimu, melebihi diriku sendiri,"

"Aku juga sangat mencintaimu, Alisya."

"Teh ini adalah bukti cinta sejati kita, hubungan kita akan kekal selamanya,"

"Kamu benar Alisya. Tidak ada yang bisa memisahkan kita,"

Pyar...

Semua pengunjung cafe panik. Ada yang menelepon ambulan, memanggil satpam, dan ada yang berusaha menggotong dua orang yang pingsan karena keracunan.

Suara ambulan datang, tepat ketika dua orang itu mengembuskan napas terakhir.

Setelah kejadian itu, di meja nomor 49 itu ditemukan dua carik kertas bertuliskan kata-kata cinta penuh haru dan juga kantong plastik berisi racun.

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (4)
Rekomendasi dari Romantis
Flash
Ngeteh
Wirdatun Nafi'ah
Novel
Gold
Sejujurnya Aku...
Bentang Pustaka
Novel
Rinai Imajiner
Yahya Ibrahim
Novel
AKAD
Dini Kirani
Flash
Aku Juga Mencintaimu
Lukyana Arsa
Cerpen
Emo Roastery
awod
Novel
Gold
Setelah Kamu Pergi
Bentang Pustaka
Novel
Bronze
Wedding Planner
Viky Aulia Safitri
Novel
The True Star
Nanda Jia
Novel
I LOVE YOU 1+1
Nayla Dhiau Rasyidah
Novel
Gold
Jatuh Cinta Diam-Diam 2
Bentang Pustaka
Cerpen
Bronze
Senja di Bontang Kuala
Tri Wahyuningsih
Novel
Gold
Surat Cinta Tanpa Nama
Bentang Pustaka
Novel
House Mate
Ita Pamungkas
Novel
Hiraeth (Mira dan "Rumah")
Junindra Darisky Saputra
Rekomendasi
Flash
Ngeteh
Wirdatun Nafi'ah
Flash
Engkaulah Takdirku
Wirdatun Nafi'ah
Flash
Terancam
Wirdatun Nafi'ah
Novel
Bronze
Bunga Darah di Malam Anyir
Wirdatun Nafi'ah
Skrip Film
Bismahanta
Wirdatun Nafi'ah
Flash
Wisanggeni
Wirdatun Nafi'ah
Skrip Film
Manuscript Hunters
Wirdatun Nafi'ah