Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Romantis
Mawar Dark Crimson
3
Suka
25,456
Dibaca

Lakshita melintasi tepi taman sepulang kuliah.

Dia menatap prihatin ke tengah taman bermain yang sepi.

Selalu di jam lima sore.

Pada ayunan di tengah taman,

gadis berambut kecokelatan sepunggung itu berayun pelan.

Menatap sosok pemuda di seberangnya.

Yang duduk di bangku taman sambil menggenggam seikat buket mawar dark crimson.

Tatapannya sendu.

Seakan tak berpijak pada dunia.

Keduanya seolah bicara tanpa suara.

Lakshita mendesah pelan.

Prihatin dengan keduanya.

Si gadis kemudian menoleh.

Tatapannya berserobok dengan milik Lakshita.

Namun Lakshita segera mengalihkan tatapannya.

Mencoba acuh dan mempercepat langkahnya menjauh.

Sekelebat angin menghentikannya.

Lakshita terpaku di tempat.

Beku sambil bergidik.

Menatap kembali ke arah ayunan yang berjarak dua meter di depannya.

Masih berayun pelan.

Dan ... kosong.

Lakshita menoleh hati-hati pada tangan kanannya yang mengambang di udara.

Dalam hitungan detik,

gadis berwajah pucat itu mencekalnya.

Menyalurkan apa yang tersisa dari ruhnya.

Sekelebat ingatan melesak masuk ke dalam pikiran Lakshita yang mendadak kosong.

Berbagai ekspresi si pemuda dengan buket mawar itu menyerangnya bertubi-tubi.

Tertawa.

Kecewa.

Marah.

Menangis.

Histeris.

Penyesalan.

Semuanya.

Hingga senyum pilu memohon gadis yang berdiri di hadapan Lakshita membuatnya luluh.

Bersama memudarnya sosok si gadis.

Lakshita mengangguk mengerti.

Dengan langkah pasti dia menghampiri si pemuda.

Mengambil mawarnya tanpa permisi dan meletakkannya di ayunan yang bergoyang lemah.

Si pemuda tercengang.

Ingin marah tapi juga penasaran.

"Dia ... Katrina maksudku, baru saja pergi dengan senyuman. Dan ingin kamu kembali tersenyum untuknya."

Si pemuda kembali menatap Lakshita.

Heran dan curiga.

"Siapa kamu?"

"Aku hanya mengatakan yang tak bisa dia ucapkan."

Lakshita menatap tepat ke dalam netra mata pemuda itu.

"Berhentilah menantang maut di jalanan. Itu tidak akan bisa mengembalikan waktu di antara kalian. Kamu hanya membuatnya tersiksa jika memaksa melawan takdir!"

"Jangan biarkan dia kembali ke sini hanya untuk terombang-ambing dalam dunia yang bukan tempatnya. Jadi, lepaskanlah. Antarkan dia dengan keikhlasan."

***

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (1)
Rekomendasi dari Romantis
Novel
Bronze
Fabian
Nudia Fiddini H
Flash
Mawar Dark Crimson
Ayu Anggun
Flash
Bronze
Fotografer Partai dan Calon Istri Muda Bapak
Silvarani
Skrip Film
Dear No One
Reyhan Arrasuli
Flash
Aku Akan Menunggumu
Sulistiyo Suparno
Flash
Cinta Mati
Permatasai
Novel
Bronze
Cobalah Mengundang Bahagia
Niken Ayu Winarsih
Novel
Bronze
SELECTIVE LOVE
Oliphiana Cubbytaa
Novel
Mendadak Berubah Status
Linda Mia Saputri
Skrip Film
Shall we Love again?
Array Hanzen
Flash
Kamu Terlalu Baik Buatku
Alifian Afas Sawung Aji
Novel
Bronze
Terbit Tenggelam
Nabil Bakri
Novel
Gold
Asal Muasal Pelukan
Bentang Pustaka
Novel
Bronze
너 없는 시간들 (Days without you)
Rafiahs
Novel
Pearl
Erisa Vindia
Rekomendasi
Flash
Mawar Dark Crimson
Ayu Anggun
Novel
Bronze
Love You, Doc!
Ayu Anggun
Novel
Bronze
Sang Putri dan Pangeran Pujangga
Ayu Anggun
Novel
Bronze
Karenamu Kujatuh Cinta
Ayu Anggun
Novel
Peretas Hati
Ayu Anggun
Flash
Si Pembawa Pesan
Ayu Anggun
Novel
Bronze
Emergency Bride
Ayu Anggun