Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Drama
Kesetiaan Seorang Kakek
4
Suka
26,120
Dibaca

Sang kakek..

Salah satu lelaki yang paling setia yang pernah ku kenal. Tepat hari ini sudah lima tahun isterinya meninggalkannya untuk selama-lamanya dan dia masih murung, mengurung dirinya dikamar, tidak pernah berbicara lagi, apalagi tersenyum. Hidupnya seolah-olah sudah tiada gunanya lagi, seolah-olah sudah dirampas dengan ketidakikhlasan hati.

 

Pernah suatu hari, satu kampung dibuat repot karena dirinya sudah berdiri dipinggir jembatan bersiap untuk melompat agar bisa menyusul isterinya, pernah juga sang kakek menari-nari dijalanan karena suatu malam bermimpi didatangin sang isteri.

 

Semasa hidupnya sebelum kepergian sang isteri, sang kakek adalah salah satu tokoh masyarakat dan juga panutan semua orang dikampung, kerap kali dimintai nasehat banyak orang tentang permasalahan hidup. Kakek itu sangat baik hatinya, aku kagum padanya, tetapi aku juga tidak mengerti mengapa sang kakek masih belum ikhlas atas kepergian isterinya.

 

Pernah suatu hari di kampung kami ada satu keluarga yang kehilangan rumah karena hangus terbakar, sang kakek memberikan tempat tinggal sementara untuk mereka.

 

Pernah juga suatu hari, tetangga kami, sebut saja si A baru saja kehilangan suaminya yang meninggal karena tersambar petir. Sang kakek menjadi orang pertama yang menenangkan si A, sang kakek rela berhari-hari berkunjung kerumah si A untuk menghibur hari-harinya hingga si A berhasil menjalani kehidupannya seperti semula lagi, semua berkat si kakek yang baik hati bak malaikat, aku ingat betul kalimat-kalimat pertama yang sang kakek ucapkan kepada si A adalah “Ikhlaskan, semua hanyalah titipan, dan mungkin ini saatnya yang punya untuk mengambil miliknya kembali.”

 

Karena rasa penasaranku tentang kenapa kakek belum mengikhlaskan sang isteri akhirnya aku memberanikan diri bertanya kepada sang kakek walau aku rasa sang kakek tidak akan menjawab pertanyaanku, tapi siapa sangka ternyata sang menjawab dan jawabannya membuatku geleng-geleng kepala.

 

Kenapa sang kakek belum bisa mengikhlaskan isterinya? Sang kakek menjawab “Karena semasa hidup saya belum sempat mengucapkan “SAYA MENCINTAI KAMU” dan itu menjadi penyesalan terdalam saya, karena nyatanya ketika seseorang sedang berada di dekat kita, kita tidak menyadari keberadaannya dan bahkan hanya fokus pada orang lain dan ketika sedang berjauhan barulah kita sadar hadirnya sangatlah bermakna.”

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Drama
Novel
Bronze
Dan Rasanya Cuma Kosong
alyaandita
Skrip Film
Bloody Rose
Rintihan Angan
Flash
Kesetiaan Seorang Kakek
M Fadly Hasibuan
Novel
Prince of Hell
Gigi Kelinci
Novel
Bronze
CETHIK
Wulan Kashi
Flash
JIWA MERAH PUTIH
Rudie Chakil
Flash
Bronze
Si Gadis Berkucir Satu
Andriyana
Flash
Heaven
Mahmud
Cerpen
Bronze
Perjalanan dengan Si Ratu Pamer
Nana Sitompul
Novel
Cancer "Si Pengingat Ulung yang Ceplas-ceplos"
Winda Azhari Pasaribu
Novel
Perjalanan Rhu
Senjanila
Novel
Jika Istana Penuh Bara Tak Pernah Ada...
Shabrina Farha Nisa
Novel
32 DETIK
IGN Indra
Flash
BEAUTY STANDARD
M Fadly Hasibuan
Flash
Berdoa yang Sederhana Saja
Sulistiyo Suparno
Rekomendasi
Flash
Kesetiaan Seorang Kakek
M Fadly Hasibuan
Flash
BEAUTY STANDARD
M Fadly Hasibuan
Flash
KISAH WEWE GOMBEL
M Fadly Hasibuan
Flash
PEWARIS ABIRAMA
M Fadly Hasibuan
Flash
MERTUA VS MENANTU
M Fadly Hasibuan
Skrip Film
Selingkuh
M Fadly Hasibuan
Flash
ALUNA MENCARI BAPAK
M Fadly Hasibuan
Novel
Bolehkah Aku Menciummu Sedetik Saja?
M Fadly Hasibuan
Flash
SEMANIS COKLAT
M Fadly Hasibuan
Flash
MANUSIA DI NEGERI SEBERANG
M Fadly Hasibuan
Skrip Film
DIANA SANG BIDUAN
M Fadly Hasibuan
Flash
Siapa Pembunuh Nina?
M Fadly Hasibuan
Flash
Ketika Mendung Bukan Lagi Pertanda Hujan
M Fadly Hasibuan
Flash
SURAT UNTUK NEPTUNUS
M Fadly Hasibuan
Flash
JIKA JIWAMU DALAM RAGAKU
M Fadly Hasibuan