Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Drama
Selisih
24
Suka
35,737
Dibaca

Terakhir kali, pertemuan kami dihiasi perdebatan sengit tentang apakah kami harus pindah ke rumah ibunya yang tinggal sendiri atau ke rumah ayahku yang baru saja ditinggal ibu? Jadi, wajar saja jika sepulang kantor hari ini, dia mengabaikanku.

Dia berjalan ke sana kemari tanpa selera. Seakan langit mau runtuh. Memang benar, malam ini hujan turun begitu lebat. Bahkan sejak tadi siang, saat aku memacu mobil untuk bertemu klien. Tentu saja, sebelumnya dihiasi dengan mendung kelabu yang tampak berat ditanggung langit.

Siang tadi, dalam perjalanan, aku memikirkan jalan tengah tentang perdebatan kami. Aku akhirnya menemukan sebuah solusi. Kepada rumah siapa kami akan pergi. Mungkin sudah saatnya kukatakan sekarang. Sebelum dia semakin marah. Lihat saja, dia tanpa basa-basi mengemas pakaianku dari lemari ke dalam koper besar yang kubawa pertama kali dari rumah ibuku saat mengemas pakaian untuk tinggal bersamanya.

"Kamu pasti sangat marah?" ucapku mengawali.

Dia diam. Justru mengemas buku-buku favoritku dan memasukkannya ke koper. Istriku memang begitu saat sedang marah.

"Aku sudah memikirkan jalan keluar masalah kita," lanjutku.

Istriku bergeming. Dia menangis tanpa suara, lalu jemarinya serta merta mengusap kasar basah di pipinya. Ya, dia pasti sangat marah jika bersikap seperti itu. Ibu mertuaku selalu bercerita bahwa istriku memang agak sensitif sehingga aku harus lebih melapangkan dada dalam menghadapinya.

"Bagaimana jika ...,"

Bunyi ponsel istriku membuatku terpaksa berhenti bicara. Istriku menjawab panggilan itu beberapa detik dan langsung lari keluar. Lagi-lagi tanpa memedulikanku.

"Ada apa?"

Bahkan pertanyaanku diabaikan dan membuatku terpaksa mengikutinya.

Sebuah ambulans memasuki halaman rumah kami. Dibarengi mobil polisi yang dari dalamnya turun ayahku. Di belakangnya lagi, datang sebuah mobil yang mengantar ibu mertuaku. Mereka semua berwajah sedih. Lantas, pintu belakang ambulans terbuka. Petugas mengeluarkan seseorang dari dalamnya. Seseorang yang tak lagi bernyawa. Sialnya, aku melihat tubuhku terbaring di sana.

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (2)
Rekomendasi dari Drama
Novel
Sekukuh Karang Seluas Samudera
Redy Kuswanto
Novel
Bronze
Airy
Jenny C Blom
Flash
Selisih
Sika Indry
Novel
Kata Mamak
elesia maria tamba
Novel
Se Kai No Dare Yori Mo Aishiteru
Michaela Noe
Flash
Kalau Bukan Jodoh
Katangga
Flash
Pergaulan Bebas
lidhamaul
Flash
Karya Berteriak
Berkat Studio
Novel
Bronze
Di Atas Atap
izul rahman
Novel
Bronze
True Love
Hilmiatul Hasanah
Skrip Film
Okuni
Joshua Vincentius
Skrip Film
Penyulam Harapan
Yayuk Yuke Neza
Flash
Bronze
Radio Kuna Kunawi
Sulistiyo Suparno
Flash
Bronze
Banned
Rere Valencia
Cerpen
Bronze
Admire
Ika nurpitasari
Rekomendasi
Flash
Selisih
Sika Indry
Flash
Gerbong Kereta No 3
Sika Indry
Novel
YAPPA MARADDA
Sika Indry
Flash
Rumah Tanpa Suami
Sika Indry
Skrip Film
Anak Ibu
Sika Indry
Novel
Jejak Umbu di Tanah Bertuah
Sika Indry