Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Komedi
Dua Karet
7
Suka
14,260
Dibaca

“Batu gunting kertas!” teriak tiga pemuda yang sedang berjongkok di depan pintu mess.

Dua orang tertawa lebar dan segera menjejalkan lembaran uang ke tangan yang terbuka lebar.

“Kalian pasti curang nih!” teriak Pian sambil mengerang kesal. Dia tak sadar, tadi sebelumnya kedua temannya telah saling bertukar kode.

“Mana ada! Dah jelas kamu kalah.” Andana menggerakan dua jarinya layaknya sedang menggunting. “Kertas tuh kalah kalau lawan gunting.”

Dika ikut tertawa. “Ingat ya, kami pake rendang!” Dia menepuk pundak Pian. “Minta uda-nya pilihkan yang besar rendangnya!”

“Sebodooo!” balas Pian kesal.

Dia mengambil jaket lalu turun ke halaman, menyalakan motor. Segera melaju ke warung nasi padang terdekat.

Saat Uda yang membungkus menyendokkan lauk ke dalam bugkusan, Pian segera menunjuk pada panci berisi rendang.

 “Uda, cariin yang gede ya.”

Setelah selesai membayar, Pian bergegas kembali ke mess, perutnya sudah keroncongan kelaparan.

“Mana nasi bungkusnya?”

Pian tak menyangka akan disambut di depan halaman dengan teriakan kedua temannya.

“Sabar...,” ucapnya. “Aku ambil punyaku dulu.”

Pian mengulurkan kantong kresek hitam yang langsung disambut dengan ganas. Namanya kalau dah lapar, semuanya jadi seperti hyena liar.

“Kok yang satu, karet dua. Yang satu lagi karet satu?” tanya Dika bingung.

“Eh, diambil Pian tuh, nasi bungkus karet dua kita!” Andana meletakkan kantong ke atas meja, buru-buru mengejar Pian.

 Sementara itu Pian cepat-cepat menyembunyikan nasi bungkus karet dua di dalam baju kaosnya. Andana dan Dika langsung berteriak.

“Woi, punyamu yang ini!” Keduanya menahan badan Pian, mengambil kembali nasi bungkus dengan karet dua lalu meletakkan kembali bersama ‘teman nasi bungkus’ yang sama di atas meja. Mereka memberikan nasi bungkus tanpa karet ke tangan Pian.

“Ndak bakal bisa kamu ngerebut nasi bungkus kami!” Andana tertawa sambil mengacungkan nasi bungkus karet dua miliknya.

“Ye lah,” sahut Pian malas. Dia masuk ke dalam kamar dengan nasi bungkus di tangan. “Aku makan di kamar jak!”

“Yeee, merajuk dia!” ledek Dika.

Keduanya duduk di depan mess lalu melepas karet dua pada nasi bungkus lalu mulai menyuapkan makanan.

“Wuih, pandai juga Pian milih rendangnya yang besar.” Andana tertawa saat membuka nasi bungkus.

“Nasi padang tuh harus pake rendang,” ucap Dika sambil menyendokkan rendang ke dalam mulut. Ketika giginya menggigit. Dia berteriak kesal. “Ini sih bukan rendang!” Dia mengeluarkan potongan mirip rendang dari mulutnya.

Andana tertawa lebar. “Kena zonk kamu!” Sendoknya sudah penuh dengan sepotong besar rendang. Tak lama Andana juga berteriak kesal. “Ini juga bukan rendang!”

Andana dan Dika menggedor pintu kamar Pian sambil mengacungkan ‘rendang’ di tangan. “Buka pintunya, Pian!!!”

“Makan tuh lengkuas besar ampe puas!” Pian mengunyah telur dadar sambil terkekeh.

==

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (3)
Rekomendasi dari Komedi
Flash
Dua Karet
catzlinktristan
Flash
Menjadi Gagal Pun Masih Gagal
T. Filla
Cerpen
Aku Dan My Oboss
Lavender Fla
Flash
Suara Misterius
Saifan Rahmatullah
Flash
Kado Ter Epik Untuk Joko
Rainzanov
Flash
Bronze
Xeviar dan Malaeohi: Juga Kota-Kota Serta Kehidupan Lain Yang Terlunta
Rere Valencia
Komik
This Classroom!
mrizkysaputraa
Flash
Bronze
Kurir
Bksai
Flash
Bronze
Balikan, Yuk!
Dewi Fortuna
Flash
Bronze
Kalau Kambing Bisa Ketawa...
Shabrina Farha Nisa
Cerpen
Cerita Sekolah Minggu bersama Yaya
E. N. Mahera
Cerpen
Cinta Segitiga Kang Taryo, Bandex, dan Neng
E. N. Mahera
Flash
Ketua RT Dadakan
Penulis N
Flash
Penulis Paling Berbakat di Dunia
Rafael Yanuar
Flash
Bronze
Ngereh
Bksai
Rekomendasi
Flash
Dua Karet
catzlinktristan
Novel
Air Mancur Negeri Gula
catzlinktristan
Flash
Makan Malam
catzlinktristan
Flash
Temanimu Melepas Nada Masa Lalu
catzlinktristan