Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Horor
Kamu Jangan Menangis
15
Suka
5,822
Dibaca
Cerpen ini masih diperiksa oleh kurator

Ibu menempelkan telunjuknya di bibir Kesya ketika ia hendak bicara. Kesya gemetar dan terdiam, lalu memeluk bonekanya makin erat. Pak Sukro yang menyaksikan adegan itu lewat spion tengah buru-buru fokus pada kemudi setelah melihat kilatan mengerikan di mata ibu.

Di lampu merah, dua pengamen cilik berdiri di dekat mobil Kesya. Mereka membawakan lagu Chrisye berjudul 'Kisah Cintaku'. Ibu membuka kaca mobil lalu ikut bernyanyi bersama mereka.

Haruskah ku pergi..

Tinggalkan dunia..

Agar aku dapat berjumpa denganmu..

Tak lama kemudian, wajah mereka meringis dan nyanyian mereka jadi kacau. Mereka mundur teratur sambil menutup hidung, mengabaikan selembar uang sepuluh ribuan yang disodorkan ibu. Kesya membuka mulutnya hendak mengeluarkan kalimat, tetapi dengan sigap ibu kembali menempelkan jari telunjuknya di bibir Kesya.

***

Setibanya di rumah, Pak Sukro mengangkat Kesya lalu mendudukkannya di kursi roda.

"Terima kasih, Pak. Hari ini tugas bapak sudah selesai." Kata ibu dengan nada dan ekspresi datar. Pak Sukro mengangguk sambil menunduk, tak berani menatap mata ibu.

Ibu mendorong Kesya masuk ke rumah. Pak Sukro menatap mereka sedih dan menangis tanpa suara.

***

Kesya dan ibu sudah berada di depan pintu kamar. Ibu melepas pegangannya di pendorong kursi roda lalu membuka pintu. Kesya mengambil kesempatan itu untuk bicara.

"Bu, aku sudah.."

Ibu buru-buru berjongkok lalu menempelkan jari telunjuknya di bibir Kesya.

"Ibu tahu, nak." Kata ibu sambil mengangguk dan membelai rambut Kesya.

"Hari ini, Ibu punya kejutan buat kamu." Lanjut ibu sambil mencium kening Kesya. Kemudian, ibu bangkit dan mendorong Kesya ke kamarnya.

Setelah itu, ibu mengunci pintu lalu membimbing tatapan Kesya ke arah langit-langit kamarnya. Kesya terkejut dan nafasnya tak beraturan.

Sambil bersenandung ibu meletakkan sebuah kursi di tengah-tengah kamar. Kesya hanya bisa menangis dan menggeleng tak berdaya di atas kursi rodanya ketika ibu berdiri di atas kursi sambil memasang tali tambang di leher. Kemudian, ibu tersenyum dan menempelkan telunjuk di bibirnya sendiri.

"Sssttt. Kamu jangan menangis. Ibu mau menyusul kamu."

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
sy kira anaknya mau dibunuh.
@alwindara : 😅
Baru paham setelah dijelaskan
@suciasdhan : Makasih udah baca ff horor rasa sedih ini 😥
Sedih 😥
Terima kasih buat semuanya yg sudah mau mampir.
Berikut penjelasan ff ini:
Kesya sudah mati beberapa hari yang lalu, tetapi ibu belum mampu mengikhlaskannya, karena itu ia bertingkah seolah Kesya masih hidup dan membawa mayat Kesya kemanapun ia pergi. Pak Sukro yg melihatnya merasa sedih tetapi berusaha sebisa mungkin untuk ikut bersandiwara agar ibu tak merasa sedih.
Lalu sang ibu memutuskan gantung diri agar bisa berjumpa dengan Kesya di kehidupan lain.
🦉
@yumika : Aq baca ulang sendiri. Sepertinya memang harus aq ubah ke genre drama 😅
@affarain : Gak jadi horor kah? ,😂😂
Sedih
Kok sedih ya...
Rekomendasi dari Horor
Flash
Kamu Jangan Menangis
Sugiadi Azhar
Novel
Wuri: Kutukan Wewe Gombel
Roy Rolland
Novel
Bronze
Kembang Sukmo
Keefe R.D
Flash
Terlambat
Deandrey Putra
Novel
Bronze
KEMPONAN
Hesti Ary Windiastuti
Novel
Bronze
Kuda Bisik~Novel~
Herman Sim
Flash
Bronze
Psikopat
Aiharu Story
Novel
Bronze
ATM Antrian Tengah Malam
Herman Sim
Novel
SEGEL IBLIS
Miss Green Tea
Novel
Bronze
Jamkos ~Novel~
Herman Sim
Novel
Bronze
Tembung Lakar
Keefe R.D
Flash
Jatuh
Dark Specialist
Komik
Terjebak di Alam Lain
Maria Nur Karimah
Novel
Gold
The Boy Who Drew Monsters
Mizan Publishing
Novel
THE CURSE PETER
Safinatun naja
Rekomendasi
Flash
Kamu Jangan Menangis
Sugiadi Azhar
Skrip Film
PEBINOR (Skenario Film)
Sugiadi Azhar
Flash
Koran Pagi
Sugiadi Azhar
Flash
It's My Tackle
Sugiadi Azhar
Flash
Setan Curhat
Sugiadi Azhar
Flash
SLURRPPP
Sugiadi Azhar
Flash
Harmonika Tua
Sugiadi Azhar
Flash
Sisa Hujan
Sugiadi Azhar
Flash
Hutang Fiksi
Sugiadi Azhar
Flash
Lantai Keramik
Sugiadi Azhar
Flash
Di Kolong Ranjang
Sugiadi Azhar
Flash
Rapor Dari Tuhan
Sugiadi Azhar
Novel
It's My Tackle
Sugiadi Azhar
Novel
40 Hari Bersama Arwah Suamiku
Sugiadi Azhar
Flash
Terkoyak
Sugiadi Azhar