Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Romantis
Arloji
7
Suka
19,476
Dibaca

Hari ini Eko ada ujian praktek biologi. Sial sekali, Eko lupa memakai arlojinya. Padahal itu sangat diperlukan untuk menghitung waktu dalam mengambil hasil penelitian. Eko jadi frustrasi.

"Sean! Pinjam jam kamu!" pinta Eko pada teman sebangkunya.

"Enggak bisa! Kita praktek di waktu bersamaan!" tolak Sean tegas.

Eko mengedarkan pandangan ke sekeliling kelas. Kebanyakan dari teman-temannya mengenakan arloji di pergelangan tangan. Akan tetapi, Eko sangsi untuk meminjam. Eko tidak begitu dekat dengan mereka.

Eko itu pemalu. Sangat. Selama tiga tahun bersekolah, temannya hanya satu. Sean, yang kebetulan selalu duduk berdampingan dengannya.

"Ck! Enggak usah masang muka melas kayak gitu. Aku jadi enggak tega," gerutu Sean.

"Kalau gitu, bantu aku." Eko memohon dengan kedua tangan tertangkup di depan dada, matanya menatap polos, mengais rasa kasihan pada hati Sean.

"Ayo ikut!" Sean menyeret Eko meninggalkan kelas.

Masih ada beberapa menit sebelum kelas biologi dimulai. Eko pasrah saja ketika Sean membawanya memasuki kelas junior mereka.

"Pinjam sama dia." Sean menunjuk seorang gadis yang duduk di pojok belakang, dengan tesmak tebal membingkai sepasang matanya.

"Eri?" Eko tentu mengenali.

"Iya. Dia sepupuku. Anak baik. Enggak pelit. Pinjam aja."

Eko menggeleng. "Malu," bisiknya lirih.

Sean mendesis. Dalam keadaan genting seperti ini masih saja memikirkan rasa malu.

"Eri!" panggil Sean seraya melambaikan tangan kanan memanggil sepupunya.

Eri menoleh dan bergegas menghampiri Sean di ambang pintu kelas. "Iya, Kak Sean."

"Eko mau ngomong sesuatu," ucap Sean.

Eko gelagapan, melayangkan protes pada Sean dengan tatapan mata gelisah.

"Ada apa, Kak Eko?" tanya Eri dengan santun.

Eko menelan saliva. Sepasang mata bulat Eri yang tengah mendongak menatapnya itu, membuat jantung Eko nyaris meloncat keluar.

Jemari Eko bertautan di bawah sana. Gugup.

Sementara Eri masih menatap Eko dengan intens. Menunggu cowok itu menyampaikan sesuatu, seperti yang dikatakan Sean.

"P-pinjam ... hatimu."

Sean menepuk jidat. Tidak tahu kalau Eri menyita perhatian Eko sejak menjadi murid baru di sekolah.

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (1)
Rekomendasi dari Romantis
Flash
Arloji
Lovaerina
Novel
Cinta Yang Dirindukan Surga
DENI WIJAYA
Flash
Bronze
Secantik Hatimu
Shabrina Farha Nisa
Cerpen
Rumah yang Tak Kunjung Pulih
Sayidina Ali
Cerpen
Bronze
Di Ujung Kenangan
Lian lubis
Cerpen
Bronze
Eye Lock
Nuel Lubis
Novel
Gold
Find a Way to My Heart
Bentang Pustaka
Novel
Di Perpotongan Senja
Aiyu A gaara
Novel
Supermoon
Adel Romanza
Cerpen
Someone I Loved
Nidaul Ainiyah
Cerpen
I'd Be a Fool Not to Love You
Lail Arahma
Cerpen
Bronze
Remedi Matematika Bonus Cinta
lilla safira alhasanah
Novel
I Love You, Mas Duda
Dina Ivandrea
Novel
VAY
Zulfara Wirawan
Cerpen
Amayadori
Fanny F. C.
Rekomendasi
Flash
Arloji
Lovaerina
Cerpen
Mantan Dua Langkah
Lovaerina
Cerpen
Bentang Bintang
Lovaerina
Cerpen
Obral Obrol Tetangga
Lovaerina
Flash
Lembur
Lovaerina
Skrip Film
Matrikulasi Rasa
Lovaerina
Cerpen
My Precious Boss
Lovaerina
Novel
Bronze
ALeha
Lovaerina
Flash
Sajen
Lovaerina
Novel
Diskoneksi
Lovaerina
Novel
Rambu-Rambu Masa Lalu
Lovaerina
Flash
Papa Pungut
Lovaerina
Novel
Dear, Sweet Hurt
Lovaerina
Novel
KELANA
Lovaerina
Flash
Kejutan Ulang Tahun
Lovaerina