Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Romantis
MENANTIMU DI STASIUN SOLO BALAPAN
7
Suka
25,970
Dibaca

Waktu pun terus berjalan, Romi sudah lulus kuliah, sementara Tantri masih menjalani rawat jalan untuk mengobati penyakit yang sedang dideritanya. Persahabatan mereka masih terus terjalin, dan selama itu pula mereka habiskan waktu bersama-sama.

Dengan penuh kesabaran, Romi senantiasa memberikan perhatian kepada Tantri. Hingga sampai detik ini dia masih belum tahu bagaimana sebenarnya perasaan gadis berwajah ayu itu terhadapnya. Namun sebaliknya, selama itu pula entah apa alasannya, mengapa Tantri selalu saja menolak cinta Romi.

Sampai suatu saat Romi menutuskan untuk merantau, mengadu nasib ke Jakarta.

“Aku harus bagaimana jika aku rindu padamu?” tanya Tantri dengan wajah penuh gelisah.

“Bersabar. Aku pun demikian,” jawab Romi tak kalah gundah.

“Jika kita memang berjodoh insyaallah kita akan dipertemukan lagi dalam keadaan yang lebih baik,” lanjut Romi.

“Rom, aku akan selalu menunggumu, kembalilah untukku. Aku akan sangat merasa kehilangan dengan kepergianmu,” pinta Tantri.

“Sudahlah, kok jadi melankolis seperti ini. Aku tidak pergi jauh.” kata Romi cengengesan dengan mimik wajah yang lucu.

“Rom, aku serius nih…” Tantri dengan senyum tipis di bibirnya, menghapus air mata di wajahnya.

“Aku mengerti, memang sungguh berat bagiku, sebelumnya kita selalu sama-sama kini kita harus berjauhan, tapi itu semua demi masa depanku,” kata Romi.

“Tantri, tolong kamu jaga baik kesehatanmu. Semoga kamu lekas sembuh,” lanjut Romi.

“Amin, jangan khawatirkan aku, ” sahut Tantri.

Beberapa hari kemudian, di stasiun KA Solo Balapan, meskipun masih dalam kondisi yang lemah Tantri melepas kepergian sahabat terkasih dengan linangan air mata. Romi menatap lambaian tangan Tantri dari balik kaca kereta api yang mengantarkannya pergi menuju ibukota dengan pandangan kosong.

Sendiri terpaku melepas kepergiannya. Pandangannya menatap lembut wajah ayu berjilbab, nampak butiran-butiran air mata mengalir di pipinya, seakan dia tak rela dengan kepergiannya. 

“Rom, selamat jalan, semoga kamu berhasil di kota Jakarta dan aku akan ada dan berdoa untukmu, ” kata Tantri dalam hati.

Apa yang sedang terjadi? Seorang pria dan wanita sedang berada dalam episode kehidupan yang sangat mengharukan. Sebuah episode yang manusia menyebutnya cinta. Episode yang memiliki tahap-tahap, dan kali ini mereka memasuki tahap kerinduan.

Sangat susah sekali menahan apa yang dinamakan dengan kerinduan. Terlebih, ketika dua suara telah saling jujur apa yang tersimpan di dalam hati mereka. Mengharapkan yang terbaik yang akan Tuhan berikan kepada mereka. Namun sangat sulit bagi mereka membedakan antara cinta dan persahabatan.

Setiap menjelang sore, kerinduan sering hadir dalam setiap relung jiwa Tantri, sebuah kerinduan yang membuncah.

Tantri menatap langit-langit yang telah menjadi merah dari balik kaca jendela kamarnya. Sesekali, pandangan matanya menatap handphone warna pink yang ada dalam genggamannya. Sering sekali dia tersentak kaget begitu benda itu bergetar, bertanda sebuah pesan sampai dari seorang lelaki yang berada jauh di Jakarta.

Membaca SMS dari Romi, Tantri tersenyum, terkadang matanya berkaca-kaca. Kerinduan ini, mengapa demikian hebat? Apakah Romi di Jakarta pun merasakan hal yang sama? Menatap jauh ke arah matahari yang sedang hendak turun ke peraduan.

“Romi, maafkan aku, aku tidak bisa menerima cintamu justru karena aku teramat sayang padamu. Suatu saat kamu pasti akan mengerti, maafkan aku,” kata Tantri dalam hati.

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Romantis
Novel
Mencintai Duke Michael
Vya Kim
Flash
MENANTIMU DI STASIUN SOLO BALAPAN
DENI WIJAYA
Skrip Film
Triangle
Rizki Ramadhana
Flash
Kadung Katresnan
Soerja HR Hezra
Novel
Bronze
Hello Rava
Raiya Pramudita
Novel
ELBE'S LOVE STORY
Maria Ispri
Flash
Sebatang Rokok
Fann Ardian
Cerpen
Bronze
Dua Puluh Dua Tahun
Imajinasiku
Novel
A Month With Margo
Heru Dikara Pramono
Flash
Atas Nama Cinta
zee astri
Flash
Janur Kuning Jarang Melengkung
Siti Qoimah
Flash
Selesai
Kaylasyifa Azzahrie
Cerpen
Cinta yang Pergi
Fia Shofia
Novel
Bronze
Surrender
nanik widiana
Novel
Menjahit Benang yang tak Berujung
kingsleigh
Rekomendasi
Flash
MENANTIMU DI STASIUN SOLO BALAPAN
DENI WIJAYA
Flash
SETENGAH PRIA SETENGAH WANITA
DENI WIJAYA
Novel
Bronze
CINTAKU DI KAMPUS BIRU
DENI WIJAYA
Novel
Baiti Jannati Rumahku Surgaku
DENI WIJAYA
Flash
ROH
DENI WIJAYA
Skrip Film
Romeo Bukan Anak Jalanan
DENI WIJAYA
Novel
Bronze
LONCENG KEMATIAN
DENI WIJAYA
Flash
CATATAN JURNALIS DARI KAMBOJA
DENI WIJAYA
Flash
ANAK-ANAK KONGLOMERAT
DENI WIJAYA
Cerpen
Cintaku Di Kampus Biru '97
DENI WIJAYA
Novel
MOHM PATH : gadis kecil yang tidak bisa menangis
DENI WIJAYA
Novel
Cinta Yang Dirindukan Surga
DENI WIJAYA
Flash
TUAN HAJI MURAD
DENI WIJAYA
Novel
Bronze
9 SKALA RICHTER
DENI WIJAYA
Novel
Bronze
DAUN JATI BERBISIK
DENI WIJAYA