Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Drama
JAS REMBULAN
5
Suka
33,492
Dibaca

"Mau ke mana, Sayang?" Ros terkejut melihat suaminya bersiap berangkat di dekat pintu rumah.

Dev mengenakan stelan jas berwarna perak, dasi vintagedan kini sedang mengancingkan ujung lengan kemejanya. 

"Lagian ini tengah malam, kota sudah tidur dalam kesunyiannya," tambah Ros menengok ke luar jendela dan mendapati langit di luar gulita.

"Ada perayaan yang harus kuhadiri, tak akan aku memaksamu ikut." 

Dev tahu-- bahwa Ros pastinya tak ingin ikut bersamanya. Sudah sejak setahun lalu, Ros tak pernah ingin keluar rumah, semenjak di mana-mana orang terancam dalam kerumunan. 

Jadi, Dev melangkahkan kakinya tanpa memerdulikan apakah istrinya menyahut atau tidak.

"Sayang, kamu kenapa? Tak ada pesta di sana! Jangankan acara perayaan, bahkan sudah tak ada siapa-siapa."

Dev hanya menjawab dengan menutup pintu dan membuat Ros akhirnya harus bergegas mengambil sweter yang sudut ruang tamu. Ros bersusulan dengan waktu, takut kehilangan jejak suaminya.

Di depan rumahnya, Dev terhenti. Rupanya ia mengeluarkan sebuah undangan berwarna coklat dari saku kiri lantas diipandangi. Dalam terang rembulan, setelah membuka lipatannya, ia tersenyum manis. 

"Tuh kan, sudah sepi Dev. Ayo masuk, malu sama tetangga!" Ros seolah puas menuduh tingkah suaminya kekanak-kanakan.

"Aku harus menghadiri perayaan ini, Istriku. Aku tak bisa menunda-nundanya lagi." Nada Dev meninggi, seakan menantang Ros. 

Wajah Dev begitu antusias, ia langsung menunjukkan alamat yang tertera di undangan itu. Yang tidak lain, sebuah peta memperlihatkan lokasi di mana rumahnya berdiri sekarang.

"Ini pernikahannya, dan aku akan menjadi walinya! Kamu mana ngerti Ros." Dev terengah-engah berebut napas di antara suhu udara dingin dan amarahnya. 

"Sudahlah, Dev! Kamu harus menerima kenyataannya, ini bukan salahmu. Ini sudah hampir setahun berlalu." Kalimat Ros membuat Dev bungkam. 

Hening. Hanya ada cahaya rembulan, terserap seluruh permukaan jas kebanggaan Dev itu. 

"Ia sudah tenang, jangan kamu ungkit-ungkit lagi rasa penyesalanmu!"

Dev semakin teringat lagi ponakannya yang meninggal, sebelum akad pernikahan terlaksanakan. Hanya gara-gara dulu, Dev ingin menunda pestanya, menunggu bencana reda dan bisa dilaksanakan dengan iring-iringan seperti pada umumnya. 

"Maut telah lebih dulu menjadikanmu mempelai, aku malah tak sempat mengenakan jas ini, sayang. Maafkan aku, maafkan aku!"***

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Drama
Flash
JAS REMBULAN
Faisal Syahreza
Flash
Akuarium Air Laut
Adinda Amalia
Novel
Bronze
Perayaan Cinta
gilang arum puspita
Novel
Luka yang Tak Pernah Sembuh
Eunike Hanny
Flash
Bitter Sweet Surprise
Erdem Emre
Novel
Bronze
Cerita Hidup Irawan Bersaudara
Jenny C Blom
Novel
Memori Shania
Suci Adinata
Novel
Bronze
MAKKUNRAI
Aldi A.
Flash
Bronze
Cinta Maya Yang Nyata
Sunarti
Cerpen
SOP AYAM AYAH
Ani Hamida
Novel
JAKARTA CITA DAN CINTA
Irma Fransisca Rumondor
Novel
Rahasia yang Dibawa Hujan
Syahreza Pahlevi
Skrip Film
RETORIKA IBU
Lukyana Arsa
Skrip Film
ARKANA
Sherly Amanda Islami Ramadhani
Flash
Bronze
Derivatif Pernikahan
Silvarani
Rekomendasi
Flash
JAS REMBULAN
Faisal Syahreza
Flash
ES AIRMATA BAHAGIA
Faisal Syahreza
Flash
PELUKAN SETENGAH ABAD
Faisal Syahreza
Flash
SERAT-SERAT SUARA
Faisal Syahreza
Skrip Film
Yang Lupa Diajarkan Cinta
Faisal Syahreza