Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Thriller
Tangan di atas Tuhan
5
Suka
15,432
Dibaca

"Benar, Hafzan sahabatmu?" Tanya Pak Mario tenang. Lelaki berusia 40 tahun itu lantas menyulut rokoknya.

"Tentu saja, dia sudah seperti saudaraku."

"Di malam itu, kau yang memberi tahu petugas kepolisian soal Hafzan? Bukan begitu?"

"Iya, aku yang melakukannya."

Pak Mario menyesap dalam rokoknya. Ia membenarkan duduknya. Menatap mata remaja tanggung dihadapannya lamat-lamat.

"Ceritakan padaku sedetail mungkin." Pak Mario penuh penekanan.

"Anda tau, tidak ada yang lebih berharga dari Hafzan dalam hidupku. Aku yatim piatu. Tidak punya sanak saudara. Hafzan, dia hadiah dari Tuhan untukku. Tapi sayang, Hafzan lumpuh setelah kecelakaan. Aku telaten mengurusnya. Setiap pagi, ku mandikan dia dengan air hangat. Aku siapkan makan paginya beserta obat ..."

"Praba, jangan berbelit-belit. Jelaskan padaku tentang malam itu. Saya hanya ..."

"Hafzan sama sepertiku. Dia yatim piatu. Hanya bedanya, dia diwarisi harta yang cukup oleh almarhum orang tuanya. Sementara aku, anda bisa liat sendiri, aku miskin. Tidak ada uang ataupun benda yang tersisa. Dengan lapangnya, tangan Hafzan meraihku. Membawanya ke dalam rumahnya yang nyaman. Aku merasa hidup untuk kedua kalinya. Semua yang kubutuhkan, Hafzan memenuhinya." Praba tersenyum simpul, mengingat perlakuan Hafzan yang sempurna baik padanya.

"Lalu ..."

"Hafzan yang malang. Brandalan brengsek itu tega menghabisinya. Aku sudah berusaha semampuku. Tapi dia sangat cepat. Hafzan sudah bersimbah darah. Luka didadanya menganga. Aku panik, ku pikir, dengan menghubungi polisi, semuanya akan teratasi. Tapi sayang, Hafzan tidak tertolong." Praba terkekeh pelan.

Pak Mario sedikit tersentak. Ia bingung dengan kalimat yang diungkap oleh remaja tanggung dihadapannya. Pak Mario menelan ludah.

"Lantas, apa yang kau lakukan saat itu Praba?"

"Aku? Tentu saja membantunya. Apa lagi yang akan kulakukan untuk sahabatku selain membantunya?"

Pak Mario mengurut kening.

"Brandalan brengsek itu sungguh kejam. Tapi dia tau apa yang dia lakukan akan membuat penderitaan Hafzan berakhir."

Pak Mario menengadah, memelototkan matanya.

"Maksudmu, penderitaan apa?"

Dalam ruangan persegi empat yang hanya diterangi oleh bohlam redup, wajah Praba terlihat samar-samar menunduk.

"Anda ingin bertemu dengan brandalan brengsek itu, Pak?" Ujar Praba tanpa mengangkat wajahnya.

"Tentu, katakan, siapa dia?"

Praba pelan mengangkat kepalanya. Menatap Pak Mario datar, dingin, tanpa ekspresi.

Praba mengulurkan tangannya, "Aku Zadir. Orang yang telah berbaik hati menghilangkan beban hidupnya Hafzan, sahabat Praba."

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Thriller
Flash
Tangan di atas Tuhan
Adi Rizaldi
Flash
Rasa yang Asing di Lidah
irishanna
Novel
The Perfect Brother
Luna Luvia
Komik
RAMUAN KELIMUT
Priy Ant
Flash
Bronze
Tetangga
Febby Arshani
Novel
Gold
Origin
Mizan Publishing
Flash
Aruna Mengerti
Art Fadilah
Novel
Bronze
TRILOGY SATU TITIK
Arata Kaivan
Flash
Saat Benar Jadi Salah
Roy Rolland
Flash
This valentine
Bungaran gabriel
Novel
Bronze
BEHIND THE STAGE
I. Majid
Flash
Langkah Lelaki di Kota orang
Ismawati
Flash
Bronze
Sang Hujan Pembunuh
Rere Valencia
Cerpen
Bronze
Monster
Adnan Fadhil
Novel
Gold
Angels and Demons (Republish)
Mizan Publishing
Rekomendasi
Flash
Tangan di atas Tuhan
Adi Rizaldi
Novel
Bronze
SCRABEO
Adi Rizaldi
Skrip Film
Between Heart
Adi Rizaldi