Explore
Pilihan
Genre
Reuni Bumi
Gelas dan Botol bertemu lagi setelah 20 tahun terpisah.
Reuni Bumi

Bersama yang lain, Gelas diangkut ke ruangan serba putih yang rapi dan sejuk. Banyak tabung kaca berjejer berisi cairan berwarna-warni. Beberapa di antara penghuni kantong bening besar itu diintai oleh manusia pembawanya melalui alat.

Tiba-tiba, manusia itu menoleh ke tasnya dan mengeluarkan isinya. "Ah, lupa!"

Sang Manusia bergegas keluar. Pandangan Gelas tertuju pada botol minum yang tergeletak di dekat tas. Bumi Aguna, demikian tulisan di tubuh botol. Tak salah lagi!

"Psstt ... Botolnya Bumi Aguna!”

Botol celingukan lalu menunduk, "Kamu baca ini?"

"He! Aku sudah mengenalimu sebelum membacanya. Kita kan, pernah ketemu di hari pertamamu bertugas?"

Botol memutar kenangan saat pertama bertemu pemiliknya. Nyatanya, seharian itu Botol tetap mengangkut air putih penuh-penuh. Bumi lebih tertarik membeli minuman manis dalam Gelas.

"Kamu mesti tahu betapa indahnya binar mata Bumi waktu melihat warna kuning menyala di tubuhku. Aku ingat aroma permen karetnya. Tak terlupakan!”

Gelas menoleh ke Botol. “Enggak seperti kamu. Bosan banget, ya, cuma bawa air putih tawar bening. Enggak diminum lagi. Hahaha ..."

"Mmm ... Enggak juga. Aku juga punya kenangan indah sama Bumi. Setelah meminum minumanmu, Bumi batuk-batuk karena sensitif sama bahannya."

"Ha? Kasihan Bumi.” Gelas jadi kuyu berkerut-kerut, “Sayang aku enggak bisa minta maaf. Keburu masuk tempat sampah."

"Bumi jadi menuruti Ibu soal bekal. Selain sehat, bekal dari Ibu juga minim sampah. Bumi menjalankan manajemen sampah 5R," jelas Botol.

"5R?"

"Pertama, Refuse. Bumi berusaha menolak kemasan plastik. Kedua, Reduce. Saat terpaksa, Bumi membatasi penggunaannya. Ketiga, Reuse. Seperti aku yang bisa diisi ulang ini. Eh, Ibu memperhatikan variasi menu, kok. Kadang aku menikmati aroma jus buah, susu, bahkan smoothies sayur dalam tubuhku."

"Ah, kenapa Bumi baru sadar setelah membuangku? Kan, dia juga bisa pakai aku lagi."

"Enggak bisa, Gelas. Bahan kita beda. Kamu didesain untuk sekali pakai. Kalau masih bagus, bisa aja diterapkan R keempat, Recycle. Sayangnya, kamu sudah rusak dan kotor. Bagaimana harimu selama ini?"

"Gitu, deh. Aku bercampur-baur sama aneka sampah di tong itu. Ada yang bau dan melukaiku. Terus, aku lama ditumpuk bareng plastik-plastik sepertiku. Sampai akhirnya dibawa ke sini."

"Pasti berat, ya. Apa lagi sudah 20 tahun."

"Dua puluh tahun?" Sejenak Gelas tercengang, baru bertanya, "Kamu sendiri ngapain?"

"Aku masih melayani Bumi 20 tahun ini."

"Masih? Jadi? Pemuda tadi itu ... Bumi?"

"Ya. Kamu enggak mengenalinya?"

Gelas bingung sesaat. "Ah, aku malu dan merasa bersalah. Bumi benci aku, ya?"

"Enggak, kok. Dia cuma ingin bijak memakai plastik."

"Botol! Katakan padanya siapa aku. Kali aja dia mau memungutku sebagai ... kenang-kenangan, mungkin?"

Botol tertawa kecil, "Kita kan, sama-sama enggak bisa ngomong ke Bumi. Tenang aja. Bumi punya rencana brilian. Dia mau melakukan R kelima padamu dan plastik-plastik itu, yaitu Rot.”

"Membusuk? Enggak mau!"

"Kamu mau tetap di tumpukan sampah aja?"

"Eng-gak, sih. Ah, siapa tahu setelah ini aku hancur sendiri!”

Botol menggeleng, "Plastik sepertimu butuh ratusan tahun untuk hancur. Sanggup menunggu?"

"Jelas enggak," Gelas tergugu, "Gimana caraku membusuk?"

"Bumi akan mengujikan enzim peleburnya padamu.”

"Pff ... Jika itu baik bagi Bumi dan semua, aku bersedia.” 

Sejurus kemudian, terdengar suara pintu terbuka. "Bumi datang! Selamat berjuang, Gelas!"

18 disukai 16 komentar 7.6K dilihat
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
@vdmantik : terima kasih apresiasinya
Suka idenya.
@witari : Terima kasih
Unik.
@dibatezal : Senangnya kalau ada yang bisa mewujudkan 🥰
@elkutuby : Terima kasih, kak Martha 🙏
@lirinkw : Hahaha.. Iya, untung ga bisa, ya
@atsukad : Terima kasih 🙏
Ilmu banget... Bagus ada komiknya juga biar dibaca anak2
[kmd-13]
Saran Flash Fiction