Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Romantis
Jane & James
15
Suka
22,668
Dibaca

Gadis itu masih saja duduk di perpustakaan pribadi rumah kakaknya dengan pikiran melayang. Dipandanginya rak buku fiksi yang berjejer di depannya. Ia bangkit dan mengambil satu buku bersampul biru muda.

Belum sempat ia membuka buku, pria itu datang dengan senyuman di bibir tebalnya. Dibarengi dengan senyuman indah dimatanya.

“Aku harus pergi, Jane, “

Air mata Jane meleleh. Lelehan itu jatuh ke lantai. Ia tak bisa berteriak, lehernya seperti tercekik.

“Tapi aku mencintaimu, James,” Jawab Jane dengan getaran di bibirnya.

James menggeleng.

Pria lain mengetuk pintu perpustakaan pribadi milik kakak Jane. Lalu masuk dengan membawa nampan. James tampak panik, ia menggigit jari-jari tangannya, takut.

Pria itu mendekati Jane, “Sayang, sudah waktunya kamu minum obat,”

Jane tersenyum pada pria yang menjadi kekasihnya selama kurang lebih dua tahun ini , Toey. Jane terpaksa meminum obatnya.

Pandangannya terhadap James semakin kabur. Tubuh James berkedip, seperti lampu yang akan mati.

Jane berteriak kencang saat sebagian tubuh James menghilang. Toey memeluk Jane, namun ia masih saja berteriak memanggil nama James. Jane berusaha melepaskan pelukan Toey, Namun Toey enggan melepaskannya.

Kini, James hanya tersisa kepala dan lehernya saja.

“Selamat tinggal, Jane,” Lirih James.

“Kau dan Toey yang berusaha menghilangkanku. Aku memang pantas menghilang. Jaga dirimu.”

Kini, James sudah sepenuhnya menghilang. Tinggal Jane dan Toey diruangan itu,

Toey tersenyum lega, ia menyeka keringatnya. “Akhirnya Jane sudah tenang,” Ujarnya dalam hati. Toey dan Jane lalu keluar dari perpustakaan pribadi kakaknya itu.

“Maafkan aku Toey, aku sangat berdosa padamu,” Jane memeluk Toey sekali lagi di depan pintu perpustakaan.

Novel biru muda itu terjatuh pada halaman tengah.

“Punggung pangeran James semakin mengecil dari pandangan Putri Jane. Ia harus menerima kenyataan bahwa ia harus merelakan pangeran James untuk pergi berperang dengan suku penyihir yang mengutuk negeri mereka.”

Ryan, kakak Jane menepuk pundak Toey, “Bagaimana, apakah dia sudah berhenti berkhayal?”

Toey mengangguk. Ia mengelap air matanya. “Aku senang, akhirnya dia sembuh,”

“Saya disini berperan sebagai James, pangeran yang harus menyusup ke markas penyihir untuk menghentikan kutukan di negeinya,”

Jane menjatuhkan gelas kopi yang dibawanya. Ia mendapati bahwa artis itu sangat mirip dengan James. 

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (1)
Rekomendasi dari Romantis
Flash
Jane & James
Wuri
Novel
Bronze
THE LAST TIME
Ika Khairunisa
Novel
Bronze
I AM YOUR HERO
mahes.varaa
Novel
BLOODY HEART
Faulia
Flash
Ruang Tersembunyi dalam Hati
Cheri Nanas
Novel
Bronze
Satu Januari
B12
Flash
Aku, Dia, dan Benda-Benda yang Bisa Berbicara
Rimadian
Cerpen
Rehat Sejenak
Rafael Yanuar
Novel
Bronze
HEY BOY, LOVE ME!
Dayu putry
Novel
LOST
hafidah
Novel
Self Love
Murniati Sihombing
Skrip Film
Refind Cinderella
Aning Lacya
Flash
Bronze
Surya Menyapa Bulan Hanya Lewat Gerhana
Silvarani
Novel
When I Fall in Love
Fani Fujisaki
Novel
Life for Love
Fatimatuzzahro
Rekomendasi
Novel
Hourglass Story
Wuri
Flash
Jane & James
Wuri
Flash
Best Brother
Wuri
Flash
Mask
Wuri
Flash
Salsabila
Wuri
Skrip Film
THE GREAT FOX SCRIPT
Wuri
Flash
Coffee
Wuri
Novel
Bronze
I am Watching You
Wuri
Skrip Film
Ku Kisahkan Tentangmu pada Rembulan (SCRIPT)
Wuri
Novel
The Winter's Hunter
Wuri