Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Drama
Yang Tak Pernah Berpihak
14
Suka
41,420
Dibaca

Di tengah pagi yang berkabut, salah satu dari kedua manusia yang sedang termangu tiba-tiba berkata,

"Hidup ini lucu ya, Ma," ucap sang putri memecah kebisuan.

Mama tersenyum kemudian bertanya, "Kenapa lucu?"

Keduanya sejenak terdiam lagi. Seperti memikirkan kalimat apa yang selanjutnya harus terucap. Sampai akhirnya, putrinya kembali bicara dalam pandangan yang nanar.

"Iya lucu. Bagian mananya sih yang salah, Ma? Aku selalu berusaha untuk jadi anak yang baik. Aku selalu berusaha untuk melaksanakan apa pun perintah-Nya. Disuruh shalat, aku lakuin. Ngaji? Aku lakuin. Sedekah pun iya. Aku nggak pernah jahatin siapa pun. Bahkan pada orang yang jelas nyata jahat sama aku. Tapi aku nggak bales semua yang mereka lakuin ke aku. Tapi kenapa tetap aja, aku nggak bisa dapetin apa pun yang berusaha aku capai."

Mama hanya diam sembari menunggu kalimat apa selanjutnya yang akan putrinya ungkapkan. Sang putri menunduk, menghela napas sesaat lalu melanjutkan ucapan,

"Lihat aja contohnya, Indy."

Indy, salah satu teman baik ia semasa sekolah.

"Salat nggak pernah, ngaji nggak. Jahatin orang gampang. Bahkan untuk urusan ibadah aja dia sendiri ngakuin bisa diitung pake jari berapa kalinya dalam setahun dia ngelakuinnya. Tapi hidupnya baik-baik aja, 'kan? Dara juga gitu. Bahkan mereka dengan gampangnya dapetin apa pun yg mereka mau. Apa pun yg mereka pengen. Pengen kerja di tempat bergengsi? Gampang aja. Mereka yang sesantai itu. Nah coba lihat aku, Ma? Mama bilang Allah itu maha baik. Tapi kenapa Allah begini ke aku? Aku tau Allah itu adil. Tapi kadang rasanya aku pengen protes. Adil bagian mananya, Ma? Apa Allah juga adil ke aku?"

Sang putri mengangkat kepalanya. Membuat hati mama mendadak nyeri saat melihat mata putrinya yang telah berkaca-kaca.

"Sayang, nggak boleh ngomong gitu. Inget, innallaha ma'ashshobirin. Allah itu bersama orang-orang yang sabar. Mungkin emang belum waktunya kamu meraih kesuksesan kamu. Percaya, suatu saat hari itu pasti bakal datang," ucap mama menenangkan.

"Sampai kapan, Ma? Kalau ternyata hari itu nggak pernah datang bahkan sampai aku menutup mata, gimana?"

Dia tersenyum, tapi dari ujung matanya, bening hangat itu akhirnya mengalir membasahi pipi. Hal itu membuat sang mama makin lirih hatinya. Untuk pertama kalinya, ia menyaksikan sendiri. Untuk pertama kalinya ia menyadari bahwa putrinya yang kuat tidak benar-benar kuat seperti yang biasa terlihat. 

"Sayang, inget ini. Kalaupun sampai saat ajal itu tiba, hari itu tidak datang. Satu hal yang harus kamu percaya, tidak peduli bagaimana jalannya, kalau tidak di duniamu, Allah pasti menghadiahkan untuk akhiratmu. Janji Allah itu pasti, Nak. Tidak akan ada yang bisa mengganggu gugatnya."

Sang putri berhambur ke pelukan mamanya. Air mata kini benar benar tumpah dan mengiringi pelukan lirih keduanya.

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Drama
Flash
Yang Tak Pernah Berpihak
aliaputri
Flash
Asa Arka
Feby Irawan
Flash
Bronze
MANTAN
Rahmayanti
Flash
Bronze
Pak Guru Says!
Kiara Hanifa Anindya
Novel
Bronze
Bus Kota Warna Merah (Cerpen Pilihan Editor#1)
Imajinasiku
Novel
Bronze
I NEED YOU: The Dark Side of Teenagers
Alviona Himayatunisa
Flash
Cinta Yang Lain
Oliphiana Cubbytaa
Cerpen
DIA YANG TIDAK PERNAH TERSENYUM
Meliana
Cerpen
Bronze
Malam-Malam Wadam
Aneidda
Cerpen
Bronze
Dua Abah dan Dua Anak Perempuanya dari Pantura dan Parahyangan
Silvarani
Cerpen
Bronze
Hentak Mesin Dini Hari
Johanes Gurning
Flash
Dear Diriku
Anisah Ani06
Flash
Bronze
Cilok Sepuluh Ribu
B12
Flash
Ceroboh
Kiara Hanifa Anindya
Flash
Sudut Kamera
Aksara Dvaita Varna
Rekomendasi
Flash
Yang Tak Pernah Berpihak
aliaputri