Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Drama
Rindu
13
Suka
39,341
Dibaca

Aroma kolak pisang menguar ke seluruh penjuru rumah. Kulirik jam yang tergantung di dinding ruang tengah. Tiga puluh menit lagi menuju waktu berbuka. Rasanya sudah tak sabar menikmati kolak buatan Ibu yang memang terkenal paling lezat sedunia.

Kutatap satu-persatu wajah kelima kakakku yang sedari tadi sudah berkumpul di ruang tengah ini. Sambil menunggu waktu berbuka tiba, kami saling bercengkerama penuh canda tawa, membuat suasana rumah menjadi hangat dan meriah. Raut mereka sama sepertiku, ingin segera menyantap kolak pisang buatan Ibu.

Sayup-sayup terdengar suara adzan berkumandang dari mesjid dekat rumah.

Assholatu hoirumminannauum

Aku tersentak, lantas refleks bangkit dari atas pembaringan. Kuusap wajah serta peluh yang membasahi dahi. Lagi-lagi, aku memimpikan hal yang sama. Kulirik jam meja di atas nakas. Waktu menunjukkan pukul 04.35.

Kupandangi lekat wajah suami yang masih terlelap dengan perasaan yang teramat bersalah. Karena, bukan kali ini saja aku terlambat bangun.

"Abi, maaf. Kita nggak sahur lagi hari ini." Pandanganku seketika mengabur oleh bulir bening yang menganak sungai di pelupuk mata.

Sungguh, Ramadan kali ini sangat berbeda. Hari demi hari terlewati dengan setumpuk kerinduan ingin berjumpa keluarga. Namun, sejak pandemi merebak, pertemuan itu hanya menjelma dalam angan saja.

"Kenapa, Dik? Kangen Ibu dan Kakak-kakak?”

Aku mengangguk, lalu menghambur ke dalam pelukannya. Tanpa diperintah, bulir bening terjun bebas membanjiri pipi. Dadaku bergemuruh seiring dengan rasa sesak yang semakin mendera. Rasanya, raga ini semakin ringkih menanggung beban rindu yang kian berjelaga.

"Sudah, Dik, sudah. Aku juga rindu mereka. Kita kirim doa, ya."

Aku mengangguk lemah disertai helaan napas berat dan air mata yang jatuh semakin menderas.

Corona, mengapa kau tega merenggut keluargaku?

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (12)
Rekomendasi dari Drama
Flash
Rindu
Suci Asdhan
Novel
Kupanggil Rumah
Andini Lestari
Skrip Film
Let Me Show You (SCRIPT)
Noor Cholis Hakim
Skrip Film
TO MY BEAUTIFUL TRAUMA
Mia Sekar Santi
Skrip Film
DISTOPIA
Azizah Sulis Tyaningrum
Flash
Bronze
Hujan
Bungaran gabriel
Flash
Sebelum nafas itu berhenti
Aulia umi halafah
Cerpen
CODET
Teguh Santoso
Novel
Mahasantri dan Vespa Bapak
Jahhid Fitrah Alamsyah
Skrip Film
MORE THAN ME
Masella Dwi Lestari
Cerpen
Bronze
Secarik Tagihan Sendu
Ayub Wahyudin
Cerpen
Bronze
Rumah Dedek
Arroyyan Dwi Andini
Novel
Bronze
Perjalanan Menghapus Noda
Cindy Cecillia
Novel
Even They Can Cry
Kiara Hanifa Anindya
Novel
Rumi dan Salah
Eka Retnosari
Rekomendasi
Flash
Rindu
Suci Asdhan
Flash
Akhir Sebuah Penantian
Suci Asdhan
Flash
Surat Cinta
Suci Asdhan
Flash
Dompet Kulit
Suci Asdhan
Novel
Arunika: Rumah Cahaya
Suci Asdhan
Flash
Petak Umpet
Suci Asdhan
Novel
Bronze
Duo Kacamata (Sahabat Jadi Saudara)
Suci Asdhan
Novel
Restorasi Rasa
Suci Asdhan
Novel
Boundless
Suci Asdhan
Flash
Main Bola
Suci Asdhan
Novel
Jomblo Rivarly
Suci Asdhan
Flash
Yang Terlupakan
Suci Asdhan
Novel
Resonansi
Suci Asdhan
Novel
Cinta Kedua Bu(Li)nda
Suci Asdhan
Skrip Film
Jodoh Atau Bukan?
Suci Asdhan