Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Drama
Jika
14
Suka
39,876
Dibaca

Pada sesuatu yang tak ku mengerti hadir adalah kata paling ku tunggu. Bukan pada ruang tunggu bandara atau pada ruang tunggu rumah sakit. Menahun ku coba untuk tak menunggu namun membuat semuanya tak pernah menjadi kata, ada.

Dahulu kata jika hanya dalam benak bayang yang tak sanggup ku urai, dan hari ini jika menjadi kata yang tak lagi dipakai, karena jika hadir maka hanya bayang. Hari ini kau berjanji hadir, aku menunggu. Sejam sebelum kau datang aku sudah hadir menegak dua gelas kopi susu dan satu bungkus rokok, lalu kita menjadi kata ada. Aku ada dan kamu ada, kita hadir.

"Egi?"

"Tari?"

Peluk dan rengkuh menjadi satu pada perjalanan panjang, rindu tak lagi berlaku diantaranya. Aku mencium aroma yang sama di balik tubuhmu, bau mu tetap sama, aku mencoba meraih tangan mu lalu kita bersalaman. Peluk lebih cepat tiba, sadar kita belum mengucapkan salam. Selamat datang kembali, untuk yang kesekian kali.

"Kirain kamu becanda untuk bertemu."

"Emang pernah becanda?"

Kata-kata tak percaya pada pertemuan ini masih menjamu pada awal bersapa. Harusnya tak ku ucapkan, ucapkan yang baik-baik saja. Tak bisa ku pendam bahwa aku sangat gugup namun aku rindu, gerak ku tak sesuai yang ku inginkan. Namun kami berhasil membuat mencair, kami tidak pernah benar-benar menjadi sebuah benda kaku. Ya kami mencair dengan sekejap.

"Kamu sehat?" Tanyanya.

"Ini bukan ruang tunggu rumah sakit kan?"

"Hahaha iah." Aku dan kamu pun dalam gelak tawa obrolan receh ini. Kita memang seperti ini.

Namun semua telah berubah, kau menjadi wanita dewasa dengan rambut berwarna dan pakaian mu yang mengikuti style, aku pun sama demikian. Kita tak lagi memakai kaos oblong dan celana pendek, kau berhiaskan makeup namun senyum simpul mu tak ubah, tetapi kau tetap dan aku tetap dengan cara bicara ku yang kau rindukan, karena cara bicaraku hanya memandang mu.

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (1)
Rekomendasi dari Drama
Novel
Ketika Rumah Bukan Tempat Tinggal
Putri Zulikha
Flash
Jika
Selvi Diana Paramitha
Flash
Bronze
Pengintip Malam Pengantin
Sulistiyo Suparno
Novel
Bronze
Selenophile
prima indrasari
Novel
Langit Fajar Ujung Senja
Susanti
Novel
BLIND SIDE
Nurhidayati
Komik
Sincerely Change
erwinsyah nurdin
Flash
Mantan yang tak Pernah Pergi
Mario Matutu
Flash
Bronze
Cemburu yang Aneh
Sulistiyo Suparno
Novel
TARUK
Ratna Arifian
Flash
Tempat Ternyaman di Dunia
AlifatulM
Flash
RUMAH SUNYI TANPA AKU
Hans Wysiwyg
Novel
Bronze
Mission 98
Rahma Pangestuti
Novel
Bronze
Tlaxcala 31
Anisa Apgarini
Cerpen
Setia
Rere Valencia
Rekomendasi
Flash
Jika
Selvi Diana Paramitha
Flash
Rumah
Selvi Diana Paramitha
Novel
Karena X
Selvi Diana Paramitha
Skrip Film
mengantarkan pada kebahagiaan
Selvi Diana Paramitha
Flash
Pejalanan
Selvi Diana Paramitha
Flash
Rasi Bintang
Selvi Diana Paramitha
Flash
Kembali
Selvi Diana Paramitha