Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Misteri
Adegan
4
Suka
14,039
Dibaca

Sunyi.

Gelap.

Mataku masih terpejam, namun aku tetap bisa mendengarnya. Suara pintu berderit dan suara langkah kaki. Berjalan pelan menjauh dengan satu kakinya yang terdengar seperti diseret. Mungkin terjadi sesuatu antara orang itu dan aku tadi. Sayangnya aku tak bisa mengingatnya.

Jantungku berdegup dengan kencang setelah mendengar suara berdebum di depan pintu. Orang itu sepertinya ambruk. Hembusan angin menerobos masuk dari asal suara derit tadi. Aku tidak mendengar suara derit pintu lagi setelah tadi orang itu membukanya, itu artinya pintu dibiarkan terbuka saat orang itu keluar dan ambruk.

Aku bisa merasakan urat di tubuhku menegang. Terutama di bagian tangan kananku.

Aku menggenggam sesuatu. Tongkat? Bukan, bukan tongkat. Sebuah gagang. Pisau? Aku menggoyangnya pelan. Di bagian ujungnya berat. Golok. Yang saat ini ada di tanganku adalah golok.

Apa yang sebenarnya terjadi? Kenapa ada golok di tanganku? Apa yang sudah kulakukan?

Bau menyengat mulai menusuk hidungku. Arahnya dari sebelah kiriku. Hembusan angin yang masuk membuatnya semakin parah. 

Aku memberanikan diri membuka mataku. Perlahan-lahan. 

Tangan kananku masih menggenggam golok. Dan semakin erat selama aku membuka mataku.

Pandanganku belum pulih, semuanya tampak kabur. Sekelebat memori melintas dalam kepalaku. Aku bisa melihat dengan jelas kini. Aku sekarang berada di ruangan yang gelap. Cahaya yang masuk lewat pintu membantuku melihat segalanya.

Pakaian dan tangan kiriku penuh noda darah. Golok yang kupegang juga terdapat banyak sekali darah, terus menetes saat aku berdiri untuk mengamati sekelilingku.

Ada tumpukan kantung plastik berwarna hitam di arah bau menyengat yang menusuk hidungku. Sampah?

Kenapa ada orang yang menyimpan sampahnya di dalam rumah?

Siapa pemilik rumah ini?

Di dinding ada beberapa foto. Aku mendekat agar bisa melihatnya dengan jelas. Dia pasti pemilik rumah ini. 

Aku berjalan mendekati orang itu, yang ambruk di depan pintu. Aku melewati sebuah cermin. Ukuran yang besar menjadi alasanku terpaku di depannya. 

Cermin itu... Memperlihatkan wajahku. Yang sama persis dengan foto yang ada di dinding. Apa aku pemilik rumah ini?

Aku berjalan mendekat ke arah orang itu. Dia... Bersimbah darah. Apa aku yang melakukannya? Apa aku yang membunuhnya? Apa itu yang aku lakukan tadi? Apa itu sebabnya ada golok di tanganku? 

Siapa dia?

Aku mencoba meraihnya dengan tanganku yang gemetar. Dia yang terkapar bersimbah darah di lantai. Ada borgol di saku bagian belakang celananya.

D—dia, tiba-tiba bangkit dan menatapku. Dengan wajah yang berantakan dan bercak darah di mana-mana, dia menatapku santai. Seolah tak terjadi apa-apa.

CUT!”

Eh?!

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Misteri
Flash
Adegan
Arzen Rui
Novel
Bronze
My Fair Rebelle
DMRamdhan
Flash
Bronze
Pacar Seorang Pesulap
Afri Meldam
Novel
ASRAMA DANYANG
Niatun Nikmah
Cerpen
Jejak yang Hilang
zain zuha
Flash
Asap dan Kabut
Impy Island
Cerpen
Bronze
KLIK UNTUK MEMBALAS
mayang dara negara
Cerpen
Bronze
Wifi Gratis
Ron Nee Soo
Flash
Alat Pendeteksi Jodoh
Rahma Nanda Sri Wahyuni
Skrip Film
KEMBALINYA BARA API
Agung Prasetiarso
Skrip Film
INVESTIGATION OF LIARS
Safinatun naja
Flash
BLUE EYES
Hary Silvia
Cerpen
Bronze
ALIENS PURBA DARI SOLITER
Drs. Eriyadi Budiman (sesuai KTP)
Cerpen
Buah yang Berbuah Tiap Tiga Tahun Sekali
Hekto Kopter
Flash
Blog Misteri
Noer Eka
Rekomendasi
Flash
Adegan
Arzen Rui
Flash
Pengantin
Arzen Rui
Flash
Sampah
Arzen Rui
Novel
The World of Crime : Fate
Arzen Rui
Flash
Sehidup Semati
Arzen Rui
Novel
Crown
Arzen Rui
Novel
Justin & Misteri Puding Merah (bagian 1)
Arzen Rui