Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Drama
Mempelai Perempuan
16
Suka
30,627
Dibaca

Hari yang sudah lama kunanti-nantikan, akhirnya tiba juga! Aku sudah tak sabar, ingin segera terlihat cantik di hadapan tamu-tamu yang datang.

Kini aku sedang dirias. Dan kau tahu? Periasku ini sungguhlah berbakat. Gerakan tangannya lihai dan cekatan. Meski dia masih muda, namun sentuhan riasnya terasa amat berpengalaman. Tentu, bukanlah sebuah riasan yang menor dan bakal bikin orang pangling. Melainkan, ia meriaskku dengan riasan yang natural, namun kecantikanku mampu dibuatnya menjadi maksimal.

Oh iya, awalnya aku ragu, apakah perempuan ini bisa mengatasi bekas luka di wajahku. Bekas luka yang kurasa sangat mengerikan, dan tak pantas dilihat oleh orang di acara paling istimewa ini. Tapi nyatanya, dia berhasil menyembunyikan luka itu dengan foundation serta concealer. Dia melukis lengkungan pada alisku. Aku suka! Garis lengkung sempurna semacam ini, tak akan mungkin bisa kubuat sendiri dengan tanganku. Si pemilik tangan ajaib itu kembali menyapu pipiku menggunakan bedak di bagian pipi, hidung, jidat, dan dagu. Setelah itu pipiku dibubuhi dengan blush on warna persik. tak ketinggalan dengan hightlighter di beberapa bagian wajah. Untuk bibir, dia mengoleskan lipstik warna pink salem dan diberi lipgloss supaya bibirku  mengkilat bila terkena cahaya.

Di hari yang spesial ini, aku mengenakan dress satin panjang warna putih. Dress sepanjang kakiku ini, seolah sudah ditakdirkan untuk menjadi milikku. Semua wanita yang melihat dress ini pasti iri denganku. Aku juga memakai sepatu lucu dengan hiasan manik dan renda. Warnanya senada dengan dress yang kupakai saat ini. Cocok sekali!

Perempuan muda itu juga menata rambutku. Ia menatakan gaya ‘Low Updo’. Kemampuannya dalam menata rambut, tak kalah apik dengan kemampuannya dalam merias wajah. Sungguhlah, dia wanita yang amat brilian.

Kini, pekerjannya telah selesai. Perempuan muda itu tersenyum. Ia bekerja seperti halnya seorang seniman. Wajahku dianggapnya seperti sebuah kanvas dan mahakarya.

Aku sungguh puas sekali! Kini aku terlihat seperti tuan putri dari kerajaan antah berantah, yang siap dipinang oleh pangeran dari negeri seberang. Aku merasa menjadi seorang mempelai perempuan paling cantik dan bahagia yang pernah ada. Aku merasa sempurna. Bukannya bermaksud narsis atau besar kepala, bahkan periasku pun menyatakan hal yang sama.

“Sungguh, Anda cantik sekali.” Pujinya, matanya yang bulat itu menyatakan ketulusan.

Setelah itu, aku memasuki ruangan yang telah dihadiri oleh banyak tamu. Sebagian dari mereka tersenyum ketika melihat diriku. Mungkin mereka terpesona. Namun, ketika kulihat teman dekat dan keluarga, terlebih mama, hatiku menjadi sedih. Di hari yang harusnya membahagiakan ini, dia justru menangis tersedu sedu.

“Sudahlah, Ma. Janganlah kau bersedih. Kau harus merelakanku. Anakmu telah menjadi mempelai sekarang. Anakmu akan memulai kehidupan yang baru; kehidupan yang kudus; serta kehidupan yang kekal bersama Kekasihku: Tuhan.”

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (7)
Rekomendasi dari Drama
Novel
Alternatif Husband
Jesslyn Kei
Komik
Empat Wayang
cangkacangku
Skrip Film
Another Song For You
Guns Gunawan
Skrip Film
Love (To be) On Top
Nida C
Flash
Mempelai Perempuan
Joshua Vincentius
Flash
Bronze
Terus Terbang
Silvarani
Flash
Bronze
APA SALAH KAMI, MAMA?
Safinatun naja
Flash
Bronze
BOLEH BUKA KULKAS, MA?
Safinatun naja
Cerpen
Bronze
Tuah Kumis Tikus
Muram Batu
Cerpen
Bronze
Jejak Kaki di Pasir yang Terhapus Angin
Rudi Ardi Hamzah
Novel
Bronze
Naif, Bahagia Atau Luka
Aylani Firdaus
Novel
Bronze
Tragedi Cinta Jilid 1
Tinta Emas
Novel
Semoga Kita Bertemu Lagi
Diva Aelah
Skrip Film
Perempuan 3 Nama (skrip)
Ayeshalole
Skrip Film
Perfect Husband to My Sister
mahes.varaa
Rekomendasi
Flash
Mempelai Perempuan
Joshua Vincentius
Skrip Film
Okuni
Joshua Vincentius
Skrip Film
Hello, Hello Again
Joshua Vincentius
Novel
Dalu Suci
Joshua Vincentius