Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Horor
Kamu Jangan Menangis
16
Suka
15,288
Dibaca

Ibu menempelkan telunjuknya di bibir Kesya ketika ia hendak bicara. Kesya gemetar dan terdiam, lalu memeluk bonekanya makin erat. Pak Sukro yang menyaksikan adegan itu lewat spion tengah buru-buru fokus pada kemudi setelah melihat kilatan mengerikan di mata ibu.

Di lampu merah, dua pengamen cilik berdiri di dekat mobil Kesya. Mereka membawakan lagu Chrisye berjudul 'Kisah Cintaku'. Ibu membuka kaca mobil lalu ikut bernyanyi bersama mereka.

Haruskah ku pergi..

Tinggalkan dunia..

Agar aku dapat berjumpa denganmu..

Tak lama kemudian, wajah mereka meringis dan nyanyian mereka jadi kacau. Mereka mundur teratur sambil menutup hidung, mengabaikan selembar uang sepuluh ribuan yang disodorkan ibu. Kesya membuka mulutnya hendak mengeluarkan kalimat, tetapi dengan sigap ibu kembali menempelkan jari telunjuknya di bibir Kesya.

***

Setibanya di rumah, Pak Sukro mengangkat Kesya lalu mendudukkannya di kursi roda.

"Terima kasih, Pak. Hari ini tugas bapak sudah selesai," kata ibu dengan nada dan ekspresi datar. Pak Sukro mengangguk sambil menunduk, tak berani menatap mata ibu.

Ibu mendorong Kesya masuk ke rumah. Pak Sukro menatap mereka sedih dan menangis tanpa suara.

***

Kesya dan ibu sudah berada di depan pintu kamar. Ibu melepas pegangannya di pendorong kursi roda lalu membuka pintu. Kesya mengambil kesempatan itu untuk bicara." Bu, aku sudah.."

Ibu buru-buru berjongkok lalu menempelkan jari telunjuknya di bibir Kesya.

"Ibu tahu, nak," kata ibu sambil mengangguk dan membelai rambut Kesya. "Hari ini, Ibu punya kejutan buat kamu," lanjut ibu sambil mencium kening Kesya. Kemudian, ibu bangkit dan mendorong Kesya ke kamarnya.

Setelah itu, ibu mengunci pintu lalu membimbing tatapan Kesya ke arah langit-langit kamarnya. Kesya terkejut dan nafasnya tak beraturan.

Sambil bersenandung ibu meletakkan sebuah kursi di tengah-tengah kamar. Kesya hanya bisa menangis dan menggeleng tak berdaya di atas kursi rodanya ketika ibu berdiri di atas kursi sambil memasang tali tambang di leher. Kemudian, ibu tersenyum dan menempelkan telunjuk di bibirnya sendiri. "Sssttt.. Kamu jangan menangis. Ibu mau menyusul kamu."

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (16)
Rekomendasi dari Horor
Flash
Kamu Jangan Menangis
Sugiadi Azhar
Flash
Bronze
Liturgi Daging Yang Bernyanyi
NRP
Flash
Bronze
DITEROR MAHKLUK MISTERIUS
Shofiatul hasanah
Novel
The Room
Kim Raeneul
Flash
Roti Terakhir dari Alam Lain
Bagus Aryo Wicaksono
Flash
Dua Boneka Tanpa Nama
Priy Ant
Novel
Bronze
Rama's Story : Mey Ling - Dark Castle
Cancan Ramadhan
Flash
Malam Jum'at
Arlindya Sari
Flash
Bronze
Suara Gamelan di Sungai
Risti Windri Pabendan
Novel
Gold
Fantasteen Mistery of Archelloite
Mizan Publishing
Novel
Bronze
SUMI
Nimas Rassa Shienta Azzahra
Novel
Bronze
Pancajiwa
Nikodemus Yudho Sulistyo
Novel
Bronze
Balian
Bksai
Flash
Hutan Angker
Nunik Farida
Cerpen
Bronze
Pintu Kamar Nomor 7
Risti Windri Pabendan
Rekomendasi
Flash
Kamu Jangan Menangis
Sugiadi Azhar
Flash
Sleding Neraka
Sugiadi Azhar
Flash
Lantai Keramik
Sugiadi Azhar
Flash
Harmonika Tua
Sugiadi Azhar
Flash
SLURRPPP
Sugiadi Azhar
Flash
It's My Tackle
Sugiadi Azhar
Skrip Film
PEBINOR (Skenario Film)
Sugiadi Azhar
Flash
Rapor Dari Tuhan
Sugiadi Azhar
Flash
Sisa Hujan
Sugiadi Azhar
Flash
Koran Pagi
Sugiadi Azhar
Flash
Bronze
Hutang Fiksi
Sugiadi Azhar
Novel
It's My Tackle
Sugiadi Azhar
Flash
Setan Curhat
Sugiadi Azhar
Flash
Terkoyak
Sugiadi Azhar
Flash
Di Kolong Ranjang
Sugiadi Azhar