Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Drama
Diujung Sana
5
Suka
30,044
Dibaca

Ditemani sebuah kopi americano dipagi hari, aku menghembuskan napas karena bisa terlepas dari jeratan yang disebut sebagai 'rumah'. Sungguh sebuah kenikmatakan yang selalu kusuguhkan untuk diriku sendiri.

Kupikir hanya sebatas itu, tapi nyatanya mataku menangkap sesuatu yang lebih. Sudah sangat lama aku tidak merasakannya, sebuah desiran dan kilauan yang memantik hati.

Dia disana.. diujung sana, terduduk menatap kaca besar berisikan orang orang berlalu lalang yang tak dapat ditatap dari luar. Setiap pagi.. setiap hari.. selalu kutatap wajah lembutnya dari meja nomor 6 menuju meja 13 diujung sana, dapat disimpulkan, itu meja favoritnya.

Hari ini, mata kami bertemu, dia memiringkan kepala menatapku dengan tatapan risih. Kusuguhkan segaris lengkungan dibibir yang membuatnya menggelengkan kepala. Dia tak pandai berbohong rupanya, itulah dia, orang yang selalu kutatap setiap pagi dicafe yang sudah lama menjadi langgananku.

Pagi ini benar benar memuakkan, rumah menjadi sesuatu yang sangat mengesalkan, bahkan untuk membicarakannya saja aku tak sudi. Toh aku akan segera pindah...

Beruntung dia masih disana, mengacungkan cangkir kopinya yang kuanggap sebagai sapaan pertamanya setelah sekian lama...

Hingga tanpa kami sadari, itu menjadi kebiasaan dan berinteraksi semakin dalam. Dia sangat indah, tawanya... Senyumnya... Namanya... Sungguh nama baru telah terukir dihatiku yang temporer ini.

Kita semakin dekat, dan aku semakin lupa dengan kata rumah. Sebuah tempat yang pernah kutinggali sebelumnya.

Setiap hari aku pergi dengannya, setiap pagi aku tatap wajah baru yang menghiasi hidupku.

Hari ini aku memutuskan untuk pulang kerumahku yang dulu. Mengemasi barang, mengambil baju dan mengucapkan selamat tinggal kepada istriku, kini... Aku sudah memiliki seseorang yang baru. Jadi berhentilah menatapku dari ujung sana......

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Drama
Novel
The Carrot Can Fly
Yesno S
Novel
Bronze
Tak Sambat
Nuel Lubis
Skrip Film
Pelakor
Fahrand ahmad
Flash
Diujung Sana
Ariq Ramadhan Nugraha
Flash
Bronze
Cinta yang Tak Mungkin Bersatu
Sulistiyo Suparno
Flash
Half-Written Love
Farah Maulida
Novel
Ruas Rusuk
angsakeling
Novel
SANG DUKUN
Ikhwanus Sobirin
Novel
Sawang Sinawang
Monita Alvia
Novel
Imperfect Family
Rosiana Quraisin
Flash
Ikan
Impy Island
Flash
Pahlawan Asap
Aisyah KW
Flash
Berdoa yang Sederhana Saja
Sulistiyo Suparno
Cerpen
Bronze
Resign
Haidee
Novel
Bronze
Saksi Terakhir
DENI WIJAYA
Rekomendasi
Flash
Diujung Sana
Ariq Ramadhan Nugraha
Flash
Remahan
Ariq Ramadhan Nugraha
Flash
The Scion
Ariq Ramadhan Nugraha
Flash
Behind the Tears
Ariq Ramadhan Nugraha
Flash
The Man With His Guilty
Ariq Ramadhan Nugraha
Flash
Janji Palsu
Ariq Ramadhan Nugraha
Flash
Take My Hand
Ariq Ramadhan Nugraha
Flash
Tatapan
Ariq Ramadhan Nugraha
Novel
48 Jam : School Pride (Suspect)
Ariq Ramadhan Nugraha
Flash
Criminal Case
Ariq Ramadhan Nugraha
Flash
Dari Kejauhan
Ariq Ramadhan Nugraha
Flash
SISTER
Ariq Ramadhan Nugraha
Flash
Home
Ariq Ramadhan Nugraha
Flash
A Girl and Boys
Ariq Ramadhan Nugraha
Flash
11/12 Class
Ariq Ramadhan Nugraha