Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Aksi
Yang tak nyata
9
Suka
13,758
Dibaca

Selepas subuh, Bayu dan Zaidan melihat dua sosok bayangan melintas di ruang tamu yang masih gelap, mereka menajamkan pandangan, memastikan bahwa kedua sosok itu memang tamu asing yang tidak diundang.

"Mas, ambil senapan yang mana saja, angin boleh apipun boleh, hati-hati tapi cepetan!" bisik Bayu pada putera sulungnya itu, tanpa menjawab, dengan sigap Zaidan menyelinap dan kembali beberapa saat dengan senjata yang diminta ayahnya.

Bayu adalah seorang pemburu, dengan senapan berakurasi tinggi, ia juga seorang sniper dengan skill mumpuni, baik dalam perburuan atau dalam perlombaan, selalu dapat point plus, begitupun perburuan kali ini, dengan dua tersangka yang menyelinap kerumah sebagai targetnya, cukuplah dikaki saja untuk melumpuhkan mereka.

Suara gaduh membuat para tetangganya berdatangan, tanpa butuh banyak penjelasan, dengan geram mereka membantu mengevakuasi kedua buruan dan menggiringnya kekantor Polisi.

Sementara Bayu masuk kembali kekamar untuk menyimpan senapan, ia terkejut melihat sesosok wanita yang tertidur lelap diranjangnya, "Kenapa dia disini?" Gumamnya antara heran dan bahagia.

Iapun duduk ditepian ranjang, pandangannya terfokus pada wajah inocent dengan mata yang masih rapat terpejam didepannya, "dia masih sama" pikirnya. Dia adalah Diandra, kekasihnya dua puluh tahun lalu. Semenjak putus dan menikah mereka tidak pernah lagi bertemu.

Dengan lembut Bayu menyentuh tangan Diandra, "De .... bangun sudah pagi!" Ucapnya pelan takut mengejutkan, wanita bertubuh mungil itupun menggeliat, mengulurkan kedua tangannya dengan manja, "Kak ..." ucapnya sembari berpegang pada tangan Bayu untuk membantunya bangun.

Bayu terlupa pada situasi, pada kejadian yang baru saja ia alami, "apa kabarmu De? ... kamu mau sarapan apa?" Tanya Bayu kemudian, Diandra mengusap perutnya, "aku pengen semangka ... tapi yang anget ya Kak ..." Bayu sepontan tertawa, "Ada-ada aja kamu De, kok semangka anget? Ha ... ha ..."

Tawa Bayu yang nyaring membangunkan Wulan yang tidur disebelahnya, "Yah ... bangunnn" ucap Wulan lembut membangunkan suami dari igauannya, "Eh ... ya sayang, aku mimpi ..." Bayu tidak meneruskan bicaranya, dipeluknya ibu dari anak-anaknya itu dengan penuh kasih, kemudian memintanya untuk kembali tidur karena malam masih larut.

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Aksi
Flash
Yang tak nyata
Suyanti
Novel
Yakuza van Java
A.M.E chan
Cerpen
Bronze
Sesaat Sebelum Bom Itu Meledak
Habel Rajavani
Cerpen
Delta
Penulis N
Flash
Bronze
SALAH PAHAM
sisibulan
Flash
Salah Terka
Iena_Mansur
Flash
Percakapan Lama
Dinda Kusuma Ati
Flash
Pembantai Tirani #1
Diva Pramudhya
Flash
Bronze
Apel Hijau untuk Ketum
Silvarani
Flash
Menjinakkan Naga
Impy Island
Novel
Bronze
Kiwi Berlumuran Cokelat Beku
Gia Oro
Cerpen
Warung kopi kecil yang membesar
Rendy karel
Flash
Mangue-ku Mangrove
Gita Oktavia
Novel
Shangkara
Ghozy Ihsasul Huda
Novel
WaroX
Handi Yawan
Rekomendasi
Flash
Yang tak nyata
Suyanti
Novel
Anak rantau diujung Bagan
Suyanti
Novel
Gagal move on
Suyanti
Novel
Hati & roti
Suyanti
Novel
Sembilan belas sembilan-sembilan
Suyanti
Novel
Mengulang kisah
Suyanti