Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Horor
Kaya
6
Suka
16,964
Dibaca

Malam hari. Sebuah rumah mewah terletak di tengah kota. Rumah yang terletak di kawasan super elit, yang hanya bisa di huni oleh para konglomerat atau pejabat. Di rumah itulah dia yang namanya tertulis di catatanku tinggal. Aku mendatangi rumah itu yang dipenuhi penjaga di setiap sudutnya. Bagiku, melewati penjaga sebanyak itu adalah perkara yang mudah.

Sampailah aku di kamar tidur pria itu. Pria kaya yang kekayaannya tidak akan habis tujuh turunan. Aku membangunkannya dari tidur pulas. Nafasnya terengah – engah menahan rasa sakit di dadanya. Ia berusaha memanggil pembantunya. Namun tangannya tidak cukup untuk menjangkau bel yang jatuh karena ia senggol tadi.

Ia terkejut melihat kedatanganku. Rasa takut menjalar ke seluruh tubuhnya. Ia merasa nyawanya kini sedang terancam. Matanya terbuka lebar melihat sosokku.

Belum sempat aku mendekatinya, sesosok malaikat datang menghalangi jalanku.

“Berhenti!” seru malaikat itu.

Aku menghentikan langkahku.

“Kenapa kau menggangguku lagi?” tanyaku gusar.

“Dia masih berguna untuk manusia lainnya,” jawabnya enteng.

“Apa maksudmu? Banyak manusia yang membencinya,” balasku.

“Tidak, mereka yang membencinya adalah mereka yang iri dengan keberhasilannya.”

“Lalu apa maksudmu dia masih berguna untuk manusia lainnya?”

Malaikat itu menoleh ke pria itu, katanya,”Tetaplah dirimu kaya, namun gunakanlah kekayaanmu untuk membantu manusia lain. Kamu harus tetap kaya, namun kekayaanmu bukanlah untuk dirimu. Itulah syarat agar kamu masih diberi kesempatan hidup. Apakah kamu bersedia melakukannya?”

Pria itu tanpa pikir panjang langsung menyetujui persyaratan malaikat itu. Ia mengangguk – anggukkan kepalanya.

“Baiklah, dia telah melihatmu berjanji untuk memenuhi persyaratanku. Bila kau melanggar, maka dia akan datang kembali,” ucap malaikat itu terakhir kali sebelum pergi meninggalkan kami.

“Aku mengawasimu, pegang janjimu!” ancamku kepadanya. Aku memegang janjinya.

Aku pergi meninggalkan pria yang masih syok itu. Kulihat kembali catatanku, namanya belum terhapus dari lembaran. Itu artinya, dia masih berada dalam tugasku. Aku hanya tinggal menunggu malaikat itu mengijinkanku untuk menjalankan tugasku.

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (1)
Rekomendasi dari Horor
Flash
Kaya
Dark Specialist
Flash
Jatuh
Dark Specialist
Flash
Bronze
Ketukan Bolpoin
Sunarti
Flash
Bronze
Ojek Online
Bksai
Flash
Liburan
Dark Specialist
Novel
Malam Tanpa Kulit
Irvan D
Novel
Kekang
Muhammad Taufiq
Novel
Gold
Fantasteen The Lagaziv School of Vathana
Mizan Publishing
Novel
DENTING
Denting Project
Skrip Film
Black
Adri Adityo Wisnu
Novel
Kos 24: Rumah Para Penari Malam
R. Rusandhy
Cerpen
Bronze
Obsesi Sang Pengasuh
Novita Ledo
Cerpen
Bronze
Tukang Pos Terakhir
Christian Shonda Benyamin
Flash
Pertanda Mimpi
MONICCIUS DESHAKA S. P.
Cerpen
Bronze
Senandung Lukisan
Christian Shonda Benyamin
Rekomendasi
Flash
Kaya
Dark Specialist
Flash
Jatuh
Dark Specialist
Flash
Liburan
Dark Specialist
Flash
Permainan
Dark Specialist
Flash
Gagal
Dark Specialist
Flash
Hadiah
Dark Specialist
Flash
Ramalan
Dark Specialist
Novel
Herrscher
Dark Specialist
Flash
Waktu
Dark Specialist
Novel
Dagaz
Dark Specialist
Flash
Terrorist
Dark Specialist
Flash
Hari Ibu
Dark Specialist
Flash
Eksistensi
Dark Specialist
Flash
Giliran
Dark Specialist
Flash
Panen
Dark Specialist