Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Thriller
Akhir Sebuah Penantian
20
Suka
20,013
Dibaca

Kekeringan melanda hampir sejumlah daerah di Indonesia selama musim kemarau ini. Air menjadi barang langka. Warga desa yang punya uang lebih, membeli galon-galon air bersih untuk persediaan.

Namun, Anindya tak seberuntung mereka yang berduit. Sudah hampir sebulan gadis berusia tiga puluhan itu, harus bolak-balik mendaki bukit untuk mengambil air bersih. Bukan hanya badannya yang lelah, tetapi jiwa Anindya pun ikut merasakan gersang.

Benar kata orang, menanti itu adalah pekerjaan yang melelahkan. Anindya tengah merasakannya saat ini. Ketika Rama yang punya cita-cita ingin jadi pejabat dan memutuskan untuk melanjutkan kuliah di kota, kekasihnya itu seolah-olah menghilang bak ditelan bumi. Sama sekali tak terdengar kabar berita darinya. Begitu pula dengan orang tua Rama. Mereka memutuskan untuk pindah ke kota, menyusul putra tercinta.

***

Nin, kalau aku sukses menjadi orang besar nanti, kamulah satu-satunya perempuan yang akan aku jemput ke pelaminan.

Lima tahun berlalu, sejak Rama mengucap janji itu, Anindya masih tetap setia dalam penantiannya. Padahal, banyak lelaki yang mengantre untuk mempersuntingnya. Namun, perempuan cantik itu selalu menolak. Bahkan, Bu Dinar pun sering membujuk putrinya untuk mulai membuka diri. Namun, tentu saja tak berhasil. Anindya telah sepenuhnya menutup hati dari lelaki lain demi Rama seorang.

"Nin, itu bukannya Rama?" tanya Ibu, ketika Anindya tengah membantu menyiapkan menu makan malam.

Anindya berhenti mengiris-iris tipis bawang merah, kemudian mulai memerhatikan dengan saksama layar kaca yang memperlihatkan kekasihnya tengah diwawancara.

Rama Prasetya, Bupati termuda Kabupaten xxxx kini tengah berbahagia. Pasalnya, Amanda Aulia, istrinya, sedang mengandung. Pasangan yang baru satu tahun menikah ini, tampak sibuk mempersiapkan segalanya untuk menyambut kelahiran anak pertama mereka yang diperkirakan sekitar satu bulan lagi.

Dadanya begemuruh. Sekujur tubuh gadis itu bergetar hebat. Anindya tak mampu menahan bulir yang tumpah ruah membanjiri pipi. Usai sudah penantian panjangnya selama ini. Pisau dalam genggaman yang semula ia gunakan untuk mengiris-iris bawang, kini mulai beralih fungsi.

"Astagfirullah, Nin! Nyebut, Nin, nyebut!" teriak Ibu histeris, berusaha mencegah aksi putrinya memotong urat nadi sendiri.

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (15)
Rekomendasi dari Thriller
Flash
Akhir Sebuah Penantian
Suci Asdhan
Cerpen
Simulasi Mati
Galang Gelar Taqwa
Novel
Bronze
Ranting
Ariya Gesang
Novel
Hocus-Pocus: Kebenaran yang Tersembunyi
Febri Purwantini
Novel
Bronze
The Camp
Binnar Kurnia Ramadhan
Flash
Cincin batu akik
Mahmud
Flash
Kasus 99
Allamanda Cathartica
Novel
Lubang Kunci
Randy Arya
Novel
The Babad Noir Chronicles
Nikodemus Yudho Sulistyo
Novel
Mayat Terakhir
yulisaputra
Flash
Refleksi Terakhir
Allamanda Cathartica
Novel
Bronze
Find You
Sonya Mega Flourensia
Komik
School Rumor
Kira Info
Novel
Gold
The Good Neighbor
Noura Publishing
Novel
Bronze
Melankoli
Mr.taaaa
Rekomendasi
Flash
Rindu
Suci Asdhan
Flash
Akhir Sebuah Penantian
Suci Asdhan
Novel
Jomblo Rivarly
Suci Asdhan
Novel
Arunika: Rumah Cahaya
Suci Asdhan
Novel
Bronze
Duo Kacamata (Sahabat Jadi Saudara)
Suci Asdhan
Flash
Main Bola
Suci Asdhan
Flash
Petak Umpet
Suci Asdhan
Novel
Cinta Kedua Bu(Li)nda
Suci Asdhan
Skrip Film
Jodoh Atau Bukan?
Suci Asdhan
Novel
Boundless
Suci Asdhan
Flash
Dompet Kulit
Suci Asdhan
Flash
Yang Terlupakan
Suci Asdhan
Flash
Surat Cinta
Suci Asdhan
Novel
Resonansi
Suci Asdhan
Novel
Restorasi Rasa
Suci Asdhan