Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Drama
Tujuan Maut
5
Suka
35,914
Dibaca

Pandu menghela napas kasar. Di saat sudah tampil rapi dan tampan maksimal, nasib sial malah menimpanya sore itu. Rencananya untuk pergi berkencan bisa gagal.

Pandu menuntun motornya sambil mencermati sekitarnya. Barangkali ada bengkel yang bisa mengatasi masalahnya. Setelah sepuluh menit mencari, akhirnya ia menemukan sebuah bengkel. Tanpa basa-basi, ia langsung menyerahkan motornya agar segera ditangani.

Petugas bengkel memberi tahu Pandu bahwa proses pengerjaan akan memakan waktu kurang lebih dua jam. Pandu menggerutu dalam hati. Ia takut gebetannya akan kesal dan membatalkan kencan karena terlalu lama menunggu.

Karena tidak ada pilihan lain, Pandu terpaksa menunggu. Ia melihat ke seberang jalan. Ada mobil polisi. Sepertinya ada polisi yang tengah bertugas mengawasi lalu lintas.

Tiba-tiba terlintas ide di pikiran Pandu. Dengan percaya diri, ia berjalan menghampiri mobil polisi.

Tiba di sana, dengan berani Pandu mengetuk kaca mobil polisi. Beruntungnya, polisi tersebut adalah polisi yang baik hati.

"Pak polisi, saya sebagai masyarakat sedang membutuhkan pertolonganmu."

"Katakan apa yang bisa kulakukan."

Pandu menceritakan keluhannya tanpa rasa malu sedikitpun. Sambil menahan tawa, akhirnya polisi tersebut bersedia mengantarkan Pandu.

"Lalu, nanti kalian akan pergi naik apa? Bukankah motormu masih diperbaiki?" Tanya polisi.

"Mungkin motornya. Kita juga bisa menggunakan bus kota."

"Oh, begitu."

💎💎💎💎

Tiba di tujuan, wajah polisi tersebut berubah drastis. "Kau yakin ini tujuanmu? Apa kau tidak mengetahui apapun tentang rumah itu? Dan kisah gadis itu?" Tanya polisi dengan nada yang menyeramkan.

"Ti.. tidak. Ada apa sebenarnya?" Pandu mulai bergetar ketakutan. Ia melirik rumah gebetannya. Seketika aura mistis menyelimuti. Rumah tujuannya itu terlihat cukup menyeramkan.

"Oh boy, gadis itu dilarang berkencan dengan laki-laki sampai ia menginjak umur 17 tahun."

"Kau tahu darimana?"

Polisi tersebut tersenyum menyeramkan sambil mengeluarkan borgol. "Aku adalah ayah gadis itu."

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Drama
Flash
Tujuan Maut
Sathya Vahini
Novel
Would you be my queen
Nadilla Karisya agustin
Flash
Pernikahan Kemarin
Miranti
Flash
ABOUT US 'Beautiful Goodbye'
Via S Kim
Cerpen
LILIN
Fredhi Lavelle
Novel
Gold
A [ Aku, Benci & Cinta ]
Coconut Books
Novel
Rumah Adik Kakak
Andre Sore
Novel
Ada Cerita di Sekolah
Awal Try Surya
Cerpen
Bronze
Do'a di langit biru
Azis Sulaeman
Novel
Batas Karsa
Aesya Muhami
Flash
Semangkuk Burjo Sebelum Pulang
Muhammad Zein Hanafi
Cerpen
Bronze
diambang kebencian
nanajemi
Novel
Alfameria
kumiku
Cerpen
Bekas Luka di Meja Kafe Itu
Pinkan Maulinda
Novel
Diary Seorang Gadis Tunarungu
winda aprillia
Rekomendasi
Flash
Tujuan Maut
Sathya Vahini
Flash
Bad Innocent Girl
Sathya Vahini
Flash
Selebgram Sehari
Sathya Vahini
Novel
Bronze
VIN
Sathya Vahini
Skrip Film
Pacar Masa Lalu
Sathya Vahini
Flash
Beban Orang Tua
Sathya Vahini
Flash
Ambisius
Sathya Vahini