Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Horor
Kamu Jangan Menangis
16
Suka
18,734
Dibaca

Ibu menempelkan telunjuknya di bibir Kesya ketika ia hendak bicara. Kesya gemetar dan terdiam, lalu memeluk bonekanya makin erat. Pak Sukro yang menyaksikan adegan itu lewat spion tengah buru-buru fokus pada kemudi setelah melihat kilatan mengerikan di mata ibu.

Di lampu merah, dua pengamen cilik berdiri di dekat mobil Kesya. Mereka membawakan lagu Chrisye berjudul 'Kisah Cintaku'. Ibu membuka kaca mobil lalu ikut bernyanyi bersama mereka.

Haruskah ku pergi..

Tinggalkan dunia..

Agar aku dapat berjumpa denganmu..

Tak lama kemudian, wajah mereka meringis dan nyanyian mereka jadi kacau. Mereka mundur teratur sambil menutup hidung, mengabaikan selembar uang sepuluh ribuan yang disodorkan ibu. Kesya membuka mulutnya hendak mengeluarkan kalimat, tetapi dengan sigap ibu kembali menempelkan jari telunjuknya di bibir Kesya.

***

Setibanya di rumah, Pak Sukro mengangkat Kesya lalu mendudukkannya di kursi roda.

"Terima kasih, Pak. Hari ini tugas bapak sudah selesai," kata ibu dengan nada dan ekspresi datar. Pak Sukro mengangguk sambil menunduk, tak berani menatap mata ibu.

Ibu mendorong Kesya masuk ke rumah. Pak Sukro menatap mereka sedih dan menangis tanpa suara.

***

Kesya dan ibu sudah berada di depan pintu kamar. Ibu melepas pegangannya di pendorong kursi roda lalu membuka pintu. Kesya mengambil kesempatan itu untuk bicara." Bu, aku sudah.."

Ibu buru-buru berjongkok lalu menempelkan jari telunjuknya di bibir Kesya.

"Ibu tahu, nak," kata ibu sambil mengangguk dan membelai rambut Kesya. "Hari ini, Ibu punya kejutan buat kamu," lanjut ibu sambil mencium kening Kesya. Kemudian, ibu bangkit dan mendorong Kesya ke kamarnya.

Setelah itu, ibu mengunci pintu lalu membimbing tatapan Kesya ke arah langit-langit kamarnya. Kesya terkejut dan nafasnya tak beraturan.

Sambil bersenandung ibu meletakkan sebuah kursi di tengah-tengah kamar. Kesya hanya bisa menangis dan menggeleng tak berdaya di atas kursi rodanya ketika ibu berdiri di atas kursi sambil memasang tali tambang di leher. Kemudian, ibu tersenyum dan menempelkan telunjuk di bibirnya sendiri. "Sssttt.. Kamu jangan menangis. Ibu mau menyusul kamu."

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (16)
Rekomendasi dari Horor
Flash
Kamu Jangan Menangis
Sugiadi Azhar
Flash
Bronze
Sehidup, Semati
Shabrina Farha Nisa
Flash
Permintaan Pak Sumardi
Rudi Rustiadi
Cerpen
Kendhat
Allamanda Cathartica
Skrip Film
Rumahku diatas tanah kutukan
Queen
Novel
Bronze
Perjamuan Terakhir Boneka Porselen
Aprilia Budi Paramita
Cerpen
Bronze
Tangkara
Abdurrazzaq Zanky
Komik
Rayuan Maut Pulau Kelabu
Arlita Dela
Flash
Bronze
FRANCHINE
Ri(n)Jani
Flash
Flies
Rama Sudeta A
Flash
Santap Malam Terakhir
Adnan Fadhil
Flash
Datang
Jasma Ryadi
Novel
Bronze
Lenting
A.R. Rizal
Novel
Bronze
LEUMPEUH YUNI (Ketika Tubuh Manusia Disalahgunakan)
Papp Tedd
Cerpen
Bronze
Kaca Retak
Christian Shonda Benyamin
Rekomendasi
Flash
Kamu Jangan Menangis
Sugiadi Azhar
Flash
Terkoyak
Sugiadi Azhar
Flash
Sisa Hujan
Sugiadi Azhar
Flash
Di Kolong Ranjang
Sugiadi Azhar
Flash
Rapor Dari Tuhan
Sugiadi Azhar
Flash
SLURRPPP
Sugiadi Azhar
Novel
Kutang Untuk Prita
Sugiadi Azhar
Flash
Hutang Fiksi
Sugiadi Azhar
Flash
Koran Pagi
Sugiadi Azhar
Flash
Setan Curhat
Sugiadi Azhar
Flash
Lantai Keramik
Sugiadi Azhar
Skrip Film
PEBINOR (Skenario Film)
Sugiadi Azhar
Flash
It's My Tackle
Sugiadi Azhar
Flash
Sleding Neraka
Sugiadi Azhar
Flash
Sampah di Atas Aspal
Sugiadi Azhar